Ayo Bantu Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemkot Jaktim ajak siswa gemar makan ikan untuk dukung generasi emas

Published 11/09/2026 · Updated 11/09/2026 · By Intan Santoso - ayobantudonasi.com

Foto : Intan Santoso - ayobantudonasi.com

Gerakan makan ikan di sekolah dorong kesiapan generasi Indonesia 2045

Ayobantudonasi.com – Ratusan siswa sekolah dasar di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, diajak mengenal ikan sebagai pilihan pangan yang mendukung pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak. Ajakan tersebut disampaikan Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui kampanye Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) di SDN Kebon Pala 01 dan SDN Kebon Pala 02 pada Jumat.

Kegiatan ini menyasar anak-anak sejak usia sekolah karena kebiasaan makan yang dibangun sejak dini dapat menjadi bagian penting dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Sebanyak 474 siswa hadir dalam kegiatan yang melibatkan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Suku Dinas Pendidikan.

"Salah satu sumbangsih untuk 2045 generasi emas nanti adalah anak-anak sekarang duduk di SD ini nanti mereka yang akan mengisi kekuatan negara Indonesia," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.

Membangun kebiasaan makan sehat dari lingkungan sekolah

Lingkungan sekolah dipandang sebagai ruang yang efektif untuk memperkenalkan pola konsumsi pangan yang lebih beragam kepada anak. Melalui kegiatan GEMARIKAN, siswa tidak hanya diajak mencicipi produk berbahan ikan, tetapi juga memperoleh pemahaman bahwa ikan dapat menjadi bagian dari menu sehari-hari di rumah.

Munjirin menekankan bahwa gerakan tersebut bukan kegiatan sekali jalan. Kampanye makan ikan telah menjadi agenda rutin tahunan yang perlu terus dijaga, terutama di sekolah-sekolah. Tujuannya adalah menumbuhkan ketertarikan anak terhadap ikan melalui pengalaman yang menyenangkan dan mudah dipahami.

"Ini salah satu gerakan rutin tahunan yang harus terus dibudidayakan, khususnya lingkungan sekolah, agar anak-anak kita yang masih di lingkungan sekolah mau dan cinta makan ikan," ujar Munjirin.

Pesan itu berkaitan dengan kebutuhan anak untuk memperoleh asupan yang menunjang masa tumbuh kembang. Ikan diperkenalkan bukan sekadar sebagai lauk, melainkan sebagai makanan yang memiliki nilai gizi bagi perkembangan fisik dan kemampuan berpikir anak.

"Jadi, sekarang fisik, otak, juga harus kita dukung agar berkembang dengan baik, salah satunya dengan mengonsumsi ikan. Ikan sangat baik untuk perkembangan anak kita," tutur Munjirin.

Olahan ikan menjadi cara menarik perhatian siswa

Dalam kegiatan tersebut, tidak semua siswa langsung menunjukkan minat untuk makan ikan. Sebagian anak masih menganggap ikan harus disajikan dalam bentuk utuh. Gambaran itu membuat mereka enggan mencoba, khususnya bila belum terbiasa melihat atau mengonsumsi ikan dalam menu keluarga.

Pendekatan yang digunakan dalam kampanye ini berupaya mengubah anggapan tersebut. Ikan dapat diolah menjadi beragam bentuk makanan yang lebih menarik bagi anak-anak, sehingga pengalaman pertama mereka tidak berhenti pada kesan bahwa ikan hanya berupa lauk utuh di atas piring.

"Jadi, anak itu taunya, pikirannya, ikan harus dimakan berbentuk ikan, padahal bisa diolah jadi bentuk lain sehingga menarik dan anak mau makan ikan," papar Munjirin.

Pengolahan makanan menjadi salah satu pintu masuk yang relevan dalam membangun kebiasaan baru. Bagi anak yang belum menyukai ikan, bentuk, rasa, dan cara penyajian dapat menentukan apakah mereka bersedia mencoba. Karena itu, edukasi pangan tidak hanya berbicara tentang kandungan gizi, tetapi juga tentang cara membuat pilihan makanan sehat terasa akrab dan menyenangkan.

Setelah mendapatkan penjelasan serta mencicipi produk olahan ikan, sejumlah siswa yang sebelumnya menyatakan tidak menyukai ikan menunjukkan respons berbeda. Pengalaman langsung ini diharapkan dapat membantu mereka mengubah pandangan terhadap bahan pangan tersebut dan membawanya ke kebiasaan makan di rumah.

"Alhamdulillah, yang tadinya saya tanya tidak suka ikan, setelah diedukasi, dikasih tau olahan ikan gimana, kita kasih produk olahan ikan, ternyata anaknya suka," ungkap Munjirin.

Edukasi pangan sebagai investasi bagi anak

Upaya mengajak siswa gemar makan ikan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memperkenalkan satu jenis menu. Anak-anak perlu memahami bahwa makanan yang mereka pilih sehari-hari berhubungan dengan kebutuhan tubuh selama masa pertumbuhan. Pengetahuan sederhana seperti ini dapat membantu mereka mengenali pilihan pangan yang baik sejak awal.

Peran keluarga juga tetap penting setelah edukasi diberikan di sekolah. Ketika anak memperoleh pengalaman positif di kegiatan seperti GEMARIKAN, orang tua dapat melanjutkannya dengan menyediakan olahan ikan yang sesuai dengan selera keluarga. Variasi penyajian dapat membantu anak mengenal bahwa ikan tidak harus selalu hadir dalam bentuk yang sama.

Kolaborasi antara pemerintah kota, sekolah, unsur PKK, serta perangkat dinas menunjukkan bahwa pembiasaan konsumsi pangan sehat memerlukan dukungan bersama. Sekolah dapat menjadi tempat pengenalan, sementara rumah menjadi ruang utama untuk menjaga kebiasaan itu secara konsisten.

Melalui kampanye ini, Pemkot Jakarta Timur berharap siswa tidak hanya mengetahui manfaat ikan, tetapi juga terdorong untuk lebih rutin mengonsumsinya. Perubahan sederhana pada kebiasaan makan anak diharapkan ikut memperkuat kesiapan mereka sebagai bagian dari generasi yang akan mengisi masa depan Indonesia pada 2045.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pemkot Jaktim ajak siswa gemar makan?

Pemkot Jaktim ajak siswa gemar makan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemkot Jaktim ajak siswa gemar makan matter?

Pemkot Jaktim ajak siswa gemar makan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.