Tim SAR kembali evakuasi korban reruntuhan rumah di Kota Medan
Evakuasi Korban Reruntuhan Rumah di Medan: Tim SAR Selesaikan Operasi dengan Penemuan Korban Terakhir
Ayobantudonasi.com – Kota Medan kembali menjadi pusat perhatian publik setelah tim SAR gabungan melakukan operasi evakuasi menyeluruh terhadap korban-korban yang tertimbun reruntuhan bangunan di kawasan perumahan Grand Polonia. Operasi ini berlangsung intensif sejak Selasa dini hari hingga sore hari, dengan hasil yang memuaskan. Tim SAR kembali evakuasi korban reruntuhan – sebuah tugas yang menuntut ketelitian dan kerja keras seluruh personel yang terlibat. Setelah melalui proses pencarian yang cukup panjang, akhirnya seluruh target operasi berhasil dievakuasi dengan penemuan korban terakhir pada hari Selasa sore.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengonfirmasi bahwa korban terakhir yang ditemukan merupakan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan ini menandai selesainya seluruh rangkaian operasi evakuasi yang telah dilakukan selama hampir satu hari penuh. Seluruh personel SAR bekerja tanpa henti memastikan tidak ada korban yang tertinggal di bawah timbunan material bangunan.
Timeline dan Rincian Penemuan Korban
Operasi SAR ini dimulai sejak Selasa dini hari dengan berbagai tahapan penemuan korban yang sistematis. Korban pertama berhasil dievakuasi pada pukul 02.20 WIB, yang juga merupakan seorang perempuan. Proses pencarian kemudian berlanjut sepanjang hari dengan menggunakan berbagai metode dan peralatan canggih. Pada pukul 15.40 WIB, tim gabungan kembali menemukan korban kedua yang juga berjenis kelamin perempuan.
Titik puncak operasi terjadi pada pukul 18.20 WIB ketika korban terakhir berhasil ditemukan di bawah timbunan material bangunan dalam keadaan meninggal dunia.
Korban terakhir berhasil ditemukan pada pukul 18.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia di bawah timbunan material bangunan,
jelas Hery Marantika saat memberikan keterangan di Medan pada hari Selasa.
Korban ketiga yang ditemukan tersebut kemudian segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses lebih lanjut bersama para pemangku kebijakan yang terkait. Hery Marantika menambahkan bahwa korban terakhir ini merupakan korban yang terakhir kali ditemukan, setelah sebelumnya tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi korban-korban lainnya dalam peristiwa tragis tersebut.
Strategi Operasional dan Pembagian Tim SAR
Dalam melaksanakan operasi pencarian, tim SAR membagi kekuatan menjadi empat tim dengan tugas dan peralatan yang berbeda-beda. SRU I bertugas melaksanakan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal di sekitar lokasi kejadian. Metode ini memungkinkan identifikasi korban dari jarak jauh dengan akurasi tinggi, terutama pada kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Sementara itu, SRU II melakukan pencarian dan evakuasi dengan menerapkan metode ASR 1 pada area yang lebih luas. Tim ini juga bertanggung jawab untuk identifikasi potensi bahaya serta pengembangan sektor pencarian agar tidak ada area yang terlewatkan. SRU III melakukan pencarian cepat menggunakan metode ASR 3 dengan fokus khusus pada struktur bangunan yang diperkirakan masih menyimpan korban di dalamnya, menggunakan peralatan ekstrikasi yang memadai.
SRU IV memiliki peran krusial dalam proses evakuasi material reruntuhan dengan dukungan berbagai alat berat. Crane, mobil tangga pemadam kebakaran, ekskavator, serta alat pemotong besi menjadi peralatan utama yang digunakan tim ini untuk membuka akses menuju titik-titik yang diduga terdapat korban di bawah reruntuhan.
Kolaborasi Berbagai Instansi dan Hasil Akhir
Operasi SAR ini melibatkan banyak instansi dan lembaga pemerintah. Brimob Polda Sumatera Utara, Dit Samapta Polda Sumatera Utara, TNI, dan Polri turut serta dalam operasi ini. BPBD Kota Medan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Perhubungan juga memberikan kontribusi signifikan. Tenaga kesehatan, pemerintah setempat, PT MBS, serta unsur SAR gabungan lainnya melengkapi tim yang bekerja tanpa henti.
Dengan ditemukan-nya korban terakhir, seluruh target operasi telah berhasil dievakuasi sehingga Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup,
ujar Hery Marantika dengan penuh rasa syukur.
Berdasarkan data akhir yang dikumpulkan, terdapat tujuh orang korban dalam peristiwa ini. Empat orang berhasil selamat dan tiga orang ditemukan meninggal dunia. Hery Marantika menekankan bahwa keberhasilan menemukan korban terakhir ini merupakan hasil kerja keras seluruh unsur SAR gabungan yang bekerja tanpa henti sejak operasi dimulai. Seluruh elemen yang terlibat menunjukkan dedikasi tinggi dalam memastikan tidak ada korban yang tertinggal di bawah reruntuhan bangunan. Tim SAR kembali evakuasi korban dengan penuh semangat dan profesionalisme, memberikan harapan bagi keluarga para korban.
