Dini Rahmania tegaskan peran pesantren dalam edukasi cegah karhutla
Pesantren Berperan dalam Edukasi Pencegahan Karhutla
Ayobantudonasi.com – Dini Rahmania tegaskan peran pesantren dalam membangun edukasi lingkungan bagi santri dan masyarakat sekitar sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Anggota Komisi VIII DPR RI itu menilai pesantren dapat menjadi mitra penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam, tetapi pelibatan tersebut tidak boleh menggeser tanggung jawab negara dalam penanganan bencana.
Menurut Dini, pendidikan lingkungan di pesantren dapat membantu memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan, lahan, dan lingkungan sekitar. Nilai kepedulian tersebut dapat disampaikan melalui kegiatan pembelajaran, penguatan kesadaran bersama, serta penyebaran informasi mengenai langkah pencegahan kebakaran.
“Pesantren dapat menjadi mitra dalam memberikan edukasi lingkungan kepada santri dan masyarakat sekitar. Namun, jangan sampai pelibatan tersebut justru menjadi alasan untuk mengalihkan tanggung jawab negara kepada lembaga pendidikan,” kata Dini di Jakarta, Selasa.
Dini Rahmania tegaskan peran pesantren terutama berada pada ruang edukasi dan penguatan kesadaran, bukan pada penanganan teknis bencana. Ia menekankan bahwa santri memiliki tugas utama untuk belajar dan menuntut ilmu. Karena itu, keterlibatan pesantren dalam isu karhutla perlu ditempatkan secara proporsional sesuai kapasitas lembaga pendidikan.
Edukasi Lingkungan Berbeda dengan Tugas Penanggulangan Bencana
Dalam pandangan Dini, pendidikan kepedulian lingkungan harus dibedakan dengan tanggung jawab operasional untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Penanggulangan karhutla memerlukan petugas profesional, kesiapan peralatan, koordinasi lintas instansi, serta prosedur yang sesuai dengan risiko di lapangan.
Ia menyatakan standar operasional prosedur mitigasi karhutla tetap penting, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan kebakaran. Meski demikian, penyusunan dan penerapannya harus mempertimbangkan kewenangan, kompetensi, serta keselamatan setiap pihak yang dilibatkan. Pesantren dapat membantu menyampaikan pemahaman dasar mengenai pencegahan kebakaran dan tindakan aman saat bencana terjadi.
“Jangan sampai atas nama pemberdayaan masyarakat, kita justru memberikan tanggung jawab kepada santri yang seharusnya menjadi tugas petugas profesional,” ujarnya.
Dengan pembagian peran yang jelas, pesantren dapat menguatkan budaya peduli lingkungan tanpa membebani santri dengan tugas yang berada di luar fungsi pendidikan mereka. Edukasi dapat mencakup pentingnya tidak melakukan tindakan yang berisiko memicu kebakaran, menjaga lingkungan sekitar, serta mengetahui prosedur penyelamatan diri ketika menghadapi kondisi darurat.
Koordinasi Pemerintah Tetap Menjadi Kunci
Dini Rahmania tegaskan peran pesantren tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab pemerintah untuk memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla. Komisi VIII DPR RI, kata dia, akan terus mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meningkatkan koordinasi dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah.
Perhatian utama dalam pengendalian karhutla, menurut Dini, perlu diarahkan pada kesiapan petugas, kecukupan anggaran, kelengkapan peralatan, serta efektivitas sistem pencegahan dan penanganan dini. Pelibatan masyarakat dan lembaga pendidikan akan lebih bermanfaat apabila didukung sistem penanggulangan bencana yang kuat dan dijalankan oleh pihak berwenang.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mendorong pelibatan pesantren untuk menjaga kelestarian hutan dan mencegah karhutla di Kalimantan Selatan. Ia menilai pesantren memiliki potensi untuk ikut mendukung pelestarian lingkungan karena sejumlah lembaga pendidikan tersebut telah menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan alam.
“Sebetulnya di mana ada pesantren, biasanya ada keberpihakan dan ada tindakan-tindakan preventif karena sudah banyak pesantren yang menjadi kekuatan penjaga lingkungan,” kata Muhaimin dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (25/10).
FAQ: Peran Pesantren dalam Pencegahan Karhutla
Apa peran utama pesantren dalam pencegahan karhutla?
Pesantren berperan dalam edukasi lingkungan, penguatan kepedulian santri dan masyarakat, serta penyampaian informasi mengenai tindakan pencegahan kebakaran dan keselamatan diri saat terjadi bencana.
Apakah santri bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan?
Tidak. Dini menegaskan bahwa santri harus tetap berfokus pada pendidikan. Penanganan teknis karhutla merupakan tanggung jawab petugas profesional dan instansi yang memiliki kewenangan.
Mengapa edukasi lingkungan di pesantren penting?
Edukasi lingkungan dapat membangun kebiasaan menjaga alam sejak dini dan memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan. Peran ini dapat melengkapi upaya pemerintah dalam memperkuat kesiapsiagaan karhutla.