New Policy: Ketum PB MA tegaskan komitmen perkuat pendidikan dan dakwah
Ketum PB MA Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan dan Dakwah
New Policy – Bandung, Minggu – Jazuli Juwaini, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar (MA), mengungkapkan komitmen yang teguh untuk memperkuat peran organisasi dalam bidang pendidikan, da’wah, sosial, serta pembangunan nasional selama masa kepengurusan 2026 hingga 2031. Pernyataan ini disampaikan saat upacara pelantikan PB MA di Gedung Pakuan, Bandung, yang menandai awal periode kerja baru. Jazuli menekankan bahwa kepengurusan ini akan fokus pada agenda strategis yang bertujuan membangun fondasi kuat untuk mengembangkan peran organisasi di berbagai bidang.
Transformasi Organisasi dan Peningkatan Kualitas Pendidikan
Menurut Jazuli, salah satu prioritas utama kepengurusan baru adalah transformasi tata kelola organisasi agar lebih profesional, modern, dan akuntabel. Ia menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan memperkuat kapasitas PB MA dalam menghadapi tantangan zaman sekarang serta memastikan keberlanjutan kontribusi organisasi. Di bidang pendidikan, Jazuli menyatakan bahwa Mathla’ul Anwar terus berupaya meningkatkan kualitas lembaga pendidikan untuk melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, kemampuan kompeten, dan siap bersaing secara nasional serta global.
“Ketahuilah, sesungguhnya ikrar yang dibacakan tadi bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan tekad yang kuat dan komitmen terhadap amanah perjuangan kepada Allah, organisasi, umat, dan bangsa,”
Jazuli juga menyoroti pentingnya penguatan kaderisasi dalam rangka memastikan adanya individu-individu yang mampu memimpin dan menggerakkan visi organisasi. Selain itu, ia menyampaikan bahwa PB MA akan terus berupaya memperluas kontribusinya dalam pembangunan umat, bangsa, dan negara. Pernyataan ini sejalan dengan semangat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Nilai-Nilai Islam dan Komitmen Sosial
Dalam bidang da’wah, Mathla’ul Anwar berkomitmen menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang mampu memberikan kedamaian dan kemaslahatan bagi umat manusia. Jazuli menegaskan bahwa pendekatan da’wah organisasi akan lebih bijaksana dan penuh kearifan, sehingga mampu menciptakan pemahaman Islam yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.
“Dalam bidang sosial, Mathla’ul Anwar sejak awal berdiri telah menanamkan nilai kepekaan dan kepedulian sosial serta menghormati pranata-pranata sosial yang berkembang di masyarakat,”
Pengurus baru juga akan memastikan peran organisasi dalam kegiatan sosial tetap berakar pada prinsip kemanusiaan. Jazuli menjelaskan bahwa Mathla’ul Anwar akan terus berkontribusi dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya tanggung jawab sosial, serta menjaga harmoni antarumat beragama.
Menjaga Persatuan dan Kolaborasi dengan Pemerintah
Jazuli menekankan bahwa persatuan umat, kemanusiaan, dan kebangsaan merupakan modal penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional. Ia menyatakan bahwa PB MA akan memperkuat tali ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, serta ukhuwah wathaniyah sebagai fondasi kekuatan kolektif. Pernyataan ini menunjukkan komitmen organisasi untuk menjadi pilar yang mendorong persatuan dan kesatuan bangsa.
Selain itu, Jazuli juga menyampaikan kesiapan Mathla’ul Anwar dalam meningkatkan kerja sama dengan pemerintah serta berbagai elemen masyarakat. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang nyata dalam mengembangkan pembangunan nasional yang berkeadilan dan bermartabat. “Mari jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian dan perjuangan untuk kemajuan umat, bangsa, dan negara, serta memperkuat peran Mathla’ul Anwar dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan bermartabat,” katanya.
Sebagai organisasi Islam yang telah berdiri sejak 10 Juli 1916 di Menes, Pandeglang, Banten, Mathla’ul Anwar memiliki sejarah panjang dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat. Berdiri di bawah pimpinan tokoh ulama seperti KH. Mas Abdurrahman dan kiai-kiai lainnya, organisasi ini telah berkembang menjadi salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam tertua dan terbesar di Indonesia. Kini, Mathla’ul Anwar memiliki sekitar 10 juta anggota yang tersebar di lebih dari 32 hingga 33 provinsi di seluruh negeri.
Jaringan kepengurusan dan anggota organisasi ini juga menjangkau lebih dari 2.000 lembaga pendidikan di berbagai daerah. Jumlah anggota dan jaringan tersebut menunjukkan kemampuan Mathla’ul Anwar dalam membangun solidaritas dan peran nyata di masyarakat. Dengan fondasi yang kuat ini, PB MA berharap mampu menjawab tantangan masa depan sambil tetap memegang teguh ajaran Islam yang sejak awal berdiri konsisten berpegang pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah.
Visi Masa Depan dan Peran Strategic
Di bawah kepemimpinan Jazuli Juwaini, Mathla’ul Anwar akan melanjutkan misinya sebagai organisasi yang menekankan tiga risalah utama: pendidikan, da’wah, dan sosial. Visi ini menunjukkan komitmen untuk memastikan bahwa setiap aktivitas organisasi selalu menjawab kebutuhan umat dan bangsa secara holistik. Dengan melakukan transformasi tata kelola, PB MA diharapkan dapat menghasilkan dampak yang lebih besar dalam pengembangan sumber daya manusia, penyebaran ajaran Islam, serta penguatan kehidupan sosial yang lebih berkualitas.
Jazuli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia mengajak mereka menjalankan amanah organisasi dengan tanggung jawab penuh, karena keberhasilan pembangunan umat dan bangsa tidak dapat dicapai tanpa peran aktif dari para pengurus. “Kita harus siap menjalani tugas ini dengan semangat pengabdian dan perjuangan yang tulus,” ujarnya.
Dalam upacara pelantikan, Jazuli menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar tidak hanya fokus pada pengembangan diri sendiri, tetapi juga berupaya mendorong keberhasilan pembangunan nasional. Ia menyatakan bahwa organisasi akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan perubahan positif di berbagai sektor. “Kita perlu menyatukan visi dan misi untuk mencapai tujuan bersama yang mendorong kemajuan bangsa,” katanya.
Dengan segala upaya yang telah dijalani, Mathla’
