Wapres: Pelantikan Kepala BGN dukung tata kelola MBG lebih baik

Gibran Rakabuming Apresiasi Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala BGN

Dukungan Terhadap Perbaikan Tata Kelola Program MBG

Ayobantudonasi.com – Wapres – Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyampaikan apresiasi atas pelantikan Sudaryono yang resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Langkah ini dinilai akan memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan tata kelola program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia. Program tersebut akan mendapat perhatian khusus pada wilayah-wilayah yang termasuk dalam kategori terdepan, tertinggal, dan terluar atau yang dikenal dengan sebutan 3T.

Dalam pernyataan resminya yang diterima di Jakarta pada hari Rabu, Gibran menyampaikan harapan besar terhadap kepemimpinan baru BGN. Beliau menekankan bahwa pengalaman Sudaryono sebelumnya sebagai Wakil Menteri Pertanian menjadi nilai tambah yang penting. Pengalaman tersebut relevan dengan tugas mengawal ketahanan pangan nasional, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaksanaan program MBG ke depan.

Selamat bekerja kepada Bapak Sudaryono yang telah dilantik sebagai Kepala BGN. Saya percaya dengan pengalaman Pak Sudaryono sebagai Wamentan yang mengawal ketahanan pangan, serta didukung komitmen kuat jajaran BGN, program MBG bisa berjalan dengan tata kelola yang lebih baik, transparan, dan tepat sasaran.

Akuntabilitas dan Transparansi Program

Wapres juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran program MBG. Setiap rupiah yang dialokasikan harus dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan status gizi anak-anak Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan program prioritas nasional berjalan dengan efektif dan efisien.

Gibran additionally menyatakan dukungan penuh terhadap strategi pemberian makan bergizi gratis yang akan difokuskan pada daerah-daerah 3T. Pendekatan ini melibatkan berbagai pihak termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah, kantin-kantin sekolah, serta orang tua siswa. Kolaborasi multipihak ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program di tingkat lokal.

Saya mendukung penuh pelaksanaan MBG yang fokus di daerah 3T dengan melibatkan UMKM, kantin sekolah, dan orang tua siswa. Kita ingin MBG sebagai salah satu program prioritas Presiden, dapat berjalan dengan manajemen yang lebih rapi, terukur, dan terhindar dari praktik-praktik korupsi.

Perpimpinan Baru dan Kelanjutan Program

Pelantikan Sudaryono dilakukan di Istana Negara pada sore hari ini. Sebelumnya, beliau telah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian sebelum menerima penugasan baru sebagai kepala badan gizi nasional. Posisi ini memerlukan kemampuan manajerial dan pemahaman mendalam tentang isu-isu gizi nasional yang kompleks.

Sementara itu, Wapres juga menyampaikan doa terbaik untuk mantan Kepala BGN, Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Nanik berencana melakukan pengobatan di luar negeri untuk menangani penyakit jantung yang dideritanya. Meskipun telah mundur dari jabatannya, beliau tetap diminta untuk ikut mengawasi jalannya program BGN.

Saya juga mendoakan agar Ibu Nanik lekas sembuh dan pengobatannya berjalan lancar.

Dalam unggahan resminya di media sosial, Nanik menjelaskan bahwa beliau telah menyampaikan permohonan pengunduran diri langsung kepada Presiden. Dengan penuh rasa hormat, beliau menyampaikan bahwa kondisi kesehatannya memerlukan perhatian khusus. Presiden merespons dengan penuh pengertian dan memberikan persetujuan, namun tetap meminta Nanik untuk melanjutkan perannya sebagai pengawas program.

Transisi kepemimpinan di BGN ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi program makan bergizi gratis. Dengan kombinasi pengalaman Sudaryono di sektor pertanian dan komitmen Nanik sebagai pengawas, program MBG diharapkan dapat mencapai targetnya dengan lebih optimal. Fokus pada wilayah 3T akan memastikan bahwa manfaat program benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.

Program MBG merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah untuk mengatasi masalah gizi buruk di Indonesia. Dengan tata kelola yang lebih baik, transparansi yang terjaga, dan fokus yang tepat pada daerah-daerah prioritas, program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan generasi muda bangsa. Pelantikan Sudaryono menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi program ini agar dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh rakyat Indonesia.