Key Strategy: Pramono apresiasi Pameran Threads of Wax bentuk kolaborasi RI-Hungaria
Pramono Apresiasi Pameran Threads of Wax, Simbol Kolaborasi RI-Hungaria
Key Strategy – Jakarta, Senin – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengekspresikan rasa bangganya terhadap penyelenggaraan pameran Threads of Wax yang berlangsung di Museum Seni Rupa dan Keramik, Kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat. Acara tersebut, yang diselenggarakan dalam rangka memperingati dua peristiwa penting, menjadi bukti kuat kerja sama antara seniman Indonesia dan Hungaria. Pameran ini menampilkan karya-karya yang menggabungkan budaya kedua negara secara harmonis, sekaligus memperkuat hubungan persahabatan yang telah berlangsung sejak hampir tujuh dekade.
Pameran sebagai Simbol Kreativitas Budaya
Pramono menekankan bahwa Threads of Wax bukan hanya sekadar acara seni, tetapi juga menjadi wadah bagi ekspresi kreatif yang memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia dan Hungaria. “Karya-karya ini menunjukkan bahwa dua bangsa yang berbeda bisa merangkai ide dan estetika mereka menjadi sesuatu yang unik dan menginspirasi,” ujarnya. Menurutnya, perpaduan motif batik Lasem dan Yogyakarta dengan ornamen bunga khas Hungaria membuktikan bagaimana kolaborasi antarbudaya bisa menciptakan nilai-nilai baru yang relevan.
“Saya melihat langsung hasilnya dan terkejut dengan kualitasnya. Batik yang dibuat oleh desainer Hungaria ini menampilkan warna yang luar biasa, sekaligus mencerminkan kekhasan seni Indonesia,” kata Pramono di Jakarta Barat.
Kerja sama seniman Indonesia-Hungaria ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral yang telah dipupuk sejak 2009. Saat itu, Jakarta dan Budapest resmi menjadi kota bersaudara melalui perjanjian yang mencakup bidang seni, budaya, dan kepemudaan. Pramono menyebut bahwa kolaborasi ini tidak hanya memperkaya karya seni, tetapi juga mendorong pertukaran ide dan pengembangan kreativitas bersama.
Peluang untuk Penguatan Relasi Diplomatik
Dalam menyambut usia Jakarta yang akan mencapai lima abad pada 2027, pemerintah DKI Jakarta memandang penting memperluas kerja sama internasional. Pramono mengatakan, salah satu strategi utama adalah melalui pertukaran budaya yang menghadirkan perspektif baru. “Pameran seperti ini akan menjadi salah satu bentuk komunikasi budaya yang efektif,” imbuhnya.
Dengan menggabungkan seni dan teknologi, Threads of Wax menunjukkan potensi kolaborasi yang bisa dilakukan antarbangsa. Pramono menilai acara ini menjadi gambaran bagaimana ekspresi seni bisa berfungsi sebagai jembatan antara tradisi dan inovasi. “Momen seperti ini memperkuat bahwa hubungan Indonesia-Hungaria tidak hanya berjalan di tingkat pemerintahan, tetapi juga merakyat dan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” papar mantan dosen ini.
Kerja Sama Konkret di Berbagai Bidang
Pramono juga menyebut bahwa hubungan dengan Hungaria tidak hanya terbatas pada bidang seni. Sebagai contoh, negara tersebut telah mendukung pembangunan 36 instalasi pengolahan air di berbagai wilayah Indonesia. Lebih dari itu, Hungaria memberikan beasiswa penuh hingga 110 kursus setiap tahun bagi para mahasiswa Indonesia. “Beasiswa ini menjadi salah satu alat untuk membangun pemahaman budaya dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.
Di sisi lain, lebih dari 2.500 pekerja Indonesia juga aktif berkontribusi di Hungaria, terutama di sektor industri kendaraan listrik. Pramono menilai kerja sama ini membuktikan bahwa hubungan bilateral bukan hanya berupa komunikasi verbal, tetapi juga berdampak nyata pada ekonomi dan inovasi. “Dari seni hingga teknologi, Hungaria menjadi mitra yang konsisten dalam mengembangkan kemitraan strategis dengan DKI Jakarta,” tambahnya.
“Hungaria dan Budapest selama ini memiliki hubungan yang baik dengan Jakarta, termasuk di bidang seni, budaya, dan pertukaran pemuda. Jika peluang kerja sama pendidikan semakin luas, tentu akan memberikan manfaat lebih besar bagi kedua pihak,” ungkap Pramono.
Pameran Threads of Wax juga memiliki makna khusus karena digelar di tengah dua momentum penting. Pertama, perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta, yang menjadi penanda sejarah dan identitas bangsa. Kedua, peringatan 70 tahun hubungan diplomatik RI-Hungaria. “Momen ini mencerminkan betapa eratnya hubungan kita, yang dibangun di atas dasar kerja sama yang kuat dan berkelanjutan,” terang Pramono.
Dalam menjawab tantangan masa depan, Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memperluas kegiatan kerja sama dengan negara-negara lain. Di luar bidang seni, dia menyoroti potensi pertukaran teknologi dan pendidikan sebagai faktor pendorong. “Dari pendidikan hingga inovasi perkotaan, kami ingin menciptakan ekosistem kolaborasi yang berkelanjutan,” katanya.
Kolaborasi seniman Indonesia-Hungaria diharapkan bisa menjadi model untuk kemitraan di bidang lain. Pramono menyebut bahwa keberhasilan Threads of Wax membuktikan bahwa ekspresi seni bisa menjadi alat untuk menampilkan identitas budaya secara menarik dan inklusif. “Kita harus terus berinovasi agar hubungan antarbangsa bisa berkembang seiring waktu,” pungkasnya.
