Special Plan: Lapas Salemba gelar sosialisasi keamanan dan ketertiban

Lapas Salemba gelar sosialisasi keamanan dan ketertiban dalam rangka Special Plan

Special Plan – Dalam rangka menerapkan Special Plan, Lapas Kelas IIA Salemba, Jakarta, mengadakan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kantor serta blok hunian. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Lapas, Amico Balalembang, yang bertujuan memperkuat kesadaran warga binaan akan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan yang aman serta memastikan proses pembinaan berjalan efektif. Special Plan ini merupakan strategi yang dirancang untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih harmonis dan berkelanjutan.

Pendekatan Humanis dalam Sosialisasi

Amico Balalembang menegaskan bahwa pendekatan dialogis dipilih sebagai metode utama dalam sosialisasi ini untuk membangun hubungan yang lebih dekat, penuh empati, dan bermakna antara petugas dengan para warga binaan. Dengan metode ini, pesan-pesan keamanan dan ketertiban disampaikan secara langsung, sehingga lebih mudah diterima oleh seluruh peserta. “Sosialisasi ini diadakan secara menyeluruh di setiap kamar hunian, dengan harapan dapat menyampaikan pesan secara lebih jelas dan memperkuat kesadaran warga binaan tentang pentingnya disiplin dalam rangka Special Plan,” ujar Amico dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

“Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat respons positif dari warga binaan,” ujar Amico. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif melalui komunikasi yang terbuka dan penuh perhatian, yang menjadi bagian integral dari strategi Special Plan.

Dalam sesi diskusi, Amico menekankan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan. Dia menjelaskan bahwa pemeriksaan di Pintu Utama (P2U) adalah bagian penting dari upaya memastikan tidak ada pelanggaran yang terjadi. “Setiap petugas wajib mematuhi aturan yang berlaku, termasuk penggunaan alat komunikasi yang disetujui,” tambahnya. Kepatuhan terhadap SOP ini menjadi fondasi utama dalam implementasi Special Plan.

Prosedur di Area Blok Hunian

Sebagai contoh, saat memasuki area blok hunian, Amico Balalembang secara demonstratif menitipkan telepon genggamnya di Pos Steril sesuai ketentuan yang berlaku. Tindakan ini menunjukkan komitmen petugas dalam menjaga ketatnya prosedur keamanan. “Dengan melakukan hal ini, kita membuktikan bahwa setiap langkah harus sesuai aturan, baik oleh petugas maupun warga binaan, dalam rangka Special Plan,” ujar dia.

Metode ini juga menjadi sarana untuk menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan adalah kunci keberhasilan program pembinaan. Amico mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap tata tertib akan dikenakan sanksi yang jelas sesuai ketentuan. “Setiap pelanggaran akan diberikan hukuman sebagai bentuk penegakan disiplin dan komitmen dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif melalui Special Plan,” imbuhnya.

Program Zero Halinar dalam Special Plan

Amico juga mengingatkan seluruh warga binaan tentang program Zero Halinar, yang merupakan bagian dari Special Plan dan berfokus pada pengurangan penggunaan alat komunikasi ilegal serta barang terlarang di lingkungan lapas. “Para warga binaan diminta untuk tidak memiliki maupun menggunakan ponsel, uang kertas, dan narkoba di dalam area hunian,” jelasnya. Program ini bertujuan meminimalkan risiko pelanggaran disiplin dan memastikan fokus warga binaan pada pemulihan diri.

“Zero Halinar bukan hanya tentang larangan, tetapi juga tentang peningkatan kualitas pembinaan melalui pengawasan yang ketat dan edukasi yang berkelanjutan,” ujar Amico. Ia menegaskan bahwa keterlibatan aktif para warga binaan dalam proses ini sangat penting untuk mencapai tujuan pembinaan yang optimal dalam kerangka Special Plan.

Dalam Special Plan, penggunaan alat komunikasi ilegal dianggap sebagai ancaman utama bagi keamanan lapas. Oleh karena itu, pihak lapas berupaya memastikan semua warga binaan memahami aturan ini secara mendalam. “Kita perlu bersama-sama menjaga keharmonisan di dalam lapas, baik melalui kepatuhan terhadap prosedur maupun kepedulian terhadap sesama warga binaan, dalam rangka mewujudkan Special Plan yang berkelanjutan,” tambah Amico.

Komunikasi yang Teratur dan Resmi

Dalam rangka menjaga keharmonisan, Amico mengajak warga binaan untuk memanfaatkan Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan) sebagai media resmi untuk berkomunikasi dengan keluarga. Ia menyebutkan bahwa sarana ini dirancang untuk memudahkan interaksi sambil memastikan tidak ada penggunaan alat komunikasi ilegal. “Wartelsuspas menjadi solusi yang aman dan efektif bagi warga binaan yang ingin tetap terhubung dengan keluarga dalam kerangka Special Plan,” terangnya.

Kepala Lapas Salemba menekankan bahwa komunikasi teratur dan resmi adalah bagian penting dari Special Plan. Dengan memanfaatkan Wartelsuspas, warga binaan dapat menjaga hubungan dengan keluarga tanpa mengganggu keamanan lapas. “Ini adalah salah satu langkah strategis dalam menerapkan Special Plan, agar semua pihak memahami peran serta tanggung jawabnya dalam menjaga lingkungan yang aman dan terarah,” pungkas Amico.