Sampah harus punya alamat
Sampah Harus Punya Alamat agar Tidak Menjadi Beban Kota
Ayobantudonasi.com – Sampah harus punya alamat bukan sekadar slogan, melainkan prinsip penting dalam pengelolaan lingkungan perkotaan. Penertiban aktivitas pengelolaan sampah tanpa izin di Keputih, Surabaya, menunjukkan bahwa setiap material sisa dari rumah tangga, pasar, hotel, restoran, dan kafe harus memiliki jalur penanganan yang jelas. Tanpa sistem tersebut, sampah berisiko menumpuk di lokasi yang tidak layak dan mengganggu warga.
Pemerintah Kota Surabaya menertibkan kegiatan di tujuh bidang tanah milik pemerintah yang digunakan untuk usaha pengelolaan sampah tanpa izin. Langkah itu merupakan kelanjutan penanganan pada Agustus 2026. Pendataan bersama kelurahan dan kecamatan menemukan 97 persil yang dipakai secara tidak sah untuk aktivitas terkait sampah.
Temuan tersebut menandakan persoalan yang lebih besar daripada satu atau dua titik pembuangan liar. Di Keputih, kegiatan pemilahan, pengumpulan, hingga perdagangan bahan bekas telah menjadi bagian dari rantai ekonomi. Karena itu, penanganannya perlu mencakup asal material, pihak yang mengangkut, proses pemilahan, pembeli bahan daur ulang, serta penanganan residu yang tidak memiliki nilai jual.
Surabaya Menghadapi Timbulan Sampah Harian
Surabaya menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari. Dari jumlah itu, kurang lebih 200 ton telah ditangani masyarakat melalui pemilahan, tempat pengelolaan sampah berbasis 3R, dan bank sampah. Sementara sekitar 1.600 ton per hari masih dikirim ke TPA Benowo.
Data tersebut memperlihatkan besarnya peluang pengurangan sampah dari sumber. Pemilahan dapat membantu bahan yang masih bernilai untuk digunakan kembali atau didaur ulang, sekaligus mengurangi tekanan terhadap tempat pemrosesan akhir. Namun, kegiatan ini tetap memerlukan lokasi yang sah, sarana memadai, dan pengawasan lingkungan.
Pemilahan di tanah tanpa izin berpotensi hanya memindahkan persoalan. Bahan yang bernilai memang dapat masuk ke pasar daur ulang, tetapi residu yang tidak laku sering kali tertinggal dan menjadi sumber pencemaran. Bau, air lindi, dan tumpukan material dapat memengaruhi kualitas lingkungan di sekitar lokasi.
Menelusuri Jalur dari Sumber hingga Residu
Pada penertiban Agustus di area sekitar 1,4 hektare di Keputih, Pemkot Surabaya mengangkut sekitar 32 truk sampah yang dinilai tidak memiliki nilai ekonomi ke TPA Benowo. Kawasan itu juga menjadi tempat pemilahan material dari sektor hotel, restoran, dan kafe. Saat penanganan dilakukan, tercatat sekitar 22 hingga 24 kelompok beraktivitas di lokasi tersebut.
Fakta ini menegaskan bahwa sampah tidak muncul begitu saja di suatu lahan. Ada penghasil, pengangkut, pemilah, pengepul, pembeli material, hingga pihak yang bertanggung jawab atas residu. Pengawasan yang hanya berfokus pada titik penumpukan tidak cukup apabila rantai sebelumnya tidak ikut ditata.
Surabaya memiliki ribuan pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe serta puluhan vendor pengangkutan. Alur pengelolaan dari setiap pelaku perlu dipetakan agar material yang keluar dari tempat usaha benar-benar menuju fasilitas yang sesuai, bukan ke lokasi tanpa izin atau tanpa perlindungan lingkungan.
Pengelolaan yang tertib berarti setiap penghasil, pengangkut, dan pemilah mengetahui tujuan akhir material yang mereka tangani.
Nilai Ekonomi Harus Sejalan dengan Kepastian Aturan
Bahan bekas yang dapat dipakai ulang atau didaur ulang memiliki nilai ekonomi. Nilai inilah yang mendorong tumbuhnya kegiatan pengumpulan dan pemilahan. Namun, manfaat ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan ketentuan penggunaan lahan, keselamatan kerja, dan pengendalian dampak lingkungan.
Prinsip bahwa sampah harus punya alamat dapat diterapkan melalui penetapan lokasi pengolahan yang legal, pencatatan jalur pengangkutan, pemilahan sejak sumber, serta tanggung jawab yang jelas terhadap residu. Dengan begitu, pekerja di sektor pemulihan material tetap dapat terlibat dalam ekonomi sirkular tanpa bekerja di ruang yang tidak aman atau tidak resmi.
Penertiban dan pemilahan bukan dua kebijakan yang saling bertentangan. Kota tetap membutuhkan pengurangan sampah dan pemanfaatan material bernilai, tetapi seluruh prosesnya harus berlangsung dalam sistem yang dapat diawasi. Tujuannya bukan hanya membuat lingkungan lebih bersih, melainkan memastikan beban sampah tidak dipindahkan kepada warga di sekitar lokasi penumpukan.
FAQ Pengelolaan Sampah di Kota
Mengapa sampah perlu memiliki tujuan akhir yang jelas?
Tujuan akhir yang jelas membantu memastikan sampah diangkut ke fasilitas yang sesuai, dipilah secara aman, dan residunya tidak dibuang sembarangan. Hal ini juga memudahkan pemerintah mengawasi dampak terhadap lingkungan dan warga.
Apa manfaat memilah sampah dari rumah atau tempat usaha?
Pemilahan membuat bahan yang masih dapat digunakan kembali atau didaur ulang lebih mudah diproses. Langkah ini dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA dan mencegah material bernilai tercampur dengan residu.
Apakah semua kegiatan pemilahan sampah diperbolehkan?
Tidak. Kegiatan pemilahan harus mengikuti ketentuan lokasi, penggunaan lahan, dan pengendalian lingkungan. Pemilahan yang dilakukan tanpa izin atau tanpa penanganan residu yang layak dapat menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan sekitar.