Pengumuman Resmi: Lebanon minta bantuan Pakistan untuk setop serangan Israel

Lebanon minta bantuan Pakistan untuk setop serangan Israel

Kantor Perdana Menteri Lebanon mengumumkan, pada hari Kamis, bahwa Nawaf Salam, pemimpin pemerintah Lebanon, telah meminta dukungan dari Pakistan guna memastikan penghentian serangan Israel terhadap kota Beirut dan penduduk sipilnya. Pernyataan ini disampaikan setelah Salam melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.

“Dengan mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas upaya perdamaian yang dilakukan, Perdana Menteri Lebanon berharap Pakistan dapat memberikan bantuan untuk mengakhiri segera serangan yang menargetkan Lebanon dan rakyatnya,” tulis pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Pakistan berperan penting dalam proses gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Mediasi yang dilakukan Pakistan sukses mendorong Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan henti senjata selama dua minggu dengan Iran. Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz—jalur penting untuk 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair global—akan kembali dibuka sebagai bagian dari kesepakatan itu.

Berkaitan dengan situasi terkini, pesawat tempur dan senjata artileri Israel melakukan serangan terhadap belasan permukiman di daerah selatan Lebanon, termasuk kota Tyre. Meski Trump menyatakan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak masuk dalam kesepakatan dengan Iran, karena keterlibatan gerakan Hizbullah, Iran menganggap hal ini sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah dicapai dengan Washington.