Historic Moment: Mendagri: Dekranas hidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia

Dekranas ke-46 di Makassar: Historic Moment untuk Kerajinan Indonesia

Historic Moment – Jakarta — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang diselenggarakan di Kota Makassar memberikan dampak positif signifikan bagi kemajuan ekonomi lokal. Historic Moment ini menandai kebangkitan kembali semangat pelestarian warisan budaya Indonesia melalui sektor kerajinan tangan. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan acara tersebut, yang dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian di tingkat daerah. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, event ini berhasil membangkitkan kembali nilai-nilai yang sulit diukur secara kuantitatif, yaitu potensi luar biasa dari kerajinan Indonesia yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.

Menurut Tito, dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta pada hari Senin, acara ini memiliki makna yang lebih mendalam. Historic Moment ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang komitmen untuk melestarikan warisan budaya bangsa. Ia menekankan bahwa kerajinan tradisional merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. “Tapi, lebih dari itu, acara ini menghidupkan kembali yang gak bisa dinilai, adalah potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kita kembangkan,” kata Tito dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.

Dampak Ekonomi dan Peluang Pasar Global

Kehadiran Mendagri di Makassar pada hari Minggu, tanggal 12 Juli, menandai penutupan rangkaian perayaan HUT Dekranas ke-46. Historic Moment ini menjadi momentum penting bagi para perajin Indonesia untuk menunjukkan kualitas karya mereka di kancah internasional. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapan agar potensi besar yang ada dapat mendorong produk kerajinan dalam negeri untuk menembus pasar internasional. Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang unik, yaitu keragaman budayanya yang menjadi pembeda dibandingkan dengan produk kerajinan dari negara-negara lain di dunia.

Penutupan acara ditandai dengan momen simbolis berupa penabuhan alat musik tradisional jalappa secara serentak. Historic Moment ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Dekranasda Sulsel Naoemi Octarina, Wali Kota Makassar Munafri Ariffudin, serta Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa.

Ekspansi Pasar dan Kolaborasi Multi-Pihak

Sukarniaty Kondolele, yang menjabat sebagai Ketua Panitia HUT ke-46 Dekranas, menambahkan bahwa penyelenggaraan acara ini tidak hanya berfungsi sebagai representasi kekayaan budaya daerah, tetapi juga membuka ruang luas untuk memperluas pasar produk kerajinan Indonesia. Dengan mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, kegiatan ini melibatkan sebanyak 203 stan yang diikuti oleh Dekranasda dari berbagai tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Historic Moment ini juga menjadi ajang networking bagi para pelaku industri kerajinan dari seluruh Indonesia.

Kondolele mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut turut menggerakkan sektor perekonomian di Makassar secara menyeluruh. Dampak positifnya terasa pada berbagai bidang, mulai dari industri perhotelan, transportasi, kuliner, objek wisata, hingga penjualan suvenir daerah. Selain itu, acara ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perajin, pelaku usaha, dan pemerintah melalui berbagai kegiatan seperti workshop, talkshow, dan pertunjukan budaya. Historic Moment ini membuktikan bahwa kerajinan Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar global.

“Alhamdulillah seluruh kegiatan dapat terlaksanakan dengan baik, tertib, aman, dan lancar. Historic Moment ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, khususnya pengurus Dekranas Pusat dan Dekranas seluruh kabupaten/kota,” tuturnya.

Interaksi Langsung dengan Para Perajin

Setelah menghadiri upacara penutupan, Tri Tito Karnavian bersama rombongan meninjau sejumlah stan pameran kriya yang ada. Pada kesempatan tersebut, ia berdialog dengan para perajin sekaligus menyaksikan langsung beragam karya dan keunikan budaya dari berbagai daerah. Historic Moment ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan kerajinan tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa. Para perajin pun merasa termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka.

Dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan, diharapkan kerajinan Indonesia dapat semakin dikenal di kancah internasional. Historic Moment ini menjadi awal dari era baru bagi industri kerajinan Indonesia. Potensi ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi para perajin, tetapi juga sebagai alat diplomasi budaya yang efektif. Melalui upaya berkelanjutan, Indonesia dapat memposisikan diri sebagai salah satu pusat kerajinan dunia yang diakui secara global. Historic Moment Dekranas ke-46 ini akan terus dikenang sebagai titik balik penting dalam pengembangan sektor kerajinan nasional.