Edit Template
Today’s Paper - 01/12/2025 5:18 AM

Berilmu Sebelum Beramal – Panduan Menjalankan Hidup Bermakna

Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, kita dianugerahi akal pikiran yang dengannya kita dapat menimba ilmu pengetahuan.

Berilmu sebelum beramal merupakan prinsip yang sangat penting dalam menjalankan kehidupan yang bermakna.

Melalui pembelajaran dan pengembangan diri, kita dapat memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, dan sikap terpuji yang akan menjadi fondasi bagi amalan kita kepada Allah SWT.

Ibnu ‘Atha’illah, seorang ulama tasawuf terkemuka pada zamannya, telah mewariskan sebuah karya monumental yang menjadi sumber utama untuk memahami ajaran Tarekat Syadziliyyah.

Kitab ini, yang dikenal sebagai Kitab al-Hikam, berisi mutiara-mutiara hikmah dan panduan spiritual yang kaya akan makna dan kedalaman makrifat.

Table of Contents

Intisari Penting

  • Berilmu sebelum beramal adalah prinsip penting untuk menjalani hidup bermakna.
  • Ilmu pengetahuan menjadi fondasi bagi amalan kita kepada Allah SWT.
  • Ibnu ‘Atha’illah adalah ulama tasawuf terkemuka yang mewariskan Kitab al-Hikam.
  • Kitab al-Hikam kaya akan mutiara hikmah dan panduan spiritual.
  • Kitab al-Hikam menjadi sumber utama untuk memahami ajaran Tarekat Syadziliyyah.

Pengantar tentang Berilmu Sebelum Beramal

Sebagai manusia, kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk senantiasa beribadah dan tunduk atas segala peraturan yang telah Allah tetapkan. Namun sering kali kita lalai dan mengabaikan perintah tersebut karena berbagai hal. Kelalaian yang menyebabkan tidak istiqomah dalam berbuat baik bisa karena hawa nafsu, emosi, kemalasan, godaan syetan, dan hal-hal lainnya. Akhirnya kita lebih sering mengejar hal-hal duniawi dibanding dengan mencari keberkahan hidup menurut Islam.

Arti Penting Berilmu Sebelum Beramal

Untuk itu, perlu kita mengetahui agar selalu istiqomah di jalan Allah, seperti yang disampaikan dalam hadits, “Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” Istiqomah dalam Islam memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan kehidupan yang bermakna.

Peran Berilmu dalam Menjalankan Hidup Bermakna

Dengan berilmu sebelum beramal, kita dapat memastikan bahwa amalan yang kita lakukan sesuai dengan ajaran Islam, pembelajaran yang tepat, dan motivasi diri yang murni. Hal ini akan mendorong pengembangan diri dan disiplin ilmu yang diperlukan dalam menuntut ilmu dan menerapkan kebijaksanaan serta sikap terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

Biografi Singkat Ibnu ‘Atha’illah al-Iskandari

Syeikh Ibnu ‘Atha’illah al-Iskandari, dengan nama lengkap Tajuddin, Abu al-Fadl, Ahmad bin Muhammad bin Abd al-Karim bin Atho’ as-Sakandari al-Judzami al-Maliki al-Syadzili, adalah seorang ulama terkemuka pada masanya. Ia lahir di Iskandariah pada tahun 648 H/1250 M dan wafat di Mesir pada tahun 1309 M.

Latar Belakang dan Karya-Karya Ibnu ‘Atha’illah

Ibnu ‘Atha’illah merupakan ulama yang ahli dalam bidang tasawuf, namun juga menguasai ilmu-ilmu lain seperti tafsir, hadits, dan ushul fiqih. Ia memiliki dua guru yang berpengaruh besar dalam mempelajari ilmu tasawuf, yaitu Syekh Abu al Abbas Ahmad Ibn Umar Ibn Muhammad al Mursi dan Syekh Abu al Hasan Ali Ibn Abdillah As Syadzili, pendiri Thariqah al-Syadziliyyah. Ibnu ‘Atha’illah tergolong ulama yang sangat produktif, dengan tidak kurang dari 20 karya yang pernah dihasilkannya, mencakup berbagai bidang seperti tasawuf, tafsir, aqidah, hadits, nahwu, dan ushul fiqh.

