Main Agenda: Scaloni anggap Inggris-Argentina di semifinal sebatas laga sepak bola
Scaloni: Duel Argentina-Inggris di Semifinal Hanya Soal Sepak Bola Murni
Main Agenda – Lionel Scaloni, pelatih kepala tim nasional Argentina, menyatakan bahwa pertemuan antara kedua negara di babak semifinal Piala Dunia 2026 tidak lebih dari sekadar pertandingan sepak bola biasa. Menurut pelatih asal Argentina tersebut, kedua tim hanya berfokus pada upaya meraih tiket menuju final turnamen terbesar dunia tersebut.
Scaloni secara tegas mengabaikan berbagai anggapan yang menyebutkan bahwa pertemuan antara Argentina dan Inggris sarat dengan rivalitas di luar lapangan hijau. Hal ini termasuk konteks konflik politik yang sering dikaitkan dengan kedua negara tersebut. Pelatih berusia 46 tahun ini menekankan bahwa yang terpenting adalah performa di lapangan.
Ini pertandingan sepak bola. Kita akan memainkan pertandingan sepak bola melawan tim nasional hebat yang memiliki pelatih hebat yang sangat saya hargai dan kagumi.
Ungkapan tersebut disampaikan oleh Scaloni sebagaimana dikutip dari media The Guardian pada hari Senin. Pertemuan antara Albiceleste dan Three Lions dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 02.00 waktu Indonesia Barat. Lokasi pertandingan adalah Stadion Mercedes-Benz yang terletak di kota Atlanta, Amerika Serikat.
Perjalanan Menuju Semifinal
Argentina memastikan diri masuk ke babak empat besar setelah berhasil mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu. Sementara itu, Inggris mengamankan tempat di semifinal setelah mengalahkan Norwegia dengan skor tipis 2-1. Kedua tim menunjukkan performa solid dalam perjalanan mereka menuju semifinal.
Pertemuan antara Argentina dan Inggris selalu menjadi sorotan utama karena memiliki sejarah panjang di ajang Piala Dunia. Inggris berhasil mengalahkan Argentina pada babak perempat final Piala Dunia 1966. Namun, Albiceleste kemudian membalas dendam pada perempat final Piala Dunia 1986 melalui laga yang dikenang berkat gol legendaris Diego Maradona yang dikenal sebagai “Tangan Tuhan”.
Kedua tim kembali berhadapan pada babak 16 besar Piala Dunia 1998, ketika Argentina menang melalui adu penalti. Empat tahun kemudian, Inggris membalas dengan kemenangan 1-0 di fase grup Piala Dunia 2002 lewat gol David Beckham. Hasil tersebut turut menggagalkan langkah Argentina untuk melaju lebih jauh.
Konteks di Luar Lapangan
Di luar ranah sepak bola, hubungan antara kedua negara juga kerap dikaitkan dengan konflik Kepulauan Falkland atau Malvinas yang terjadi pada tahun 1982. Isu tersebut kembali mencuat selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 setelah sejumlah suporter dan pemain Argentina menyanyikan lagu yang menyinggung Malvinas, Diego Maradona, dan Lionel Messi.
Penyerang Argentina Jose Manuel Lopez mengakui bahwa laga melawan Inggris memiliki nilai historis yang sangat besar bagi para pemainnya. Namun, ia memastikan seluruh anggota skuad akan tetap bersikap profesional saat berada di lapangan hijau.
Jelas, di luar empat garis lapangan, ini adalah pertandingan yang memiliki banyak sejarah, banyak rasa sakit, dan banyak hal di baliknya. Namun, kami profesional. Kami akan memainkannya seperti yang kami mainkan di setiap pertandingan, hingga detik terakhir, seperti yang kami tunjukkan malam ini, memberikan segalanya.
Argentina tiba di Piala Dunia 2026 sebagai juara bertahan. Tim ini melaju hingga semifinal melewati sejumlah pertandingan yang sarat kontroversi, sejak di babak penyisihan grup hingga menghadapi Mesir di 16 besar maupun Swiss di perempat final. Performa konsisten menjadi kunci keberhasilan Argentina hingga saat ini.
Seluruh persiapan telah dilakukan dengan matang oleh kedua tim. Scaloni dan skuadnya tampaknya tidak terpengaruh oleh narasi eksternal yang berkembang. Fokus utama tetap pada taktik dan strategi untuk mengalahkan Inggris di laga semifinal yang akan berlangsung.
Para penggemar sepak bola dunia menantikan pertandingan yang diprediksi akan berlangsung sengit. Dengan sejarah pertemuan yang panjang, setiap detail pertandingan akan menjadi perhatian khusus. Scaloni optimis bahwa pengalaman dan profesionalisme para pemainnya akan menjadi faktor penentu.
Pertandingan ini juga menjadi momen penting bagi para pemain muda Argentina untuk membuktikan diri di panggung dunia. Dengan dukungan penuh dari suporter, Albiceleste bertekad untuk melaju ke final dan mempertahankan gelar juara mereka. Semua mata tertuju pada Atlanta pada malam yang akan datang.
