DKI kemarin – PP Tunas bantu fokus belajar hingga pemadaman listrik
Update Jakarta Pagi Ini: Berbagai Kejadian Signifikan pada Jumat (10/4)
Berbagai kejadian penting dan menarik terjadi di Jakarta pada Jumat (10/4), termasuk penerapan Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2025 yang diharapkan dapat meningkatkan fokus belajar anak-anak. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengatakan regulasi ini bertujuan untuk melindungi generasi muda di ruang digital serta membantu mereka dalam menyelesaikan tugas akademik.
PP Tunas dan Fokus Belajar Anak Jakarta
Di Jakarta Pusat, Pramono menyampaikan bahwa PP Tunas diharapkan menjadi solusi bagi permasalahan konsentrasi belajar. “Yang paling utama harapannya anak-anak Jakarta konsentrasi untuk pelajaran-pelajaran,” ujarnya.
“Yang paling utama harapannya anak-anak Jakarta konsentrasi untuk pelajaran-pelajaran,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat.
Penertiban Parkir Liar di Ibu Kota
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menertibkan area parkir liar di sejumlah wilayah, mulai dari kawasan sekitar Grand Indonesia hingga RSCM. “Jadi, sekarang ini seperti yang terjadi di Jakarta Pusat, misalnya di belakang Grand Indonesia, yang hampir 20 tahun lebih tidak pernah dirapikan, sekarang kami rapikan, termasuk yang di RSCM, itu juga kita rapikan,” ucap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.
KJMU: Jumlah Penerima Perguruan Tinggi Terus Bertambah
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mencatat peningkatan jumlah penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dari tahap I sebanyak 16.979 mahasiswa menjadi 16.920 pada tahap II. Menurutnya, angka ini mencerminkan semakin luasnya akses pendidikan bagi putra-putri Jakarta ke jenjang perguruan tinggi.
Drought Peringatan dan Proses Pengerukan Kali
Pemerintah DKI Jakarta memanfaatkan peringatan tentang masa kemarau panjang dari BMKG untuk mempercepat pengerukan kali di ibu kota. Pramono menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai persiapan menghadapi musim hujan pada September 2026.
Pemadaman Listrik: Harapan Pemimpin Tidak Terulang
Pramono mengharapkan kejadian pemadaman listrik yang terjadi pada hari Kamis (9/4) sebelumnya tidak terulang kembali. “Pemadaman ini sepenuhnya menjadi kewenangan PLN, tapi dampaknya kepada kami, salah satunya MRT, LRT juga terkena. Tentunya, kami mengharapkan ini jangan terulang kembali,” tuturnya.