Kitab Al-Hikam: Karya Monumental Ibnu ‘Atha’illah

Kitab Al-Hikam merupakan karya monumental Ibnu ‘Atha’illah dan menjadi magnum opus-nya. Kitab ini sudah beberapa kali disyarah (diberi komentar) oleh ulama-ulama terkemuka, seperti Muhammad bin Ibrahim ibn Ibad ar Rundi, Abdullah Syarqowi, Syaikh Ahmad Zarruq, Ahmad ibn Ajibah, dan Muhammad Sa’id Ramadhan al Būthi. Kitab Al-Hikam dianggap sebagai sumber utama untuk memahami ajaran Tarekat Syadziliyyah dan termasuk disiplin ilmu dalam memahami kajian tasawuf.

Signifikansi Kitab Al-Hikam dalam Kajian Tasawuf

Kitab ini ditulis secara ‘hemat’ tanpa mencantumkan banyak rujukan, tetapi kekayaan makna yang dikandungnya tetap terjaga hingga ratusan tahun kemudian. Al-Hikam berisi berbagai terminologi suluk (perjalanan spiritual) yang ketat, yang merujuk pada berbagai istilah dalam Al-Quran. Kitab ini menjadi tuntunan praktis bagi seorang muslim di tengah-tengah kesibukan dan gelombang materialisme yang kuat.

Pengaruh Kitab Al-Hikam dalam Tradisi Keilmuan Islam

Kitab Al-Hikam karya Ibnu ‘Atha’illah telah memberikan pengaruh yang signifikan dalam tradisi keilmuan Islam, khususnya dalam bidang tasawuf. Kitab ini menjadi salah satu sumber utama untuk memahami ajaran Tarekat Syadziliyyah dan telah menjadi rujukan bagi banyak ulama dalam mengkaji disiplin ilmu tasawuf.

Berilmu Sebelum Beramal dalam Pandangan Ibnu ‘Atha’illah

Menurut Ibnu ‘Atha’illah, berilmu sebelum beramal merupakan prinsip yang sangat penting dalam menjalankan kehidupan yang bermakna. Beberapa ajaran penting Ibnu ‘Atha’illah dalam Kitab al-Hikam terkait dengan prinsip ini antara lain:

  1. Orang yang arif (bijaksana) adalah orang yang tidak membanggakan amal ibadahnya, melainkan senantiasa berpegang teguh pada kekuasaan dan kehendak Allah.
  2. Amal ibadah yang kuat dan kokoh ikatannya dengan iman adalah ibadah yang dilaksanakan dengan keikhlasan hati.
  3. Hati yang hidup dengan keimanan akan merasa sedih apabila iman dan ketaatan itu hilang, dan senang apabila telah melaksanakan kebaikan.
  4. Orang yang beramal dengan menanti-nanti waktu senggang akan dipermainkan oleh waktu dan kesempatan beramal akan terlewatkan.
  5. Cobaan dari Allah adalah wujud kasih sayang-Nya, bukan kebencian, sehingga harus diterima dengan keridhaan hati.

Prinsip-Prinsip Utama dalam Kitab Al-Hikam

Kitab Al-Hikam karya Ibnu ‘Atha’illah mengandung beberapa prinsip utama yang menjadi tuntunan spiritual bagi umat Islam. Berikut beberapa prinsip penting yang terkandung dalam Kitab Al-Hikam:

Keikhlasan dalam Beribadah

Menurut Ibnu ‘Atha’illah, orang yang arif (bijaksana) adalah orang yang tidak membanggakan amal ibadahnya, melainkan senantiasa berpegang teguh pada kekuasaan dan kehendak Allah. Hal ini menunjukkan pentingnya keikhlasan dalam beribadah.

Menjaga Keimanan dan Ketaatan

Hati yang hidup dengan keimanan akan merasa sedih apabila iman dan ketaatan itu hilang, dan senang apabila telah melaksanakan kebaikan. Ini menekankan pentingnya menjaga keimanan dan ketaatan kepada Allah.

Bersyukur atas Cobaan dari Allah

Apabila manusia memahami suatu cobaan yang datang dari Allah dan diterima dengan keridhaan hati, maka cobaan itu akan dirasakannya menjadi sesuatu yang sangat ringan. Ini mengingatkan kita untuk bersyukur atas segala cobaan dari Allah, sebagai wujud kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya.

Implementasi Berilmu Sebelum Beramal dalam Kehidupan

Untuk mengimplementasikan prinsip berilmu sebelum beramal dalam kehidupan, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan. Pertama, meluruskan niat dan tujuan dalam beribadah, sebab niat adalah pilar utama dalam ibadah. Setiap amalan dinilai berdasarkan niat, bukan hanya perbuatannya semata.

