Key Discussion: Pemkot Makassar siap kolaborasi antardaerah perkuat layanan digital

Key Discussion: Kota Makassar Kolaborasi Daerah untuk Tingkatkan Layanan Digital

Key Discussion – Kota Makassar terus mendorong penerapan layanan publik yang lebih modern melalui inisiatif transformasi digital. Muhammad Roem, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, mengungkapkan bahwa pemerintah kota bersiap berkolaborasi dengan daerah lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan digital. Langkah ini diharapkan memperkuat sinergi antar-instansi pemerintahan, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat yang lebih optimal dalam memperoleh solusi masalah secara cepat dan akurat.

Inisiatif Kolaborasi Daerah

Pemkot Makassar telah mengembangkan beberapa inovasi yang berpotensi menjadi referensi bagi kota-kota lain. Salah satunya adalah LONTARA+, platform digital yang mengintegrasikan pengaduan warga dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan sistem ini, masyarakat bisa melaporkan keluhan atau kebutuhan mereka secara langsung, tanpa mengalami hambatan dalam proses pengelolaan.

“Kami, Kota Makassar, siap berbagi pengalaman dan membangun kerja sama antar-daerah agar layanan digital bisa lebih efektif,” tutur Roem dalam keterangan pers yang diluncurkan di Makassar, Jumat.

Peran LONTARA+ dalam Pelayanan Publik

Program LONTARA+ menjadi bagian penting dalam upaya mendorong transformasi digital di Kota Makassar. Roem menjelaskan bahwa platform ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah, baik pengaduan maupun informasi terkini. Selain itu, LONTARA+ juga memberikan transparansi yang lebih baik, karena setiap laporan bisa dipantau secara real-time oleh OPD dan warga.

Kolaborasi antar-daerah melalui APEKSI menjadi ajang untuk memperkuat pelayanan publik secara nasional. Roem menyebutkan bahwa beberapa kota telah menunjukkan antusiasme untuk belajar dari pengalaman Makassar. Ia menegaskan bahwa keseragaman komitmen dan komunikasi antar-pemimpin daerah menjadi kunci sukses dalam menjalankan inisiatif digital ini.

Strategi Implementasi LONTARA+

Roem menekankan bahwa keberhasilan LONTARA+ tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada keterlibatan pemimpin kota. Dukungan dari Wali Kota Makassar dianggap sebagai faktor utama dalam mendorong seluruh OPD bergerak secara sinergis. Dalam Key Discussion, ia menyampaikan bahwa pemerintah kota aktif memfasilitasi koordinasi dan menjamin tersedianya sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem ini.

LONTARA+ juga diharapkan menjadi wadah untuk membangun jejaring antar-daerah. Roem menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan pertukaran informasi yang lebih cepat dan meminimalkan kesenjangan dalam pengambilan keputusan. Dengan adanya kerja sama yang lebih erat, daerah-daerah bisa saling mendukung dalam menghadapi tantangan digitalisasi.

Kemudahan Akses dan Transparansi

Platform LONTARA+ dirancang agar masyarakat mendapatkan akses cepat ke layanan pemerintah. Sistem ini bisa diakses 24 jam sehari, sehingga warga tidak terbatasi waktu dalam mengajukan keluhan atau permohonan. Roem menambahkan bahwa desain user-friendly pada LONTARA+ memudahkan pengguna dalam mengoperasikan aplikasi tersebut.

Kehadiran LONTARA+ juga meningkatkan keterlibatan warga dalam proses pengambilan kebijakan. Dengan sistem terintegrasi, setiap laporan bisa dipantau secara transparan, sehingga proses penyelesaian lebih terjamin. “Melalui Key Discussion, kami berharap sistem ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” jelas Roem.

Langkah Masa Depan dalam Kolaborasi Digital

Rapat Kerja Nasional APEKSI XVIII di Medan menjadi ajang untuk memperkuat komitmen kolaborasi antar-daerah. Roem menyatakan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak bisa dicapai secara mandiri, tetapi membutuhkan sinergi yang terarah. Pemkot Makassar akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan digital dengan membagikan pengalaman dan membangun kepercayaan bersama.

Dalam Key Discussion, Roem menegaskan bahwa transformasi digital membutuhkan keberanian dan keseriusan pemimpin daerah. Ia berharap kota-kota lain bisa meniru model Makassar dalam mengelola pengaduan dan layanan publik. “Kolaborasi antar-daerah adalah langkah penting untuk menjamin keberlanjutan pelayanan digital di Indonesia,” pungkas Roem.