Historic Moment: ANTARA jalin kerjasama dengan FBPWI dalam penguatan peran perempuan
ANTARA dan FBPWI Bersepakat Menandatangani Perjanjian Kerja Sama untuk Memperkuat Peran Perempuan
Historic Moment – Dalam upaya meningkatkan peran perempuan di berbagai bidang, Perum Lembaga Kebudayaan dan Bahan Informasi Nasional (LKBN) Antara serta Federasi Bisnis Profesional Wanita Indonesia (FBPW) menandatangani kesepakatan kerja sama berupa nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (6/5) di Jakarta. Kerja sama ini berfokus pada pemberitaan dan pelatihan, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam memperbesar kontribusi perempuan, baik secara profesional maupun sosial.
Kolaborasi untuk Meningkatkan Keterlibatan Perempuan dalam Dunia Profesional
Perum LKBN Antara, sebagai salah satu lembaga media nasional, berkomitmen untuk memperluas akses dan pelatihan bagi perempuan dalam bidang jurnalistik serta teknologi digital. Direktur Utama Antara, Benny Siga Butarbutar, menegaskan bahwa lembaga media akan memperkenalkan program pelatihan yang dirancang untuk membekali perempuan dengan keterampilan berita dan inovasi teknologi. “Kami percaya bahwa dengan penguasaan keterampilan ini, perempuan dapat lebih aktif dalam mengisi posisi strategis di berbagai sektor,” tutur Benny.
“Kami percaya bahwa dengan penguasaan keterampilan ini, perempuan dapat lebih aktif dalam mengisi posisi strategis di berbagai sektor,” kata Benny Siga Butarbutar, Direktur Utama Perum LKBN Antara, di Jakarta, Rabu (6/5).
Kerja sama dengan FBPWI diharapkan bisa menjadi wadah untuk mendukung perempuan dalam mengembangkan kapasitas mereka sebagai pelaku bisnis dan komunikator. FBPWI sendiri merupakan organisasi yang berkomitmen untuk mempromosikan keterlibatan perempuan dalam dunia usaha profesional. Dengan integrasi antara keahlian jurnalistik dan kemampuan digital, program ini akan membuka peluang bagi perempuan untuk berpartisipasi lebih luas dalam pengambilan keputusan dan pemberitaan.
Program Pelatihan dan Digitalisasi sebagai Sarana Kemandirian Perempuan
Menurut Benny, pelatihan yang akan diberikan akan mencakup teknik pemberitaan modern, penggunaan platform digital, dan strategi komunikasi. “Tujuan utama dari kerja sama ini adalah memberikan keahlian praktis yang relevan dengan kebutuhan era digital saat ini,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa lembaga media akan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk terlibat langsung dalam proses produksi informasi, serta memperluas jaringan komunikasi mereka melalui pelatihan yang berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga dirancang untuk menciptakan ruang diskusi yang inklusif, di mana perempuan dapat berbagi pengalaman dan wawasan dalam bidang mereka. Benny menyebutkan bahwa FBPWI akan memberikan sumber daya serta bimbingan dalam menentukan topik pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan anggota. “FBPWI memiliki peran penting dalam mengidentifikasi isu-isu yang relevan dan menarik bagi perempuan, sehingga program ini bisa memberikan manfaat yang lebih nyata,” ujarnya.
Kerja sama antara Antara dan FBPWI ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong keadilan gender dalam industri media. Dengan meningkatkan kualitas informasi yang diberikan, Antara berharap dapat membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya perempuan dalam memimpin dan mengelola berita. Benny menekankan bahwa keterlibatan perempuan tidak hanya akan memperkaya perspektif berita, tetapi juga mendorong transformasi sosial yang lebih inklusif.
Peran Perempuan dalam Masa Depan Komunikasi Digital
Digitalisasi menjadi pilar utama dalam upaya ini, karena teknologi memainkan peran krusial dalam mengubah cara informasi disampaikan. Benny menyatakan bahwa Antara akan memberikan akses ke sumber daya digital terkini, seperti platform media sosial, pengelolaan konten video, dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan keakuratan dan kecepatan pemberitaan. “Dengan digitalisasi, perempuan bisa memperluas lingkup pengaruh mereka tanpa terbatas oleh ruang fisik,” kata Benny.
FBPWI, di sisi lain, akan memastikan bahwa pelatihan yang diberikan selaras dengan kebutuhan industri bisnis dan komunikasi. “Kami ingin perempuan menjadi pelaku utama dalam menyebarkan pesan yang berdampak, baik dalam konteks bisnis maupun sosial,” tambah perwakilan FBPWI. Dengan memadukan keahlian jurnalistik dan teknologi, program ini diharapkan bisa membantu perempuan membangun identitas profesional yang kuat.
Kerja sama ini juga bertujuan untuk menciptakan jejaring kerja antar perempuan yang lebih luas, serta membangun kepercayaan diri mereka dalam berbicara dan menulis. Benny menyebutkan bahwa partisipasi perempuan dalam media dan bisnis tidak hanya memperkaya perspektif yang diberikan, tetapi juga mendorong penguasaan di bidang-bidang yang selama ini dominan dihuni oleh laki-laki. “Kami ingin mengubah paradigma bahwa perempuan adalah penonton, bukan pelaku,” katanya.
Menurut Benny, program pelatihan ini akan dilaksanakan secara bertahap, dengan tahap awal yang fokus pada pemberitaan dan kemudian berkembang ke arah pengelolaan media digital. Ia juga mengungkapkan bahwa Antara akan bekerja sama dengan mitra lain untuk memastikan pelatihan tersebut berjalan optimal. “Kami ingin membangun ekosistem yang mendukung perempuan menjadi pemimpin di berbagai bidang, termasuk media,” ujarnya.
Kemitraan ini diharapkan menjadi model bagi organisasi lain yang ingin menciptakan ruang inklusif untuk perempuan. Benny menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya sekadar penguatan kualitas hidup perempuan, tetapi juga upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan berkelanjutan. “Kami yakin bahwa dengan pendekatan yang tepat, perempuan dapat menjadi tulang punggung dalam memajukan bangsa,” tutupnya.
FBPWI juga menilai bahwa kesepakatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran perempuan di sektor profesional. “Kami berharap program ini bisa menjadi pondasi bagi perempuan yang ingin berkembang dalam dunia bisnis dan komunikasi,” kata perwakilan FBPWI. Dengan dukungan dari Antara, FBPWI berkomitmen untuk terus mengembangkan kapasitas anggotanya melalui berbagai inisiatif pelatihan dan diskusi.
Kerja sama antara kedua lembaga ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas informasi, tetapi juga menciptakan perubahan struktural dalam masyarakat. Benny menyatakan bahwa Antara akan terus berupaya untuk memperluas peluang bagi perempuan, termasuk melalui pemberitaan yang lebih representatif dan akurat. “Kami ingin menjadikan perempuan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari narasi kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Dengan menandatangani MoU ini, Antara dan FBPWI telah membuka era baru dalam kolaborasi untuk meningkatkan peran perempuan. Benny berharap bahwa program pelatihan dan pemberitaan ini bisa menjadi katalisator bagi perempuan untuk meraih posisi yang lebih tinggi, baik dalam dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. “Kami yakin bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku utama dalam transformasi digital dan sosial,” katanya.
