New Policy: Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan

Peran Dirgayuza dalam New Policy dan Komunikasi Nasional

New Policy – Sebagai bagian dari New Policy, Dirgayuza Setiawan dilantik sebagai Asisten Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan pada 8 Oktober 2025. Pelantikan ini bertujuan memperkuat koordinasi strategis dalam menyampaikan visi pemerintahan di Istana Kepresidenan. Dirgayuza, yang menjabat berdasarkan Keppres Nomor 33/M Tahun 2025, akan mengarahkan komunikasi pemerintah hingga 2029. Pada upacara pelantikan, ia mengungkapkan harapan untuk membangun narasi nasional yang relevan dan kebijakan yang berdampak jangka panjang.

“Dengan pengalaman dan dedikasi, kita akan menjalankan New Policy yang mengubah cara Indonesia berkomunikasi dan merumuskan kebijakan ke depan,”

tulis Dirgayuza dalam akun Instagram.

Karier dan Pengalaman Dirgayuza Sebelum Memimpin New Policy

Dirgayuza, lahir di Jakarta pada 15 Mei 1989, memiliki latar belakang yang menggabungkan pendidikan dan pengalaman di bidang komunikasi dan politik. Ia menyelesaikan studi Sarjana (Bachelor of Arts) di University of Melbourne, Australia, dengan fokus pada Media Communications dan Political Science. Prestasi akademiknya mengantarkan Dirgayuza menjadi Wakil Presiden Persatuan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) serta delegasi Indonesia dalam Y8 Summit 2013 sebagai Head of State.

Dalam jalur karier, Dirgayuza juga aktif di sektor swasta. Ia pernah bekerja di McKinsey Indonesia (2017–2020) dan menjadi Wakil Direktur Utama PT Agro Industri Nasional (2020–2022). Pengalamannya di bidang analisis kebijakan dan strategi komunikasi memperkuat kemampuannya dalam merancang New Policy yang menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan tujuan nasional.

Berkat penelitian di Oxford University tentang media digital dan regulasi internet, Dirgayuza mampu menerapkan inovasi dalam membangun narasi kebijakan, termasuk dalam rangka mengoptimalkan dampak New Policy di sektor publik.

Pengaruh Keluarga dan Pengembangan Karier Dirgayuza

Dalam kehidupan pribadi, Dirgayuza tumbuh di lingkungan yang memprihatinkan kebangsaan. Ia adalah anak dari Kapten CDM Dr. Boyke Setiawan, pelatih terjun payung militer, dan Jasmin Kartiasa Prawirabisma, atlet nasional. Pengaruh keluarga ini membentuk keinginan Dirgayuza untuk berkontribusi pada pengembangan Indonesia melalui kebijakan yang berdampak nyata.

Selama masa akademik, Dirgayuza juga terlibat dalam kegiatan diplomatik dan budaya. Ia menjadi anggota Oxford Indonesia Society dan Diplomasi Pemuda Indonesia, serta menyumbangkan karyanya sebagai penulis dan penyunting buku-buku tentang politik dan strategi nasional. Karya-karyanya seperti “Strategi Transformasi Bangsa: Menuju Indonesia Emas 2045” (2023) menjadi referensi dalam merancang New Policy yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan latar belakang multidisiplin ini, Dirgayuza siap menerapkan pendekatan holistik dalam menjalankan tugasnya sebagai asisten presiden.

Kontribusi dalam Komunikasi Politik dan Narasi Nasional

Dirgayuza telah lama berkiprah dalam dunia politik, terutama melalui Tunas Indonesia Raya. Sejak usia 24 tahun, ia aktif dalam organisasi sayap politik dan menjadi bagian dari lingkaran internal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Dalam kampanye pemilihan presiden 2014, Dirgayuza dianggap sebagai salah satu “Jedi Knight” muda yang mendukung visi Prabowo Subianto.

Sebagai penulis naskah pidato Presiden Prabowo pada 2019, Dirgayuza terbiasa menyampaikan pesan kebijakan secara efektif. Keterlibatannya dalam bursa Menteri Prabowo-Gibran 2024 menegaskan perannya sebagai konsultan strategi dalam New Policy.

Kompetensinya dalam mengelola narasi politik terlihat dari posisi sebagai Head of Social Media & Infopub di Gerindra (2017–2020), yang membantu membangun hubungan publik dan mengkomunikasikan kebijakan dengan jelas.

Upaya Membangun Budaya Digital dan Kebijakan Inklusif

Dirgayuza dikenal sebagai figur yang menggabungkan teknologi dengan kebijakan. Sebagai anggota Oxford Indonesia Society, ia aktif mempromosikan literasi digital dan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Upaya ini selaras dengan tujuan New Policy untuk mempercepat transformasi nasional.

Ia juga menjadi pendiri dan komisaris PT Lestari Bumi Pertiwi, serta anggota Dewan Penasehat Asta Cita Center. Di sela kesibukannya, Dirgayuza mengajar di Pusat Kajian Masyarakat Digital Universitas Gadjah Mada (UGM), menumbuhkan generasi muda yang mampu mengelola informasi secara profesional.

Penekanan pada digital governance dan kebijakan inklusif memastikan bahwa New Policy tidak hanya fokus pada kebijakan teknis, tetapi juga mengakomodasi perubahan sosial dan ekonomi di era digital.

Perspektif Filosofis dalam New Policy

Di samping keahlian teknis, Dirgayuza juga dikenal sebagai pemikir yang kritis. Ia menggabungkan studi tentang filsafat politik dalam analisis kebijakan, seperti yang terlihat dari bukunya “Nilai-Nilai Pendekar Pejuang, Prabowo: Rekam Foto Sang Patriot” (2015). Perspektif ini memberikan dasar untuk mengembangkan New Policy yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga memperhatikan aspek nilai dan etika dalam pemerintahan.

Dengan latar belakang pendidikan di Oxford University dan pengalaman di sektor publik, Dirgayuza mampu menyelaraskan pendekatan akademis dengan implementasi kebijakan. Ia juga terlibat dalam membentuk kebijakan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, yang menjadi bagian dari kerangka New Policy.

Komunikasi yang ia terapkan menggabungkan fakta, data, dan narasi yang menarik, sehingga mampu menyampaikan kebijakan dengan lebih efektif dan persuasif.