Pemprov Jateng minta seluruh jalur pendakian gunung ditutup sementara
Jalur Pendakian Gunung di Jawa Tengah Diminta Ditutup Sementara
Ayobantudonasi.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta seluruh akses pendakian gunung ditutup untuk sementara waktu sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pembatasan juga diarahkan pada kegiatan warga di kawasan lereng gunung, terutama aktivitas yang berisiko memunculkan api.
Kebijakan ini muncul setelah kebakaran terjadi di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing. Penanganan juga terus berlangsung di Gunung Pakuwaja, kawasan Dieng. Pemerintah daerah berupaya menekan potensi perluasan api di tengah kondisi kawasan pegunungan yang perlu mendapat pengawasan lebih ketat.
Aktivitas di Lereng Gunung Dibatasi
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyampaikan bahwa pembatasan pendakian merupakan tindak lanjut atas masukan Polda Jawa Tengah kepada pengelola balai taman nasional di wilayah tersebut.
Selain pendaki, kegiatan para petani dan pihak lain di area gunung juga diharapkan dapat dikurangi selama masa pencegahan kebakaran. Penggunaan api di kawasan atas gunung menjadi perhatian utama karena dugaan awal kebakaran di Lawu dan Sumbing berkaitan dengan kesalahan manusia.
"Kejadian kebakaran di Gunung Lawu dan Sumbing diduga karena 'human error'. Dugaan awal ya. Karenanya, aktivitas kegiatan di gunung ini, baik itu petani maupun pendaki, harapannya bisa diminimalisir untuk tidak menggunakan api di atas," katanya.
Pembatasan tersebut dimaksudkan untuk memberi ruang bagi petugas menangani titik api sekaligus mencegah kejadian baru. Kawasan hutan dan lereng gunung memerlukan kehati-hatian tinggi saat risiko kebakaran meningkat, sebab api dapat menyebar melalui vegetasi kering dan medan yang sulit dijangkau.
DLHK Hubungi Pengelola Kawasan Gunung
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah telah menghubungi Balai Taman Nasional dan Perhutani untuk menjalankan pembatasan maupun larangan aktivitas di kawasan gunung. TNI dan Polri juga menerima tembusan terkait langkah tersebut.
Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah Heru Djatmika membenarkan adanya surat imbauan yang ditujukan kepada pengelola pos pendakian di seluruh wilayah Jawa Tengah. Surat DLHK Jateng Nomor S/500.4/891/2026 tertanggal Rabu, 21 Oktober 2026, memuat perihal Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung dan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar.
Penutupan sementara mencakup sejumlah jalur menuju gunung yang banyak didatangi pendaki, antara lain Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, serta Gunung Slamet. Gunung-gunung lain di Jawa Tengah juga masuk dalam imbauan tersebut.
"Baik Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, maupun Gunung Slamet dan lainnya untuk sementara waktu menutup pintu masuk pendakian," katanya.
Bagi calon pendaki, keputusan ini berarti rencana perjalanan ke gunung perlu ditunda hingga akses dinyatakan kembali aman dan dibuka oleh pengelola resmi. Penutupan jalur bukan sekadar pembatasan wisata alam, tetapi bagian dari perlindungan terhadap keselamatan pengunjung, warga sekitar, petugas pemadam, dan ekosistem pegunungan.
Penanganan Api di Lawu dan Sumbing
Di Gunung Lawu, operasi pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Upaya dari udara menggunakan water bombing, sementara petugas di lapangan juga membuat pembatas jalur api agar kebakaran tidak menjalar lebih luas.
Sejumlah titik kebakaran di Gunung Lawu berada hingga sekitar 5 kilometer dari permukiman warga. Jarak tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pengendalian api dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, meski medan pegunungan menuntut penanganan yang tidak sederhana.
Untuk kebakaran di Gunung Sumbing, pemerintah telah mengirim surat pengajuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk memindahkan satu unit helikopter dari Gunung Lawu. Rencana penanganannya juga mencakup water bombing agar pemadaman dari udara dapat membantu kerja tim darat.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya menyatakan bahwa dua helikopter TNI telah disiapkan guna mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Lawu serta Sumbing. Keterlibatan BNPB diperlukan dalam pelaksanaan pemadaman dari udara setelah status penanganan ditingkatkan menjadi tanggap darurat.
"Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Kalau bisa water bombing di Lawu kita geser ke Sumbing. Sehingga dua tempat ini bisa kita atasi bersama-sama," katanya.
Penutupan akses pendakian dan pembatasan kegiatan di lereng gunung diharapkan menjadi langkah bersama untuk mengurangi ancaman kebakaran. Masyarakat yang tinggal, bekerja, atau berkunjung ke sekitar kawasan gunung perlu menghindari penggunaan api terbuka serta mengikuti arahan petugas dan pengelola kawasan hingga situasi kembali terkendali.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pemprov Jateng minta seluruh jalur pendakian?Pemprov Jateng minta seluruh jalur pendakian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pemprov Jateng minta seluruh jalur pendakian matter?Pemprov Jateng minta seluruh jalur pendakian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.