Kebijakan Baru: MRT siapkan rekayasa lalin saat konstruksi ruang di Stasiun HI
MRT Jakarta Siapkan Skema Pengaturan Lalu Lintas Saat Proyek Revitalisasi Stasiun HI
Jakarta – Perusahaan Daerah MRT Jakarta (Perseroda) sedang merencanakan skema pengaturan lalu lintas selama proses renovasi ruang di Stasiun Bundaran HI. Pekerjaan ini bertujuan untuk mengubah area stasiun menjadi ruang multifungsi serta menambah akses masuk baru, yang akan memengaruhi arus lalu lintas di sekitar Jalan M.H. Thamrin.
“Manajemen arus lalu lintas akan dilakukan di Jalan M.H. Thamrin sisi barat, dengan trotoar dipakai sebagai jalur pejalan kaki. Satu lajur sepeda dan sebagian jalur kendaraan umum akan teraliri oleh pagar kerja, sehingga mengubah sistem lalu lintas dari satu lajur sepeda, tiga lajur biasa, dan satu lajur Transjakarta menjadi tiga lajur dengan aliran campuran,” jelas Rendy Primartantyo, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam siaran pers, Senin.
Pelaksanaan proyek ini dijadwalkan dimulai pada Jumat (10/4) hingga Sabtu (30/5). Selain itu, perusahaan menyebutkan bahwa pembangunan ruang multifungsi dan tiga pintu masuk baru akan menjadi bagian dari pengembangan sirkulasi bawah tanah serta integrasi dengan area komersial sekitar.
Rendy menjelaskan, dalam perencanaan, ruang multifungsi akan dibangun di sisi barat dan timur stasiun, dengan dua pintu masuk di sisi barat dilengkapi tangga dan eskalator, serta satu pintu masuk di sisi timur menggunakan elevator untuk menghubungkan ke area pejalan kaki di sebelah kiri dan kanan Jalan M.H. Thamrin. Akses ke ruang tersebut akan tersedia melalui lift yang ada di Halte Transjakarta Bundaran HI.
Dalam proyek ini, juga akan dibangun menara pendingin dan ventilasi. Proses penyelesaian ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2027. Tujuan utamanya adalah mengubah Stasiun Bundaran HI menjadi pusat kawasan berbasis transportasi, dengan konsep interkoneksi ke bangunan di sekitarnya.
Menurut Rendy, Stasiun Bundaran HI memiliki kedalaman 18 meter di bawah permukaan tanah dan merupakan salah satu stasiun terpadat di fase 1 lintasan utara selatan, dengan rata-rata pengguna sekitar 450-500 ribu per bulan. Jumlah pengguna diperkirakan meningkat pesat saat fase 2A segmen Bundaran HI—Monas mulai beroperasi.
Perusahaan menambahkan bahwa pembangunan ruang multifungsi dan akses baru adalah persiapan untuk operasional fase 2A segmen kedua hingga Kota, yang direncanakan berlangsung pada 2029.
