Bupati: Belum ada korban jiwa terbakarnya sumur minyak masyarakat

Bupati: Belum ada korban jiwa akibat kebakaran sumur minyak warga

Bupati – Banda Aceh – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, memberikan keterangan bahwa hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai korban manusia yang terkena dampak dari kebakaran sumur minyak yang dikelola secara tradisional oleh masyarakat di Dusun Utama, Gampong Lhok Leumak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur. Menurut Iskandar, yang dihubungi dari Banda Aceh pada malam Minggu, informasi tersebut didasarkan pada laporan yang diterima dari Camat Darul Ihsan. “Berdasarkan laporan dari pihak kecamatan, hingga saat ini belum ada data mengenai korban jiwa dalam kebakaran sumur minyak yang terjadi di wilayah tersebut,” ujarnya.

Peristiwa kebakaran terjadi pada Minggu (5/7) sekitar pukul 13.30 WIB, saat masyarakat sedang melakukan aktivitas penggalian minyak di sumur tradisional mereka. Meski api sempat merambat ke lahan warga, Iskandar menyatakan bahwa situasi kini mulai stabil dan tidak mengancam nyawa. “Kondisi api sudah berkurang, kini hanya terpusat di sekitar lubang sumur minyak,” tambahnya.

“Pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan polsek dan koramil setempat untuk melakukan penanganan awal. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta perusahaan migas Medco juga dikerahkan ke lokasi untuk memastikan proses pemadaman berjalan lancar,” tutur Iskandar.

Dalam upaya mengendalikan kobaran api, pihak berwenang memastikan keamanan wilayah sekitar. Polisi setempat telah memasang garis pembatas untuk menghindari akses masyarakat ke area yang terbakar. Iskandar menegaskan bahwa langkah-langkah ini dilakukan agar tidak terjadi kerumunan yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Sumur minyak tradisional yang terbakar merupakan bagian dari upaya masyarakat Aceh Timur untuk menggali sumber daya alam secara mandiri. Keberadaan sumur-sumur ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga setempat, baik dalam aspek ekonomi maupun sosial. Kebakaran yang terjadi menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan terhadap kegiatan sehari-hari masyarakat.

Bupati menjelaskan bahwa tiga unit truk pemadam kebakaran BPBD Aceh Timur diterjunkan ke lokasi. Dukungan juga datang dari tim Medco yang membantu dalam pencegahan penyebaran api. “Koordinasi antara BPBD, kecamatan, dan perusahaan migas dilakukan secara intensif untuk memastikan tindakan cepat dan efektif,” katanya.

Kebakaran sumur minyak ini menimbulkan dampak signifikan terhadap lingkungan sekitar. Api yang awalnya membara sempat memengaruhi beberapa area pertanian warga, meski tidak menyebabkan kerusakan yang parah. Iskandar menambahkan bahwa tim pemadam telah melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan api tidak kembali membesar.

“Kami terus memantau perkembangan kejadian ini, terutama terkait dengan kondisi keamanan warga dan lingkungan sekitar,” ujar Iskandar. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi warga dalam upaya memadamkan api. “Masyarakat setempat telah berupaya maksimal untuk mengendalikan api sejak awal, dan kami sangat menghargai kerja sama tersebut.”

Penggalian minyak tradisional di Aceh Timur merupakan bagian dari pengembangan ekonomi daerah. Sumur-sumur ini biasanya dioperasikan oleh masyarakat lokal dengan bantuan alat sederhana, namun tetap memerlukan pengawasan ketat untuk mencegah kecelakaan. Kebakaran yang terjadi Minggu lalu menjadi peringatan penting bagi masyarakat dan pemerintah setempat mengenai pentingnya pengelolaan yang lebih rapi.

Dalam beberapa jam terakhir, api yang mengancam sumur minyak telah berkurang. Iskandar mengatakan bahwa pihak kepolisian dan BPBD telah bekerja sama dengan tim medis untuk menjamin keselamatan warga sekitar. “Kami memastikan bahwa semua sumber kebakaran diidentifikasi, dan tindakan pencegahan telah dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, pemerintah setempat juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan potensi bahaya dari kegiatan penggalian minyak. Iskandar menekankan pentingnya edukasi terkait keselamatan di lokasi sumur minyak, termasuk penggunaan alat perlengkapan yang sesuai dan pemeriksaan rutin terhadap titik api. “Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi warga untuk lebih waspada dalam mengelola sumber daya alam secara tradisional,” katanya.

Dalam situasi darurat, pihak kecamatan dan BPBD juga melibatkan perusahaan migas sebagai mitra dalam penanganan. Medco, sebagai perusahaan migas yang aktif di wilayah tersebut, memberikan bantuan teknis dan logistik untuk mempercepat proses pemadaman. Keberhasilan penanganan ini menunjukkan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan lembaga swasta dalam mengatasi bencana alam.

Iskandar menyampaikan bahwa kejadian kebakaran ini tidak menyebabkan kerusakan berat pada infrastruktur. Namun, ia mengakui bahwa ada kerugian material yang terjadi, terutama pada lahan warga yang terkena dampak langsung. “Kami sedang berupaya untuk mengidentifikasi kerugian dan memberikan bantuan pertama kepada warga yang terkena dampak,” katanya.

Kebakaran sumur minyak tradisional ini menimbulkan perhatian publik terhadap keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam. Iskandar menyoroti pentingnya pemerintah daerah bersama masyarakat dalam mengambil langkah-langkah yang tepat. “Kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola sumber daya secara bertanggung jawab,” tuturnya.