New Policy: Menteri Ekraf dorong ASN muda jadi pemecah masalah dan inovator
Jakarta, Pemecah Masalah dan Inovator Dalam Masa Depan Ekonomi Kreatif
New Policy – Rabu lalu, di Jakarta, Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah bagi 93 calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang baru diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Acara ini juga melibatkan pelantikan 63 pejabat fungsional, yang terdiri dari 62 jabatan fungsional untuk formasi 2024 dan satu analis SDM aparatur ahli pertama. Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menekankan pentingnya peran ASN muda dalam memperkuat pengembangan sektor ekonomi kreatif nasional.
Mendorong Adaptasi dan Kolaborasi
Dalam pidatonya, Riefky mengingatkan bahwa ASN muda harus mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan dan memanfaatkan teknologi, data, serta inovasi sebagai alat untuk menjalankan tugas. “Kementerian Ekraf membutuhkan aparatur yang tidak hanya mengurus administratif, tetapi juga menjadi problem solver, inovator, dan kolaborator,” jelasnya. Ia menekankan bahwa era ekonomi kreatif memerlukan pendekatan yang lebih dinamis, di mana peran ASN tidak hanya terbatas pada pelaksanaan kebijakan, tetapi juga menghasilkan solusi yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan sektor tersebut.
“Hari ini bukan penutup dari siklus pemilihan, melainkan awal dari perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Riefky.
Menurut Riefky, ekonomi kreatif saat ini merupakan salah satu pilar utama pembangunan Indonesia. Sektor ini tidak hanya berkontribusi pada pembentukan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan daya saing bangsa dalam pasar global. “Pemecah masalah dan inovator menjadi kunci untuk menjaga momentum perkembangan sektor ini,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa ASN muda dituntut mampu menerapkan keahlian teknis dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Responsif Terhadap Kebutuhan Daerah
Riefky menjelaskan bahwa tugas ASN muda tidak hanya terfokus pada implementasi kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga perlu merespons kebutuhan pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah. “Setiap langkah yang diambil harus mendorong peningkatan investasi, perluasan ekspor, dan pertumbuhan ekonomi kreatif secara menyeluruh,” ujarnya. Dengan memiliki kemampuan kolaborasi yang baik, ASN dapat menciptakan sinergi antar lembaga, serta menjembatani antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam konteks transformasi ekonomi Indonesia, Riefky menggarisbawahi bahwa keberhasilan kinerja sektor kreatif bergantung pada kemampuan aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi bagian dari perubahan. “Kita sedang memasuki fase baru, di mana inovasi dan teknologi menjadi aset utama,” katanya. Ia menambahkan bahwa ASN harus mampu mengintegrasikan inovasi digital dalam menjalankan tugas sehari-hari, termasuk dalam membangun ekosistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Kementerian Ekraf mengharapkan kehadiran ASN muda yang adaptif terhadap tuntutan masa kini dapat menghasilkan terobosan baru dan memperkuat sistem ekonomi kreatif Indonesia,” tutur Riefky.
Pelantikan 93 CPNS ini menandai kesiapan aparatur untuk menghadapi tantangan di sektor ekonomi kreatif yang dinamis. Riefky menjelaskan bahwa tugas-tugas ASN baru akan menyebar ke berbagai bidang, termasuk pengelolaan sumber daya manusia, pengembangan kewirausahaan, dan pengawasan kebijakan. “Kita perlu ASN yang bisa bekerja secara fleksibel dan berpikir secara holistik,” katanya. Selain itu, pelantikan 63 pejabat fungsional diharapkan meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam merumuskan strategi jangka panjang.
Riefky juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai BerAKHLAK (Beretika, Adil, Kredibel, Harmonis, Loyal, dan Akuntabel) sebagai fondasi kepercayaan publik. “Integritas adalah aset paling berharga bagi ASN,” ujarnya. Ia menekankan bahwa selain kemampuan profesional, sikap disiplin dan etika kerja harus menjadi prinsip utama dalam setiap tindakan. “Kita perlu generasi muda yang mampu menjawab tantangan zaman dengan kreativitas dan kejujuran,” imbuhnya.
Persiapan Menuju Ekonomi Berbasis Inovasi
Menurut Riefky, transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan, inovasi, dan teknologi tidak bisa tercapai tanpa partisipasi aktif dari ASN. “Kita sedang bergerak menuju model ekonomi yang lebih modern, di mana keberhasilan tidak hanya diukur dari output administratif, tetapi juga dari dampak nyata pada masyarakat,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa ASN harus menjadi contoh dalam penerapan prinsip-prinsip inovatif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Riefky menyoroti bahwa pemerintah telah mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk mendukung pembangunan ekonomi kreatif. “Jumlah ASN yang diangkat mencerminkan komitmen kita untuk menguatkan struktur pemerintahan yang responsif dan berorientasi pada solusi,” ujarnya. Selain itu, pelantikan pejabat fungsional dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat sistem pengelolaan sumber daya manusia dalam kementerian tersebut.
Kementerian Ekonomi Kreatif juga menyatakan optimisme bahwa dengan adanya ASN muda yang lebih siap, kelembagaan akan semakin kuat dalam menjalankan peran strategis. “Kita harapkan mereka menjadi pilar utama dalam menyelesaikan masalah dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif,” kata Riefky. Ia menekankan bahwa inisiatif-inisiatif kecil yang dilakukan ASN dapat menghasilkan perubahan besar dalam jangka waktu.
Pelantikan ini tidak hanya mengisi kekosongan di berbagai posisi, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun sistem yang lebih efektif. Riefky berharap ASN muda mampu menjadi penggerak dalam memperluas kolaborasi antar sektor, termasuk dengan industri kreatif swasta, maupun lembaga internasional. “Kita perlu mengintegrasikan kompetensi teknis dengan semangat kerja yang tangguh,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa dengan persiapan yang matang, Kementerian Ekraf siap menghadapi tantangan masa depan dengan solusi yang inovatif.
Kemudahan dan Keseimbangan dalam Pekerjaan
Dalam pidatonya, Riefky menyebut bahwa kesuksesan ekonomi kreatif bergantung pada kemudahan akses dan keseimbangan antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. “ASN harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, serta memastikan setiap kebijakan berjalan secara efektif,” katanya. Ia menekankan bahwa inovasi dan adaptasi tidak hanya menjadi tugas, tetapi juga sebagai bagian dari identitas baru aparatur sipil negara.
Sebagai penutup, Riefky menyampaikan harapan bahwa ASN muda akan menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan global. “Kita perlu pemerintah yang mampu menjadi mitra pelaku kreatif dan mendorong partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi kreatif adalah proses panjang yang memerlukan komitmen terus-menerus dari seluruh lapisan kelembagaan, termasuk ASN yang baru diangkat. “Dengan kekuatan kolaborasi dan inovasi, kita dapat mencapai tujuan yang lebih besar,” pungkasnya.
