Ayo Bantu Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Penanganan perundungan di Tangsel utamakan kepentingan terbaik anak

Published 03/10/2026 · Updated 03/10/2026 · By Sari Saputra - ayobantudonasi.com

Foto : Sari Saputra - ayobantudonasi.com

Penanganan Dugaan Perundungan di Serpong Fokus pada Perlindungan Anak

Ayobantudonasi.com – Kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang anak di sebuah sekolah internasional di Serpong, Tangerang Selatan, menjadi perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Penanganannya ditekankan untuk tetap berpijak pada keselamatan, perlindungan, serta kepentingan terbaik bagi anak yang terdampak.

Dugaan kejadian tersebut berlangsung pada 26 Agustus 2026 ketika kegiatan Pramuka berlangsung. Anak yang menjadi korban dilaporkan mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan sejumlah kakak kelas hingga menimbulkan luka. Setelah kejadian, pihak sekolah mempertemukan keluarga korban dengan pihak-pihak yang diduga terlibat untuk membicarakan penyelesaian masalah.

Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan bahwa pilihan keluarga untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tetap dihormati. Namun, pilihan itu tidak menutup kemungkinan bagi anak dan keluarganya untuk memperoleh perlindungan maupun pendampingan dari lembaga terkait apabila diperlukan.

“Kami menghormati keputusan keluarga untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, tetapi akses terhadap layanan perlindungan dan pendampingan tetap terbuka bagi anak dan keluarga sesuai dengan kebutuhan,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Sabtu.

Koordinasi layanan perlindungan

Untuk menindaklanjuti dugaan perundungan tersebut, Tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak atau SAPA 129 KemenPPPA telah melakukan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Tangerang Selatan. Langkah ini ditujukan untuk mengetahui kondisi anak, memahami kebutuhan keluarganya, dan memastikan bantuan tersedia bila dibutuhkan.

UPTD PPA Kota Tangerang Selatan juga telah menjalin komunikasi dengan keluarga korban serta pihak sekolah. Pendampingan dapat disesuaikan dengan situasi yang dihadapi anak dan keluarganya, sebab setiap kasus memiliki kebutuhan perlindungan yang berbeda. Penanganan tidak semata-mata berkaitan dengan penyelesaian antara pihak yang terlibat, melainkan juga dengan rasa aman anak setelah peristiwa terjadi.

“Ketika anak dan keluarga membutuhkan bantuan, UPTD PPA siap hadir memberikan pendampingan sesuai kebutuhan. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor ketika melihat, mendengar, atau mengetahui adanya kekerasan terhadap anak,” kata Arifah Fauzi.

Ajakan untuk melapor menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan anak. Anak, keluarga, tenaga pendidik, maupun masyarakat sekitar perlu memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan dugaan kekerasan. Pelaporan memungkinkan kondisi anak segera diperhatikan dan kebutuhan pendampingan dapat diidentifikasi lebih awal.

Lingkungan pendidikan harus aman

Di lingkungan sekolah yang sama, terdapat pula dugaan kekerasan seksual terhadap anak yang sebelumnya telah ditangani dan memperoleh pendampingan. Dua dugaan kekerasan terhadap anak dalam lingkungan satuan pendidikan tersebut mendapat perhatian KemenPPPA.

Menteri Arifatul Choiri Fauzi menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang memberi rasa aman bagi setiap peserta didik. Anak berhak belajar, berinteraksi, dan mengikuti kegiatan sekolah tanpa menghadapi ancaman kekerasan, baik dalam bentuk fisik, seksual, maupun bentuk lainnya.

“Dua dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan satuan pendidikan ini menjadi perhatian kami. Setiap anak berhak mendapatkan rasa aman di lingkungan pendidikan. Karena itu, ketika ada dugaan kekerasan, penanganannya harus tetap mengutamakan keamanan, perlindungan, dan kepentingan terbaik bagi anak,” kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Penanganan yang berorientasi pada kepentingan terbaik anak berarti kebutuhan korban tidak boleh terabaikan dalam proses penyelesaian. Kondisi fisik, rasa aman, kebutuhan pendampingan, dan kemampuan anak untuk kembali menjalani aktivitas pendidikan perlu mendapat perhatian. Keluarga juga membutuhkan akses terhadap informasi dan layanan yang relevan agar dapat mengambil langkah sesuai kebutuhan anak.

Sekolah memiliki peran langsung untuk merespons setiap dugaan kekerasan secara cepat. Mekanisme pengaduan perlu berjalan sehingga anak dapat meminta bantuan tanpa merasa takut atau tertekan. Ruang aman untuk berbicara penting agar pengalaman anak didengar dan tidak dianggap sebagai persoalan kecil.

“Sekolah perlu segera merespons setiap dugaan kekerasan, memastikan mekanisme pengaduan berjalan, dan memberikan ruang aman bagi anak untuk menyampaikan pengalaman serta meminta pertolongan,” kata Arifah Fauzi.

Kekerasan bukan bagian dari candaan

KemenPPPA mengingatkan agar satuan pendidikan tidak memandang kekerasan sebagai candaan atau bagian yang wajar dari pergaulan anak. Sikap semacam itu dapat membuat pengalaman korban diabaikan dan menghambat anak untuk mencari pertolongan.

Perbedaan usia atau posisi antarsiswa tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan tindakan yang melukai anak. Kegiatan sekolah, termasuk kegiatan di luar pembelajaran rutin seperti Pramuka, tetap memerlukan lingkungan yang menjaga keamanan seluruh peserta. Ketika muncul dugaan kekerasan, respons yang berpihak pada perlindungan anak menjadi hal utama.

Kasus di Serpong ini menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga, sekolah, layanan perlindungan anak, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman. Anak yang membutuhkan bantuan harus dapat memperoleh pendampingan, sementara setiap dugaan kekerasan perlu ditangani dengan serius tanpa mengesampingkan hak serta masa depan anak.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Penanganan perundungan di Tangsel utamakan kepentingan?

Penanganan perundungan di Tangsel utamakan kepentingan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Penanganan perundungan di Tangsel utamakan kepentingan matter?

Penanganan perundungan di Tangsel utamakan kepentingan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.