Kebijakan Baru: Pertamina Patra Niaga IT Surabaya raih Proper Emas KLH
Pertamina Patra Niaga IT Surabaya Dianugerahi Proper Emas KLH
Unit Integrated Terminal (IT) Surabaya, yang beroperasi di bawah PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), berhasil meraih penghargaan Proper Emas dalam kategori pengelolaan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam ajang Anugerah Lingkungan Proper 2025.
Konsistensi Inisiatif Berkelanjutan
Kepala Korporat Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penghargaan ini tercapai berkat implementasi dua inisiatif utama, yaitu Eco Inovasi Penerimaan FAME melalui jalur pipa serta program pemberdayaan masyarakat Lentera Pagesangan. Keduanya mengedepankan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
“Program Eco Inovasi Penerimaan FAME dan Lentera Pagesangan merupakan salah satu dari tujuh unit Pertamina Patra Niaga yang menerima Proper Emas melalui inovasi sosial dan lingkungan,” ujar Roberth.
Transformasi Operasional dan Dampak Lingkungan
Transformasi operasional di IT Surabaya melibatkan perubahan signifikan dari sistem penerimaan bahan bakar berbasis truk tangki menjadi proses langsung dari kapal melalui pipa. Metode ini meningkatkan efisiensi serta keselamatan, sekaligus mendukung upaya mengurangi dampak lingkungan.
Dari program ini, global warming potential berhasil berkurang hingga 45,6 persen. Selain itu, kolaborasi dengan masyarakat dalam pengelolaan limbah cair domestik melalui IPAL dan IPAS dengan teknologi filter eceng gondok menciptakan manfaat nyata.
Keterlibatan Masyarakat dalam Gerakan Ekonomi Sirkular
Program Lentera Pagesangan berawal dari Gerakan Balik Kanan, yang menekankan pergeseran pandangan masyarakat tentang limbah dan sungai dari sumber masalah menjadi sumber daya bernilai. Pendekatan ini mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
Implementasi program tersebut telah menghasilkan penghematan air sebesar 345,21 m³ per tahun, pemanfaatan 83 kg sampah organik, serta pengurangan biaya pencemaran air hingga Rp911.418 per tahun. Lebih dari 1.141 pihak terlibat, baik langsung maupun tidak langsung.
Kemitraan Komunitas sebagai Pendorong Perubahan
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat sebagai motor perubahan. “Melalui kerja sama yang kuat, warga mampu mengubah sumber daya lokal menjadi lebih bernilai sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan bersama,” katanya.
“Perubahan lingkungan dimulai dari kesadaran bersama. Untuk Bumi, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang, kapan lagi,” ungkap Melik, tokoh masyarakat dan penggerak program.
Dengan berbagai inovasi dan kolaborasi, Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen untuk menyajikan manajemen lingkungan yang berkelanjutan serta memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang lebih hijau, sehat, dan produktif.
