Yang Dibahas: Eks Menhan Israel Akui Kalah dari Hizbullah, Ungkap Borok Militer Ini
Eks Menhan Israel Akui Kalah dari Hizbullah, Ungkap Borok Militer Ini
Dalam wawancara dengan Al Mayadeen, Mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyatakan bahwa kekuatan militer Hizbullah telah mengejutkan pihaknya sejak awal konflik. Gallant mengkritik kesenjangan antara visi politik dan rencana operasional militer, menyoroti ketidakselarasan tujuan yang terjadi antara kepemimpinan dengan komando lapangan.
Strategis Militer Israel
Dalam sebuah pertemuan terbuka, Gallant menyebut bahwa kegagalan untuk memasukkan penghancuran Hizbullah sebagai tujuan operasional jelas menunjukkan kelemahan strategis. “Kesenjangan antara tujuan yang diumumkan dan tindakan nyata militer Israel mencerminkan kesalahan dalam perencanaan,” tegasnya dalam
sebuah wawancara.
Dilema Di Dua Front
Komandan Komando Utara militer Israel (IOF), Ravil Milo, dalam pertemuan bocor dengan para pemukim, mengakui bahwa kekuatan Hizbullah terus tumbuh meski dianggap telah “dilumpuhkan” dalam penilaian pascaperang tahun 2024. Milo menjelaskan bahwa harapan Israel sebelumnya tidak sesuai dengan kondisi saat ini, sehingga mengakibatkan kekecewaan terhadap kinerja militer.
Pensiunan Mayor Jenderal Giora Eiland menambahkan bahwa Israel kini terlibat dalam pertarungan dua dekade. “Tantangan dari Iran dan Hizbullah secara bersamaan memperumit situasi, terutama jika serangan rudal berlanjut tanpa henti,” peringatannya dalam
ulasan tertulis.
Operasi Terus Berlangsung
Pernyataan para petinggi militer muncul di tengah konflik yang berlangsung antara Israel dan Lebanon, serta agresi AS-Israel terhadap Iran. Sementara pasukan Iran melanjutkan Operasi True Promise 4, Hizbullah diberitakan terus menghalau serangan di daerah selatan Lebanon. Di sisi lain, kelompok tersebut juga melancarkan serangan balik ke wilayah utara, mencapai area pendudukan Palestina.
