Potret Al-Aqsa Dijaga Ketat – Jamaah Salat Id di Bawah Acungan Senjata
Potret Al-Aqsa Dijaga Ketat, Jamaah Salat Id di Bawah Acungan Senjata
Jamaah Muslim berkumpul untuk melaksanakan salat Idulfitri di jalanan di luar Masjid Al-Aqsa pada Jumat (20/3/2026), setelah akses ke kompleks tersebut dibatasi dalam rangka mengurangi risiko konflik yang terus berkembang. (REUTERS/Ammar Awad)
Perayaan yang Dijadwalkan di Luar Kompleks
Selama Ramadan, akses ke Masjid Al-Aqsa—yang juga dikenal sebagai Bukit Bait Suci—terus dipersulit. Pembatasan tersebut dimulai sejak minggu kedua bulan suci dan mengganggu tradisi ribuan warga Palestina yang biasa berdatangan untuk salat Jumat dan salat malam di sana. (REUTERS/Ammar Awad)
Alasan Penutupan dan Konflik Global
Pihak kepolisian mengatakan langkah pembatasan ini diambil untuk mencegah terjadinya korban jiwa di Kota Tua yang kerap dipadati jamaah. Konflik antara Iran dan Israel yang memanas sejak 28 Februari berdampak pada pergerakan massa dan pengaturan kerumunan di kawasan tersebut. (REUTERS/Ammar Awad)
Simbol Persatuan dalam Kondisi Tegang
Salat Idulfitri menjadi momen penting bagi umat Islam untuk bersyukur dan memperkuat persatuan. Namun, di tengah situasi ketegangan, perayaan ini diadakan di luar masjid sebagai bentuk adaptasi. Warga Yerusalem berharap Masjid Al-Aqsa bisa kembali dibuka agar kegiatan ibadah bisa dilakukan secara normal di dalam kompleks, yang sebelumnya sempat kosong dari jamaah. (REUTERS/Ammar Awad)
Sebagai salah satu situs suci dalam agama Islam, Masjid Al-Aqsa selalu menjadi pusat perhatian. Meski dibatasi, jamaah tetap berusaha menjalankan ibadah dengan semangat. (REUTERS/Ammar Awad)
