Rencana Khusus: PAM Jaya permudah pendaftaran pelanggan realisasikan target 100 persen

PAM Jaya Percepat Pendaftaran Warga untuk Capai 100 Persen Layanan

Jakarta, Kamis

Perusahaan penyedia air minum BUMD DKI Jakarta, PT PAM Jaya, berupaya mempercepat proses pendaftaran warga sebagai pelanggan dengan metode yang lebih mudah. Langkah ini bertujuan mencapai target keseluruhan layanan air bersih hingga 100 persen.

“PAM Jaya siap memberikan layanan pengambilan data langsung ke masyarakat yang ingin mendaftar,” ujar Manager Regional Selatan dan Pusat PAM Jaya dalam acara Dialog Warga bersama Komunitas Warga Jakarta (Komwaja).

Dalam proses pendaftaran, warga hanya perlu menyertakan dokumen KTP dan Kartu Keluarga (KK) sesuai alamat tempat tinggal agar suplai air bisa tepat sasaran. Untuk warga yang mengalami kesulitan mengurus dokumen tersebut, pihak PAM Jaya siap menemani dan memandu di kantor kelurahan.

Metode pendaftaran daring juga diberikan oleh perusahaan. Calon pelanggan cukup mengisi formulir secara online dan mengunggahnya ke situs resmi PAM Jaya. Setelah itu, petugas akan melakukan verifikasi serta survei.

“Tarif air yang ditawarkan sangat terjangkau, terutama bagi warga yang memiliki bangunan di bawah 70 meter. Suplai air bagi mereka akan diberikan gratis,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menegaskan bahwa akses air bersih adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi warga Jakarta sebagai kota metropolitan. Legislatif berperan dalam memastikan kebijakan yang pro rakyat, termasuk layanan air.

Di sisi lain, tokoh masyarakat Amirullah berharap pihak PAM Jaya dapat segera menyelesaikan masalah distribusi air secara menyeluruh. Ia menyoroti kondisi air Jakarta yang kini tercemar dan ancaman penurunan tanah.

“Kami mendukung target 100 persen cakupan layanan air bersih. Namun, perlu diingatkan agar kapasitas suplai air juga ditingkatkan,” kata aktivis Jakarta Dedy Jaya Saputra.

Dedy menjelaskan, saat ini kapasitas air yang dimiliki PAM Jaya hanya 30 ribu liter per detik. Untuk mewujudkan layanan penuh ke seluruh warga, kapasitas harus ditingkatkan dua kali lipat, khususnya untuk daerah yang memerlukan suplai ke bangunan bertingkat.