Special Plan: Meta pakai AI periksa tinggi badan identifikasi pengguna di bawah umur

Meta Perkenalkan Teknologi AI untuk Deteksi Pengguna di Bawah Umur

Special Plan – Dari Jakarta, Meta mengumumkan rencana untuk menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam memeriksa tinggi badan dan struktur tulang pengguna sebagai upaya memastikan akun yang dimiliki anak di bawah 13 tahun dapat diidentifikasi secara akurat. Laporan TechCrunch pada Selasa (5/5) menyebutkan bahwa sistem ini akan memindai foto dan video guna mencari tanda-tanda visual seperti ukuran tubuh atau bentuk tulang, yang dapat menunjukkan usia pengguna. Jika terdeteksi, akun yang terkait akan dihapus dari Facebook dan Instagram.

AI Tidak Menggunakan Pengenalan Wajah

Meta menjelaskan dalam unggahan blog bahwa mereka ingin menegaskan bahwa teknologi ini bukanlah sistem pengenalan wajah. “AI kami melihat tema umum dan isyarat visual, seperti tinggi badan atau struktur tulang, untuk memperkirakan usia seseorang secara umum; AI ini tidak mengidentifikasi orang tertentu dalam gambar,” tambah perusahaan. Lebih lanjut, perusahaan menyatakan bahwa algoritma ini fokus pada pengenalan pola umum, bukan menargetkan individu tertentu.

Dengan metode ini, Meta mengklaim bahwa mereka dapat meningkatkan efektivitas deteksi usia pengguna. Sistem ini tidak hanya mengandalkan data visual tetapi juga memadukan hasil analisis teks dan interaksi pengguna, seperti postingan, komentar, atau keterangan akun, guna memperkuat identifikasi usia. Teknologi ini diharapkan mampu mengurangi risiko penyalahgunaan platform oleh anak-anak, terutama dalam konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Fitur ‘Akun Remaja’ Diperluas ke 27 Negara

Sebagai bagian dari strategi pencegahan akses anak-anak, Meta juga mengumumkan peningkatan cakupan fitur “Akun Remaja” di Instagram. Fitur ini kini tersedia di 27 negara Uni Eropa dan Brasil, serta akan diadopsi di Facebook AS dalam waktu dekat. “Akun remaja” memberikan pengalaman yang lebih terkendali, termasuk pengaturan default akun privat, pembatasan pesan langsung (DM) hanya dari pengguna yang diikuti, dan penghapusan komentar berbahaya secara otomatis.

Meta menegaskan bahwa teknologi ini bukanlah pengganti verifikasi usia manual, tetapi sebagai pendukung tambahan. Selain itu, pengguna yang akunnya ditonaktifkan oleh sistem AI perlu melakukan proses verifikasi usia lanjutan untuk memastikan bahwa akun mereka tidak secara salah dihapus. Hal ini dilakukan agar pengguna dapat menunjukkan bahwa mereka memenuhi syarat usia minimal 13 tahun.

Implementasi di Berbagai Negara

Sistem analisis visual yang dioperasikan Meta saat ini telah berjalan di sejumlah negara tertentu, tetapi perusahaan berencana untuk meluncurkan fitur ini secara lebih luas. Menurut Meta, teknologi ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk membatasi akses anak-anak di bawah usia 13 tahun ke platform mereka. Selain memanfaatkan data visual, perusahaan juga mencari indikator lain, seperti perayaan ulang tahun atau penunjukan nilai pendidikan, dalam profil pengguna untuk memperkuat identifikasi usia.

Fitur ‘Akun Remaja’ juga diaplikasikan di Facebook Inggris dan Uni Eropa, dengan penerapan mulai berlaku sejak Juni 2026. Hal ini menunjukkan komitmen Meta untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi pengguna muda. Dalam pernyataan mereka, Meta menekankan bahwa teknologi ini dirancang untuk menjadi alat bantu, bukan pengganti keputusan manusia.

Langkah Selanjutnya dalam Penerapan Teknologi

Meta berencana memperluas teknologi ini ke lebih banyak bagian aplikasi mereka, termasuk Instagram Live dan Grup Facebook, di masa depan. Dengan adanya fitur-fitur ini, perusahaan ingin menjamin bahwa anak-anak tidak terpapar konten yang berpotensi merugikan mereka. Teknologi AI ini juga akan digunakan untuk menganalisis seluruh profil guna menemukan bukti kontekstual, seperti aktivitas yang mencurigakan atau pola perilaku yang tidak konsisten dengan usia.

Sebagai contoh, AI akan melihat apakah pengguna sering mengunggah foto dengan bentuk tubuh yang menunjukkan usia lebih muda dari yang tercatat, atau komentar yang bersifat puitis yang sering dilakukan oleh anak-anak. Dengan pendekatan ini, Meta berharap dapat mengurangi risiko penyalahgunaan platform oleh pengguna di bawah umur, sambil tetap memperbolehkan akses yang sehat bagi anak-anak yang sudah memenuhi syarat.

Dalam laporan TechCrunch, disebutkan bahwa Meta sedang menguji kemampuan AI untuk memperkirakan usia pengguna secara akurat. Meskipun teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, perusahaan telah menyelesaikan penerapannya di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris. Proses ini membutuhkan kerja sama antara sistem visual, analisis teks, dan data interaksi untuk memberikan hasil yang lebih komprehensif.

Kebijakan ini mendapat tanggapan positif dari sejumlah pihak, terutama dalam mengatasi masalah keamanan anak-anak di platform digital. Namun, Meta juga menyebutkan bahwa mereka terus memperbaiki sistem ini untuk menghindari kesalahan identifikasi. Dengan teknologi ini, Meta mengupayakan keberlanjutan penggunaan platform sambil menjaga kualitas pengalaman pengguna, khususnya untuk kalangan muda.

Meskipun ada kekhawatiran tentang privasi pengguna, Meta menegaskan bahwa sistem ini tidak menyimpan data sensitif seperti identitas pribadi atau informasi latar belakang pengguna. Hanya data visual dan teks yang digunakan untuk menilai usia. Dalam pernyataan mereka, Meta menyatakan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari komitmen untuk menjaga kualitas digital dan melindungi pengguna di bawah umur dari dampak negatif.

Dengan pendekatan ini, Meta berharap dapat mengurangi risiko penyalahgunaan platform oleh anak-anak, sambil tetap memperbolehkan akses yang sehat bagi mereka yang sudah memenuhi syarat. Teknologi AI yang digunakan juga akan menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam