Basarnas: Korban selamat KM Nurul Salsa total menjadi 59 orang

Operasi SAR Hari Kelima: Dua Penumpang KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat di Pulau Balaloho

ayobantudonasi.com – Basarnas – Makassar — Tim SAR gabungan mencatatkan perkembangan positif dalam misi penyelamatan penumpang KM Nurul Salsa. Dua orang korban yang sebelumnya dinyatakan hilang kini kembali ditemukan dalam keadaan selamat. Penemuan ini dilakukan oleh kru kapal nelayan saat mereka terdampar di Pulau Balaloho, yang terletak di wilayah Kabupaten Pangkajene Kepulauan atau yang lebih dikenal sebagai Pangkep, Sulawesi Selatan. Dengan adanya kabar gembira ini, jumlah korban selamat dari kecelakaan kapal tersebut bertambah menjadi 59 orang.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan apresiasi atas temuan ini. Ia menjelaskan bahwa hari kelima operasi SAR berhasil menemukan dua korban lagi. “Alhamdulillah, pada hari kelima operasi SAR kembali ditemukan dua korban dalam keadaan selamat di Pulau Balaloho,” ungkap Andi Sultan pada hari Minggu. Kedua korban tersebut awalnya ditemukan oleh KM Bari Baria 05 dan kini sedang dalam proses evakuasi menggunakan KRI Marlin 877 menuju Pelabuhan Benteng di Selayar.

Identitas Korban dan Proses Evakuasi

Tim SAR Gabungan telah mengonfirmasi identitas kedua korban yang ditemukan. Korban pertama adalah seorang perempuan berusia 46 tahun bernama Nurmiati. Korban kedua adalah seorang laki-laki berusia 24 tahun bernama Jasmal. Keduanya merupakan warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Saat ditemukan, kedua korban berada di atas sebuah gabus dan mengenakan jaket pelampung. Mereka kemudian dievakuasi ke Pulau Matala’ang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep. Setelah itu, KRI Marlin 877 melanjutkan perjalanan membawa mereka menuju Pulau Jampea untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Kedua korban mengaku terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut setelah dua malam bersama dan karena kondisi jenazah telah membusuk. Identitas ketiga korban belum dapat dipastikan, dan akan didalami lebih lanjut, setelah kondisi kedua korban memungkinkan dimintai keterangannya,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan awal dari kedua korban, sebelumnya terdapat lima orang yang bertahan hidup di atas gabus tersebut setelah kecelakaan kapal terjadi. Namun, selama hanyut di lautan selama beberapa hari, tiga orang di antaranya diduga meninggal dunia. Jenazah ketiga korban tersebut dilepaskan ke laut karena kondisi yang membusuk setelah dua malam bersama.

Detail Operasi SAR dan Kondisi Kapal

Operasi SAR hari kelima dilakukan di area seluas 1.305 nautical mile persegi. Area pencarian dibagi menjadi empat sektor dengan dukungan berbagai kapal dan instansi. Kapal yang terlibat antara lain KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, dan KRI Hiu 634. Selain itu, unsur TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, serta kapal nelayan juga turut membantu pencarian.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, menjelaskan bahwa informasi penemuan kedua korban siang tadi diketahui merupakan penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam pada Rabu (15/7). Kapal tersebut tenggelam di Perairan Selayar, sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Selayar, Sulsel. Informasi penemuan korban ini diperoleh setelah personel Polres Kepulauan Selayar berkoordinasi dengan Ketua BPD Sabalana, Faril Paharu.

Korban ditemukan sekitar pukul 13.00 WITA oleh kapal nelayan KM Bari-Baria 05 asal Kabupaten Pangkep di perairan Pulau Sanipa, Kepulauan Sabalana. Komandan KRI Marlin-877, Letkol Laut (P) Rahmad Kurniawan Sembiring, menyampaikan bahwa setelah ditemukan kapal nelayan, korban dievakuasi ke atas KRI Marlin-877 untuk mendapatkan pertolongan pertama serta perawatan medis dasar dari tim kesehatan kapal.

Operasi SAR tetap dilanjutkan pada pukul 16.00 WITA bersama KRI Marlin-877 dengan melaksanakan pencarian intensif untuk menemukan tiga orang rekan korban lainnya yang masih hilang. “Korban kami bawa ke Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut lagi di sana,” kata Komandan KRI Marlin-877.

Kapal KM Nurul Salsa diketahui berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa 78 penumpang. Kapal tenggelam setelah mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan di posisi perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 NM dari Pelabuhan Benteng Selayar.

Dengan ditemukannya dua korban tersebut, status korban KM Nurul Salsa kini tercatat sebagai 59 orang selamat, satu orang meninggal dunia, dan 18 orang masih dalam pencarian. Oleh karena itu, Basarnas terus mengoptimalkan seluruh unsur dan alat yang terlibat agar korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.