Ayo Bantu Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jakarta Barat tangkap 1,19 ton ikan sapu-sapu sepanjang 2026

Published 27/10/2026 · Updated 27/10/2026 · By Ayu Lestari - ayobantudonasi.com

Foto : Ayu Lestari - ayobantudonasi.com

Jakarta Barat Tangkap 1 19 Ton Ikan Sapu-Sapu Sepanjang 2026

Ayobantudonasi.com – Jakarta Barat tangkap 1 19 ton ikan sapu-sapu sepanjang 2026 melalui kegiatan pengendalian di sejumlah perairan. Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat mencatat sebanyak 3.604 ekor ikan sapu-sapu berhasil diangkat, dengan total bobot mencapai 1.190 kilogram atau sekitar 1,19 ton.

Penangkapan tersebut dilakukan untuk menekan populasi ikan sapu-sapu yang dinilai dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Spesies ini dikenal invasif dan dapat berkembang di sungai, kali, maupun waduk, sehingga keberadaannya perlu dikendalikan agar tidak semakin menyebar ke wilayah lain.

Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat Bety Rahmawati mengatakan operasi penangkapan diarahkan untuk mengurangi populasi ikan secara cepat. Langkah itu juga menjadi upaya pencegahan agar ikan sapu-sapu tidak meluas ke lebih banyak titik perairan di Jakarta Barat.

“Operasi penangkapan ikan sapu-sapu bertujuan untuk menekan populasi ikan secara cepat dan mencegah penyebarannya lebih luas,” ujar Bety saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Penangkapan Dilakukan di Kali dan Waduk

Lokasi kegiatan Jakarta Barat tangkap 1 19 ton ikan ini tersebar di beberapa badan air. Area penangkapan meliputi Kali TSI, Waduk Bojong, Kali Pesanggrahan, Kali Semongol, Kali Banjir Kanal Barat, serta Kali Angke. Penanganan juga dilakukan pada titik perairan lain yang ditemukan menjadi habitat ikan sapu-sapu.

Keberadaan ikan sapu-sapu di perairan umum perlu menjadi perhatian karena spesies invasif dapat bersaing dengan ikan lokal. Persaingan itu dapat terjadi dalam pemanfaatan ruang hidup, sumber makanan, dan habitat. Jika populasinya terus bertambah tanpa pengendalian, tekanan terhadap biota asli di perairan dapat meningkat.

Selain berpengaruh terhadap lingkungan air, ikan sapu-sapu juga dapat menimbulkan masalah pada infrastruktur. Ikan ini dapat membuat lubang pada dinding turap di tepi sungai. Kondisi tersebut berpotensi membuat struktur penahan tanah atau tepian kali lebih cepat rapuh, khususnya pada kawasan dengan bangunan pelindung perairan.

Karena itu, penangkapan bukan hanya berkaitan dengan jumlah ikan yang ditemukan. Kegiatan tersebut juga berhubungan dengan perlindungan habitat perairan dan pengawasan terhadap kondisi turap di sekitar sungai maupun waduk.

Hasil Tangkapan Dikubur dan Tidak Diperjualbelikan

Seluruh ikan sapu-sapu hasil penangkapan tidak digunakan untuk perdagangan maupun dilepas kembali ke perairan. Bety menjelaskan bahwa ikan yang telah ditangkap dimatikan sesuai prosedur, kemudian dikubur di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembangan.

Penanganan ini dimaksudkan agar ikan hasil tangkapan tidak kembali menyebar. Penguburan juga mencegah ikan tersebut beredar di masyarakat, termasuk untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Dengan prosedur tersebut, pengendalian populasi dapat dilakukan tanpa membuka peluang pelepasan ulang ke lingkungan perairan.

Ikan sapu-sapu terkadang diburu untuk diolah menjadi makanan, termasuk siomay. Namun, konsumsi ikan dari perairan dengan kondisi lingkungan yang tidak diketahui dapat mengandung risiko. Ikan sapu-sapu disebut dapat mengandung bakteri seperti E. coli atau Salmonella, serta logam berat seperti timbal.

Peran Warga dalam Menjaga Perairan

Upaya Jakarta Barat tangkap 1 19 ton ikan sapu-sapu menunjukkan bahwa pengendalian spesies invasif membutuhkan perhatian berkelanjutan. Penangkapan oleh petugas perlu didukung kepedulian warga yang tinggal di sekitar sungai, kali, dan waduk.

Masyarakat dapat membantu dengan tidak melepas ikan nonlokal dari akuarium ke badan air umum. Ikan yang awalnya dipelihara dapat beradaptasi dan berkembang biak ketika berada di habitat terbuka. Pelepasan tersebut berisiko menambah populasi spesies yang dapat mengganggu ikan lokal dan kondisi lingkungan.

Perairan perkotaan memiliki fungsi penting sebagai jalur aliran air sekaligus habitat berbagai organisme. Saat jumlah ikan invasif meningkat, dampaknya dapat terlihat melalui perubahan habitat, berkurangnya ruang bagi ikan lokal, hingga gangguan pada tepian sungai. Pemantauan, penangkapan, dan penanganan hasil tangkapan secara aman menjadi bagian dari upaya menjaga perairan Jakarta Barat.

FAQ Penanganan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Barat

Berapa jumlah ikan sapu-sapu yang ditangkap?

Sepanjang 2026, Sudin KPKP Jakarta Barat menangkap 3.604 ekor ikan sapu-sapu dengan berat total 1.190 kilogram atau sekitar 1,19 ton.

Di mana saja ikan sapu-sapu ditangkap?

Penangkapan dilakukan antara lain di Kali TSI, Waduk Bojong, Kali Pesanggrahan, Kali Semongol, Kali Banjir Kanal Barat, dan Kali Angke.

Apa yang dilakukan terhadap ikan hasil tangkapan?

Ikan hasil tangkapan dimatikan sesuai prosedur dan dikubur di BPP Kembangan. Ikan tersebut tidak diperjualbelikan maupun dilepas kembali ke perairan.

Apa yang dapat dilakukan warga?

Warga sebaiknya tidak melepaskan ikan nonlokal dari akuarium ke sungai, kali, atau waduk. Tindakan sederhana ini dapat membantu mencegah penyebaran ikan invasif di perairan umum.

Related Reading