Basarnas pastikan temuan terpal hijau 10×10 meter bukan KM Arupadhatu
Basarnas Pastikan Temuan Terpal Hijau 10x10 Meter Bukan KM Arupadhatu I
Ayobantudonasi.com – Basarnas pastikan temuan terpal hijau 10x10 meter di perairan Selat Sunda tidak berkaitan dengan KM Arupadhatu I. Benda terapung tersebut ditemukan saat operasi pencarian kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis dan telah putus kontak sejak Senin, 7 September.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menjelaskan, kepastian itu diperoleh setelah tim membandingkan temuan di laut dengan informasi mengenai perlengkapan kapal. Hasil koordinasi sejak awal menunjukkan bahwa KM Arupadhatu I tidak membawa terpal, sehingga objek berwarna hijau tersebut tidak dapat dijadikan petunjuk keberadaan kapal maupun para penumpangnya.
"Dari awal kita sudah koordinasi dan kami sampaikan bahwa kapal tersebut (KM Arupadatu I) tidak membawa terpal. Terpal hijau berukuran kurang lebih 10x10 meter yang ditemukan hari ini sudah kita konfirmasi bukan milik kapal korban," kata Al Amrad dari Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, pada Rabu malam.
Terpal Ketiga yang Diperiksa Tim SAR
Terpal hijau itu terlihat oleh awak KN SAR Tetuka sekitar pukul 11.30 WIB. Temuan tersebut menjadi terpal ketiga yang tercatat selama operasi pencarian berlangsung. Setelah dilakukan pemeriksaan, seluruh terpal yang ditemukan mengapung dinyatakan tidak berkaitan dengan KM Arupadhatu I.
Basarnas pastikan temuan terpal hijau 10x10 meter melalui proses verifikasi agar informasi dari lapangan tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru. Dalam operasi pencarian di laut, setiap benda terapung yang diduga memiliki hubungan dengan kapal atau penumpang harus diperiksa secara teliti sebelum digunakan sebagai dasar untuk menentukan arah pencarian berikutnya.
Konfirmasi bahwa benda tersebut bukan bagian dari kapal membuat tim gabungan tetap berpegang pada pola penyisiran dan pemodelan pencarian yang telah disusun. Temuan di laut tetap dicatat serta diperiksa, namun tidak semua objek yang terlihat di wilayah operasi dapat dihubungkan dengan kapal yang sedang dicari.
Penyisiran Memasuki Hari Kesembilan
Pada hari kesembilan pencarian, KN SAR Tetuka melakukan penyisiran di Sektor H bersama KRI Kerambit, KRI Gilimanuk, dan KN Damaru. Area yang diperiksa meliputi perairan pesisir sekitar Gunung Anak Krakatau sampai wilayah di selatan Pulau Sebesi.
Sejumlah unsur laut tetap dikerahkan untuk menyisir delapan sektor pencarian. Hingga Rabu malam, tim belum menemukan petunjuk pasti mengenai posisi delapan penumpang maupun keberadaan fisik KM Arupadhatu I. Operasi terus dilakukan dengan pembagian wilayah agar armada dapat menjangkau kawasan pencarian secara lebih terarah.
Luas area pencarian pada hari kesembilan mencapai 3.439 nautical mile persegi. Cakupan tersebut membentang dari perairan pesisir Gunung Anak Krakatau di batas Provinsi Banten dan Lampung hingga pesisir Pulau Enggano di Provinsi Bengkulu.
Wilayah pencarian yang luas menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan. Selat Sunda berada di antara Pulau Jawa dan Sumatra, sedangkan area operasi telah menjangkau perairan yang lebih jauh dari titik awal pencarian. Karena itu, pembagian sektor dan koordinasi antarunsur laut diperlukan untuk menghindari tumpang tindih penyisiran serta memastikan wilayah yang dinilai penting tetap dipantau.
Evaluasi Sebelum Perpanjangan Operasi Berakhir
Al Amrad menyampaikan bahwa pemodelan pencarian akan kembali dievaluasi untuk memaksimalkan sisa masa perpanjangan operasi SAR. Perpanjangan pencarian terhadap delapan penumpang KM Arupadhatu I sebelumnya dijadwalkan berakhir pada Kamis, 17 September.
Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan hasil penyisiran di setiap sektor, kondisi wilayah pencarian, serta seluruh temuan yang sudah diverifikasi. Basarnas pastikan temuan terpal hijau 10x10 meter tidak memiliki kaitan dengan kapal korban, sehingga pencarian tetap membutuhkan petunjuk lain yang lebih kuat.
"Kami akan evaluasi besok bagaimana. Terima kasih bapak-Ibu sekalian, rekan-rekan jurnalis masih setia menunggu. Masih tetap dengan harapan yang sama, kita semua, semoga ada tanda-tanda korban segera ditemukan," kata Al Amrad.
Meski tiga terpal yang ditemukan tidak terkait dengan KM Arupadhatu I, tim tetap melanjutkan pemeriksaan terhadap setiap laporan dan objek yang muncul di area operasi. Langkah tersebut penting untuk memastikan tidak ada informasi yang terlewat dalam upaya menemukan delapan penumpang dan kapal yang dicari.
FAQ Pencarian KM Arupadhatu I
Apakah terpal hijau berukuran 10x10 meter berasal dari KM Arupadhatu I?
Tidak. Setelah dilakukan konfirmasi dan pencocokan dengan perlengkapan kapal, terpal hijau berukuran sekitar 10x10 meter itu dipastikan bukan milik KM Arupadhatu I.
Berapa terpal yang telah ditemukan selama operasi pencarian?
Hingga temuan tersebut, tim SAR telah mendata tiga terpal yang mengapung di wilayah operasi. Ketiganya telah diperiksa dan tidak berkaitan dengan KM Arupadhatu I.
Di mana saja area pencarian dilakukan?
Pencarian mencakup delapan sektor, termasuk perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, selatan Pulau Sebesi, hingga wilayah yang menjangkau pesisir Pulau Enggano di Provinsi Bengkulu.
Apa langkah berikutnya setelah terpal dipastikan bukan milik kapal?
Tim gabungan melanjutkan penyisiran dan mengevaluasi pemodelan pencarian berdasarkan hasil operasi sebelumnya. Fokus utama tetap menemukan tanda yang dapat mengarah pada delapan penumpang dan keberadaan KM Arupadhatu I.