Memaknai Kalimat Syahadat

Selanjutnya, kita perlu memaknai kalimat syahadat secara mendalam, sebagai ikrar penentu keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Banyak cerita para sahabat terdahulu yang rela mati demi mempertahankan kalimat syahadat, menunjukkan betapa pentingnya memahami makna di balik dua kalimat tersebut.

Membaca dan Memahami Al-Quran

Tak kalah penting, kita harus membaca dan memahami Al-Quran, karena Al-Quran memberikan petunjuk dan keteguhan hati bagi orang-orang yang beriman. Dengan memahami Al-Quran, keyakinan kepada kebenaran Islam akan semakin kuat, menjadi dasar dalam mengamalkan ilmu yang telah kita pelajari.

Membangun Lingkungan yang Mendukung Keistiqomahan

Selain upaya pribadi, lingkungan juga sangat berpengaruh dalam membangun keistiqomahan. Ada dua hal penting yang dapat kita lakukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung keistiqomahan kita.

Bergaul dengan Orang-Orang Shalih

Pertama, bergaul dengan orang-orang shalih (saleh), baik melalui pertemanan, pengajian, atau majelis ilmu. Sebagaimana pepatah, “Engkau adalah apa yang kau kumpulkan,” maka bergaul dengan orang-orang baik akan mempengaruhi perilaku kita.

Menghadiri Majelis Ilmu

Kedua, menghadiri majelis ilmu, baik di pondok pesantren, masjid, atau tempat pengajian lainnya. Mendengarkan dan mempelajari ilmu-ilmu agama dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta memberikan bimbingan dalam menjalani kehidupan yang bermakna.

Pentingnya Adab dan Etika dalam Menuntut Ilmu

Selain berilmu, adab dan etika juga sangat penting untuk dikuasai dalam menuntut ilmu. Banyak ulama menekankan bahwa mempelajari adab harus didahulukan sebelum mempelajari ilmu itu sendiri. Imam Malik pernah berkata, “Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.” Mempelajari adab membutuhkan proses yang lama, karena adab sangat dipengaruhi oleh lingkungan, baik keluarga maupun masyarakat.

Mempelajari Adab Sebelum Ilmu

Salah satu contoh adab yang perlu diterapkan adalah menghormati guru dan sesama. Seorang ulama besar, Al Habib Lutfi, bahkan mengatakan bahwa beliau selalu berpakaian rapi, wangi, dan bersih saat hendak makan, sebagai bentuk adab terhadap makanan dan pemberi rezeki. Adab yang baik akan menjadi penghias ilmu yang kita miliki.

Menghormati Guru dan Sesama

Selain mempelajari adab sebelum ilmu, menghormati guru dan sesama juga merupakan hal yang sangat penting. Seorang penuntut ilmu harus memiliki sikap yang rendah hati, hormat, dan tawadhu’ kepada guru dan orang-orang di sekitarnya. Hal ini akan membantu kita untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat dan berkah.

Kontinuitas dalam Berilmu Sebelum Beramal

Menjaga kontinuitas dalam berilmu sebelum beramal juga sangat penting. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

Berdoa Memohon Keteguhan Hati

Kita perlu senantiasa berdoa memohon keteguhan hati kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam hadits, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” Allah-lah yang membolak-balikkan hati manusia, sehingga kita perlu memohon pertolongan-Nya agar senantiasa teguh di jalan-Nya.

Istiqamah dalam Mengamalkan Ilmu

Selain berdoa, kita juga harus istiqamah (konsisten) dalam mengamalkan ilmu yang telah kita pelajari. Keistiqomahan adalah kunci untuk mencapai kehidupan yang bermakna. Terus-menerus berkomitmen untuk mengamalkan ilmu yang kita miliki akan membawa kita pada kesuksesan dan ridha Allah SWT.

kontinuitas berilmu sebelum beramal

Kesimpulan

Berilmu sebelum beramal merupakan prinsip yang sangat penting dalam menjalankan kehidupan yang bermakna, sebagaimana diajarkan oleh Ibnu ‘Atha’illah melalui Kitab al-Hikam. Prinsip ini menekankan pentingnya memiliki ilmu, keikhlasan, keimanan, dan ketaatan sebelum melaksanakan amalan. Implementasi prinsip ini dapat dilakukan dengan meluruskan niat dan tujuan, memaknai kalimat syahadat secara mendalam, serta membaca dan memahami Al-Quran.

