Ayo Bantu Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tiga ilustrator lokal kemas karya seni Disney bertema jajanan pasar

Published 18/09/2026 · Updated 18/09/2026 · By Wahyu Maulana - ayobantudonasi.com

Foto : Wahyu Maulana - ayobantudonasi.com

Disney Jajan Hadirkan Stitch dan Angel dalam Nuansa Jajanan Pasar

Ayobantudonasi.com – Karakter Stitch dan Angel tampil dengan wajah yang berbeda di Jakarta Illustration and Creative Arts Fair (JICAF) 2026. Lewat proyek bertajuk “Disney Jajan”, tiga ilustrator Indonesia—Ykha Amelz, WD Wily, dan Liunic—mengolah karakter Disney tersebut menjadi karya visual yang dekat dengan suasana jajanan pasar.

Kolaborasi ini mempertemukan karakter global dengan cara bercerita yang berangkat dari keseharian lokal. Setiap ilustrator menghadirkan pendekatan visual masing-masing, namun tetap menjaga ciri utama Stitch dan Angel agar mudah dikenali penggemarnya.

Hasil pengembangan karya tersebut tidak berhenti sebagai pajangan seni di JICAF 2026. Desain yang dibuat ketiganya akan digunakan untuk sekitar 100 varian produk atau Stock Keeping Unit (SKU), mencakup produk gaya hidup, art toys, perhiasan emas, serta apparel melalui kemitraan komersial bersama sejumlah rekan bisnis Disney.

Tiga Sudut Pandang Ilustrator Indonesia

Perbedaan gaya menjadi salah satu kekuatan utama “Disney Jajan”. Ykha Amelz membawa elemen makanan ke dalam ilustrasinya, sementara WD Wily menampilkan energi pasar malam. Liunic, di sisi lain, membangun rangkaian cerita tentang kebiasaan jajan yang berlangsung dari pagi hingga malam.

“Mbak Ykha Amelz membawa tema food marker, banyak pakai elemen makanan. Sementara itu, Willy Devis (WD Willy) mengusung konsep pasar malam yang penuh warna vibrant dan lampu, serta Martcellia Liunic (Liunic) yang merangkai seluruh aktivitas jajan dari pagi, siang ke malam,” ujar perwakilan Consumer Product Disney, Elis.

Pendekatan itu membuat jajanan pasar tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi. Unsur makanan, suasana keramaian, warna lampu, dan momen membeli camilan menjadi bagian dari latar cerita yang membentuk pengalaman visual karakter. Dengan demikian, Stitch dan Angel ditempatkan dalam suasana yang akrab bagi publik Indonesia tanpa menghilangkan identitas aslinya.

Dalam proyek seperti ini, ilustrasi berperan sebagai jembatan antara karakter hiburan dan benda-benda yang digunakan sehari-hari. Karya yang pada awalnya dinikmati sebagai visual pameran dapat berkembang menjadi produk yang menjangkau penggemar dalam bentuk yang lebih luas.

Dari Pameran ke Produk Gaya Hidup

Komersialisasi karya “Disney Jajan” dirancang agar interpretasi para ilustrator dapat hadir di berbagai kategori produk. Kehadiran produk gaya hidup, mainan koleksi, perhiasan, dan pakaian memberi ruang bagi publik untuk menemukan karya tersebut sesuai minat masing-masing.

Langkah ini juga menunjukkan bagaimana kreativitas ilustrator lokal dapat memperoleh tempat dalam ekosistem lisensi karakter. Nilai sebuah ilustrasi tidak semata-mata berada pada karya tunggal di dinding pameran, melainkan juga pada kemampuannya membangun narasi yang bisa diterjemahkan secara konsisten ke berbagai medium.

Elis menyampaikan bahwa karya kolaboratif itu juga akan diperlihatkan di Gandaria pada 10 Desember.

“Nantinya ya, ini akan dipamerkan juga di Gandaria. Seru, datang ya tanggal 10 Desember,” kata Elis.

Pameran lanjutan tersebut membuka kesempatan bagi pengunjung untuk melihat bagaimana gagasan visual bertema jajan berkembang dari ilustrasi menjadi identitas koleksi. Bagi penikmat seni, proyek ini menawarkan contoh penerapan ilustrasi dalam konteks komersial. Bagi penggemar Disney, kolaborasi ini menghadirkan versi Stitch dan Angel yang terhubung dengan nuansa lokal.

Visibilitas Baru bagi Seni Ilustrasi Lokal

“Disney Jajan” selaras dengan misi JICAF 2026 untuk memperlihatkan potensi ilustrasi Indonesia ketika bertemu dengan sektor bisnis. Pameran menjadi titik awal bagi karya-karya yang semula dibuat sebagai hiburan visual bagi pengunjung, lalu bergerak ke ruang yang lebih luas melalui jaringan distribusi mitra komersial.

Skala distribusi menjadi perhatian penting dalam kerja sama tersebut. Produk yang mengadaptasi karya para ilustrator diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat di berbagai kota, bukan hanya oleh pengunjung acara atau kolektor tertentu.

“Jadi, semua ini akan dikomersialkan oleh partner-partner ini gitu, supaya karya seni ini bisa dinikmati oleh semua orang lah. Jadi, kami juga mencari partner-nya yang memang cakupannya luas, supaya ini sampai ke semua kota, semuanya bisa enjoy produk ini juga,” kata Elis.

Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa tema yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat menjadi landasan karya berjangkauan luas. Jajanan pasar, pasar malam, serta kebiasaan mencari camilan pada waktu yang berbeda diterjemahkan menjadi bahasa visual yang tetap membawa karakter khas masing-masing ilustrator.

Pada akhirnya, “Disney Jajan” bukan hanya menghadirkan produk bertema Stitch dan Angel. Proyek tersebut juga menempatkan karya tiga kreator Indonesia dalam percakapan yang lebih besar tentang seni, karakter populer, dan peluang bagi ilustrasi lokal untuk hadir di ruang publik yang lebih luas.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Tiga ilustrator lokal kemas karya seni?

Tiga ilustrator lokal kemas karya seni is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tiga ilustrator lokal kemas karya seni matter?

Tiga ilustrator lokal kemas karya seni matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.