Agenda Utama: Iran Serang Semua Negara Teluk, Cuma Oman yang Aman
Iran Serang Semua Negara Teluk, Hanya Oman yang Terlepas
Pemerintah Iran melakukan serangan ke 27 pangkalan militer AS di wilayah Teluk Arab, sebagai balasan atas serangan besar yang sebelumnya dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataan resmi, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa operasi ini akan terus berlanjut hingga musuh ditumbangkan secara menyeluruh.
Dampak Serangan di Wilayah Timur Tengah
Dalam serangan tersebut, beberapa negara Teluk Arab menjadi korban. Namun, Oman tidak terkena dampak karena berperan sebagai negosiator damai antara Iran dan AS. Di Uni Emirat Arab (UEA), satu orang tewas di Abu Dhabi setelah rudal Iran dihentikan oleh sistem pertahanan udara. Kebakaran terjadi di dekat hotel di Palm Islands, Dubai, dengan empat korban luka.
Serangan ke Bahrain
Di Bahrain, markas besar Armada Ke-5 Angkatan Laut AS di Manama menjadi sasaran rudal Iran. Pemerintah Bahrain menganggap serangan ini sebagai pengkhianatan dan pelanggaran terhadap kedaulatan kerajaan. Rekaman video menunjukkan drone Shahed Iran menabrak gedung di dekat lokasi tersebut, menyebabkan kerusakan material.
Serangan ke Kuwait
Kementerian Pertahanan Kuwait melaporkan bahwa rudal balistik Iran menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem. Semua peluru berhasil dihentikan oleh sistem pertahanan udara. Selain itu, drone Iran juga mengenai Bandara Internasional Kuwait, menimbulkan luka ringan pada pegawai dan kerusakan pada bangunan penumpang.
Serangan ke Qatar
Pemerintah Qatar mengklaim berhasil menghentikan serangan rudal Iran sesuai rencana keamanan yang disiapkan sebelumnya. Semua rudal dicegat sebelum mencapai wilayah negara tersebut. Sumber menyebut radar peringatan dini di Qatar utara menjadi sasaran, tapi tidak ada laporan korban. Doha menegaskan penargetan oleh negara tetangga tidak dapat dibenarkan.
Arab Saudi Jadi Sasaran
Arab Saudi melalui kementerian luar negerinya mengkonfirmasi bahwa Iran menargetkan kota Riyadh dan wilayah timur kerajaan. Serangan tersebut berhasil dibendung, meskipun masih menyebabkan kerusakan. Pemerintah Iran juga menyatakan bahwa seluruh aset militer AS di kawasan kini dianggap sebagai target sah.
Penjelasan Iran Soal Pengumuman Sebelum Serangan
Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hamid Ghanbari, negara itu memiliki hak untuk membela diri. Ia juga menyampaikan penyesalan atas korban yang terjadi akibat eskalasi militer. Terkait serangan ke Qatar, Iran menginformasikan AS sebelumnya, yang menjadi pertanyaan mengapa mereka memilih strategi ini.
“Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti sampai musuh dikalahkan secara telak,” demikian pernyataan IRGC, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (1/3/2026).