Selain upaya pribadi, kita juga perlu membangun lingkungan yang mendukung keistiqomahan, seperti bergaul dengan orang-orang shalih dan menghadiri majelis ilmu. Adab dan etika juga sangat penting untuk dikuasai dalam menuntut ilmu, karena adab akan menjadi penghias bagi ilmu yang kita miliki.

Menjaga kontinuitas dalam berilmu sebelum beramal juga sangat penting. Hal ini dapat dilakukan dengan berdoa memohon keteguhan hati kepada Allah SWT dan senantiasa istiqamah dalam mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Dengan menerapkan prinsip berilmu sebelum beramal, kita dapat mewujudkan kehidupan yang bermakna, penuh keberkahan, dan ridha dari Allah SWT.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan prinsip “berilmu sebelum beramal”?

Prinsip “berilmu sebelum beramal” menekankan pentingnya memiliki ilmu, keikhlasan, keimanan, dan ketaatan sebelum melaksanakan amalan. Hal ini diajarkan oleh Ibnu ‘Atha’illah dalam Kitab al-Hikam sebagai prinsip yang sangat penting dalam menjalankan kehidupan yang bermakna.

Siapakah Ibnu ‘Atha’illah al-Iskandari dan apa kontribusinya dalam kajian tasawuf?

Ibnu ‘Atha’illah al-Iskandari adalah ulama tasawuf terkemuka pada zamannya, yang dikenal dengan karyanya yang monumental, Kitab al-Hikam. Kitab ini berisi mutiara-mutiara hikmah dan panduan spiritual yang kaya akan makna dan kedalaman makrifat, serta dipandang sebagai kitab penting dalam kajian tasawuf dan menjadi sumber utama untuk memahami ajaran Tarekat Syadziliyyah.

Apa saja prinsip utama yang terkandung dalam Kitab al-Hikam karya Ibnu ‘Atha’illah?

Beberapa prinsip utama dalam Kitab al-Hikam antara lain: 1) Pentingnya keikhlasan dalam beribadah, 2) Menjaga keimanan dan ketaatan kepada Allah, dan 3) Bersyukur atas segala cobaan dari Allah sebagai wujud kasih sayang-Nya.

Bagaimana cara mengimplementasikan prinsip “berilmu sebelum beramal” dalam kehidupan sehari-hari?

Beberapa cara mengimplementasikan prinsip ini antara lain: 1) Meluruskan niat dan tujuan dalam beribadah, 2) Memaknai kalimat syahadat secara mendalam, dan 3) Membaca dan memahami Al-Quran untuk memperkuat keyakinan dan ketakwaan kepada Allah.

Apa peran lingkungan dalam membangun keistiqomahan seseorang?

Lingkungan sangat berpengaruh dalam membangun keistiqomahan, yaitu dengan: 1) Bergaul dengan orang-orang shalih, dan 2) Menghadiri majelis ilmu untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan serta mendapatkan bimbingan dalam menjalani kehidupan yang bermakna.

Mengapa adab dan etika penting dalam menuntut ilmu?

Adab dan etika sangat penting untuk dikuasai dalam menuntut ilmu, karena adab akan menjadi penghias ilmu yang kita miliki. Salah satu contohnya adalah menghormati guru dan sesama, yang merupakan bentuk adab yang harus diterapkan.

Bagaimana menjaga kontinuitas dalam “berilmu sebelum beramal”?

Kontinuitas dalam “berilmu sebelum beramal” dapat dijaga dengan: 1) Berdoa memohon keteguhan hati kepada Allah SWT, dan 2) Istiqamah (konsisten) dalam mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Link Sumber

Ayo Bantu Donasi

Writer & Blogger

AyobantuDonasi.com adalah pusat informasi yang berfokus sepenuhnya pada donasi, panduan, dan semangat berbagi kebaikan.

All Posts

You May Also Like

Latest News

Categories

Tags

Ayo Bantu Donasi melalui situs ayobantudonasi.com adalah pusat informasi yang berfokus sepenuhnya pada donasi, panduan, dan semangat berbagi kebaikan.

Contact Us

Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau butuh bantuan terkait layanan kami, jangan ragu untuk menghubungi kami.

© 2025 ayobantudonasi.com. All Rights Reserved.