Penampakan Gedung-Gedung Hancur Berantakan-2 Kota di Iran Dibombardir
Penampakan Kerusakan Massal di Dua Kota Iran Setelah Serangan Udara
Tim penyelamat dari Bulan Sabit Merah Iran sedang berupaya keras untuk menemukan korban yang masih terperangkap di bawah puing-puing bangunan setelah serangan udara besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel menghantam kota Teheran serta Qom, Jumat (27/3/2026). Mereka bekerja di tengah hancurannya bangunan-bangunan untuk mengevakuasi warga dan memberikan pertolongan darurat kepada mereka yang terkena dampak. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Kerusakan di Qom dan Teheran
Serangan udara tersebut menargetkan tiga rumah tinggal di Qom, mengakibatkan setidaknya enam korban tewas, menurut laporan media lokal. Wakil Gubernur Qom mengungkapkan kepada Fars bahwa jumlah korban luka-luka masih dihitung, karena evakuasi terus berlangsung di lokasi yang mengalami kerusakan. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
“Jumlah korban luka-luka masih dalam pendataan karena proses evakuasi belum selesai,” kata wakil gubernur Qom kepada Kantor Berita Fars.
Di Teheran, ledakan besar juga menyebabkan guncangan berkepanjangan setelah militer Israel meluncurkan serangan yang diklaim menyasar infrastruktur kepemimpinan Iran di kawasan pusat kota. Koresponden Al Jazeera, Tohid Asadi, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Iran bekerja sepanjang malam, dan suara ledakan terdengar terus-menerus di berbagai wilayah ibu kota, menciptakan ketegangan tinggi bagi warga setempat. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Kerusakan di Wilayah Lain
Selain kota Teheran dan Qom, serangan rudal juga mengenai kompleks perumahan di Urmia. Menurut Hamed Saffari, direktur manajemen krisis provinsi Azerbaijan Barat, empat bangunan perumahan hancur sepenuhnya, dengan sejumlah warga dilaporkan tewas atau terluka akibat serangan tersebut. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Rentetan serangan udara juga dilaporkan terjadi di Karaj dan kompleks industri Isfahan. Koresponden Al Jazeera menegaskan bahwa situasi di Iran masih jauh dari deeskalasi, sementara kondisi kemanusiaan semakin memburuk dengan jutaan warga dilaporkan mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Korban Jiwa dan Kemanusiaan
Korban jiwa akibat perang terus meningkat dalam waktu singkat. Ali Jafarian, wakil menteri kesehatan Iran, mengatakan bahwa setidaknya 1.937 orang tewas dan hampir 25.000 warga terluka selama perang berlangsung, termasuk 240 perempuan dan 212 anak-anak yang menjadi korban tewas. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) mengingatkan bahwa penduduk Iran tengah mengalami kelelahan dan trauma akut akibat perang yang berlangsung lama. Jan Egeland, kepala NRC, menuturkan bahwa tim bantuan kemanusiaan bekerja dalam kondisi berbahaya setiap hari untuk membantu keluarga yang kehilangan tempat tinggal, sementara warga sipil terus menjadi korban terbesar dalam konflik tersebut. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Perang dan Negosiasi
Di sisi lain, negosiasi gencatan senjata masih belum menemui titik terang. Iran menuntut penghentian serangan terhadap kepemimpinan mereka, kompensasi perang miliaran dolar, serta jaminan keamanan di Selat Hormuz, sementara Dewan Keamanan PBB menjadwalkan konsultasi tertutup di New York. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Ketegangan juga meluas ke kawasan Teluk dan Lebanon, di mana serangan drone dan invasi darat Israel memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang semakin luas. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
