Info Terbaru: Kolumbia, Australia, Jepang dan Irak sambut gencatan senjata AS-Iran
Kolumbia, Australia, Jepang, dan Irak Berharap Gencatan Senjata AS-Iran Memberi Ruang untuk Diplomasi
Pada hari Rabu, Presiden Kolombia Gustavo Petro mengungkapkan dukungan terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan konflik dengan Iran selama dua minggu. “Keputusan Trump terbaru dianggap tepat, karena tidak ada yang bisa menghancurkan peradaban manusia,” kata Petro di platform X.
Australia Mengapresiasi Kesepakatan Gencatan Senjata
Perdana Menteri Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong mengatakan, “Australia menyambut baik kesepakatan antara AS, Israel, dan Iran mengenai gencatan senjata dua minggu untuk membicarakan penyelesaian konflik di wilayah Timur Tengah.”
“Australia menyambut baik kesepakatan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mengenai gencatan senjata selama dua minggu untuk merundingkan resolusi konflik di Timur Tengah,” demikian bunyi pernyataan bersama.
Negara ini menekankan kerja sama dengan mitra internasional agar pelayaran melalui Selat Hormuz bisa kembali berjalan lancar, yang berdampak pada ketersediaan sumber daya penting.
Jepang dan Irak Melihat Potensi Pemulihan Ketegangan
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menyatakan bahwa negaranya mendukung keputusan Trump untuk menghentikan serangan militer terhadap Iran. “Prioritas utama adalah mencapai penyelesaian konflik, termasuk memastikan keamanan navigasi di Selat Hormuz,” tambah Kihara.
Menurut Menteri Luar Negeri Irak, negara tersebut menyambut gencatan senjata AS-Iran, yang diharapkan dapat mengurangi ketegangan di wilayah tersebut. Selain itu, Mesir menyebut penghentian permusuhan memberikan peluang untuk dialog dan perundingan.
Trump Umumkan Gencatan Senjata Bilateral
Dalam sebuah pengumuman pada Selasa malam, Trump menyatakan telah menyetujui gencatan senjata bilateral dengan Iran selama dua minggu. Ia berjanji bahwa Iran juga setuju untuk membuka jalur Selat Hormuz.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa setelah gencatan senjata, Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS di Islamabad, Pakistan.
