Ayo Bantu Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

DPRD DKI salurkan bantuan pengelolaan sampah ke Pondok Kelapa Jaktim

Published 29/09/2026 · Updated 29/09/2026 · By Fitri Nugroho - ayobantudonasi.com

Foto : Fitri Nugroho - ayobantudonasi.com

Bantuan Peralatan Perkuat Pengelolaan Sampah Warga Pondok Kelapa

Ayobantudonasi.com – Warga RW 014 di Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, memperoleh dukungan peralatan untuk memperkuat kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan mereka. Bantuan yang disalurkan DPRD DKI Jakarta itu terdiri atas 12 toren serta dua mesin pencacah sampah.

Penyerahan bantuan berlangsung di Pondok Kelapa pada Selasa. Peralatan tersebut diharapkan membantu warga mengembangkan langkah pengurangan sampah sejak dari rumah dan lingkungan permukiman, termasuk melalui pemilahan serta pembuatan lubang biopori.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menyampaikan bahwa toren dan mesin pencacah itu merupakan kebutuhan yang diajukan oleh RW setempat. Wilayah tersebut telah menjalankan program biopori sebagai bagian dari upaya penanganan sampah berbasis masyarakat.

“Melalui PAM Jaya memberikan sumbangan berupa toren sebanyak 12 dan dua mesin pencacah yang diusulkan oleh RW setempat yang melaksanakan biopori sejauh ini,” kata Ima Mahdiah.

Pemilahan Sampah Dimulai dari Lingkungan Warga

Keberadaan alat pencacah dapat menunjang proses pengolahan material sampah di tingkat komunitas. Sementara itu, toren disiapkan sebagai fasilitas pendukung kegiatan yang dijalankan warga. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dorongan agar pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada proses pengangkutan setelah sampah tercampur.

Ima menekankan pentingnya memperluas kebiasaan memilah sampah dan mengembangkan biopori di berbagai wilayah Jakarta. Praktik yang telah berjalan di RW 014 Pondok Kelapa dipandang dapat menjadi semangat bagi pengurus lingkungan serta masyarakat di kawasan lain.

“Kita lebih memperkuatkan kepada seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta juga kepada seluruh pengurus untuk melaksanakan pemilahan sampah dan biopori yang sudah dilakukan oleh RW 014 Pondok Kelapa ini,” ujar Ima.

Pemilahan menjadi tahapan penting karena jenis sampah memiliki penanganan berbeda. Sampah yang masih bernilai ekonomi dapat dipisahkan dari sampah organik dan residu. Dengan pemisahan sejak awal, material tertentu tidak langsung tercampur dan rusak bersama limbah lainnya.

Ketua RW 014 Kelurahan Pondok Kelapa Teuku Husaini menyambut bantuan tersebut. Ia menilai fasilitas baru itu mendukung kegiatan yang telah dirintis warga dalam mengelola sampah secara lebih terarah.

“Yang biasanya kita tumpuk jadi satu, semua hancur tidak bisa dipakai. Akhirnya kita memilah seperti botol, kardus, kertas dan segala macam bisa dijual, punya nilai jual,” ujar Husaini.

Mendorong Perubahan Kebiasaan

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan menilai pengadaan peralatan perlu diiringi perubahan perilaku sehari-hari. Pengelolaan sampah tidak berhenti pada penyediaan sarana, melainkan membutuhkan kesediaan warga untuk menjaga lingkungan dan memisahkan sampah secara konsisten.

“Mudah-mudahan melalui gelora semangat seperti ini, nanti pada suatu ketika kita bisa mengubah budaya dari budaya sembarangan membuang sampah menjadi budaya bersih, sehat, dan cinta lingkungan,” kata Pantas.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mempelopori kegiatan yang memberi manfaat bagi lingkungan dan masa depan. Keterlibatan warga menjadi penting karena sebagian besar sampah di kawasan permukiman berasal dari aktivitas harian rumah tangga.

“Terus mendorong untuk mempelopori gerakan-gerakan yang baik, bermanfaat, khususnya untuk masa depan negara kita dan di Pondok Kelapa ini, sehingga kita bisa menciptakan gerakan budaya baru menuju Indonesia yang jauh lebih baik,” ujar Pantas.

Bagi lingkungan permukiman, langkah sederhana seperti memisahkan botol, kardus, dan kertas dapat menjaga material tersebut tetap dapat dimanfaatkan atau dijual. Di sisi lain, sampah organik dan residu dapat ditangani melalui cara yang sesuai dengan karakter masing-masing. Pola ini membantu warga memahami bahwa tidak semua sampah harus diperlakukan sebagai barang buangan tanpa nilai.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan menyatakan kegiatan di RW 014 sejalan dengan arah upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi sampah dari sumbernya. Pemilahan dan pembuatan lubang biopori dinilai perlu terus diperkuat melalui kerja bersama antara pemerintah dan warga.

Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat Pondok Kelapa yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Dukungan berupa peralatan diharapkan menambah semangat warga untuk meneruskan pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.

Pengurangan sampah dari sumber memiliki arti penting bagi Jakarta yang menghadapi tantangan pengelolaan limbah, termasuk kondisi tempat pemrosesan akhir. Karena itu, peran rumah tangga, pengurus RW, serta komunitas lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kebersihan kota.

Program di RW 014 menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari ruang yang paling dekat dengan warga. Saat sampah dipilah sebelum menumpuk, bahan yang masih berguna dapat dipertahankan nilainya, sementara lingkungan memperoleh manfaat dari kebiasaan yang lebih bersih dan tertib.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is DPRD DKI salurkan bantuan pengelolaan sampah?

DPRD DKI salurkan bantuan pengelolaan sampah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does DPRD DKI salurkan bantuan pengelolaan sampah matter?

DPRD DKI salurkan bantuan pengelolaan sampah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.