Ayo Bantu Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Wakil PM China serukan pembangunan CAFTA dengan standar lebih tinggi

Published 18/09/2026 · Updated 18/09/2026 · By Tegar Firmansyah - ayobantudonasi.com

Foto : Tegar Firmansyah - ayobantudonasi.com

China Dorong CAFTA 3.0 untuk Perkuat Ekonomi ASEAN

Ayobantudonasi.com – Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang menyerukan pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN atau CAFTA dengan tingkat standar yang lebih tinggi. Seruan itu disampaikan di tengah dorongan untuk memperluas keterbukaan ekonomi, memperlancar perdagangan, dan membangun pasar regional yang terintegrasi.

Ding menyampaikan pandangannya pada Kamis, 17 September, saat membuka China-ASEAN Expo ke-23 serta KTT Bisnis dan Investasi China-ASEAN di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi. Ia menilai Protokol Peningkatan CAFTA 3.0 akan menjadi penggerak penting bagi pertumbuhan ekonomi kawasan setelah resmi berlaku.

CAFTA merupakan kerangka kerja sama ekonomi yang menghubungkan China dan negara-negara ASEAN. Peningkatan menuju versi 3.0 ditempatkan sebagai langkah untuk memperdalam hubungan perdagangan dan investasi, sekaligus merespons perubahan dalam ekonomi regional maupun global.

Keterbukaan dan pasar regional terintegrasi

Dalam pidatonya, Ding mendorong semua pihak agar memperluas keterbukaan kawasan secara menyeluruh. Ia juga menekankan pentingnya mencari bentuk kerja sama dan pengaturan kelembagaan yang lebih kuat untuk mendukung hubungan ekonomi lintas negara.

Kerja sama mengenai standar serta regulasi teknis menjadi salah satu bidang yang disorot. Penyelarasan di area tersebut dipandang penting untuk mendukung terbentuknya pasar regional yang terbuka, inklusif, dan berlandaskan aturan. Arah ini juga menempatkan kemudahan akses pasar sebagai bagian dari agenda integrasi ekonomi yang lebih luas.

Pasar yang terhubung tidak hanya berkaitan dengan besarnya arus barang. Keterpaduan juga memerlukan aturan yang dapat dipahami pelaku usaha, prosedur yang lebih selaras, serta hubungan kelembagaan yang memungkinkan kerja sama berjalan secara konsisten. Karena itu, peningkatan CAFTA diarahkan melampaui perdagangan konvensional semata.

Perdagangan, investasi, dan rantai pasokan

Ding mengajak China dan negara anggota ASEAN untuk menunjukkan kepercayaan diri serta keteguhan dalam menghadapi tantangan perdagangan dan ekonomi internasional. Ia menekankan perlunya langkah bersama guna menjaga rantai industri dan rantai pasokan agar tetap stabil dan lancar, baik di kawasan maupun dalam hubungan dengan pasar di luar kawasan.

Kelancaran rantai pasokan menjadi perhatian penting bagi kegiatan produksi, distribusi, dan perdagangan. Hambatan pada satu tahap dapat memengaruhi pengiriman bahan baku, proses manufaktur, hingga ketersediaan barang bagi pasar. Dalam konteks itu, kerja sama China-ASEAN diarahkan untuk memperkuat keterhubungan ekonomi di tengah berbagai tantangan eksternal.

Bidang perdagangan dan investasi juga dinilai perlu ditopang oleh komunikasi yang erat antarpemerintah serta dunia usaha. China-ASEAN Expo dan KTT Bisnis dan Investasi China-ASEAN menjadi ruang pertemuan bagi agenda kerja sama tersebut, dengan fokus pada peluang ekonomi yang muncul dari hubungan antarnegara di kawasan.

Ekonomi digital dan teknologi baru

Selain perdagangan barang dan investasi, Ding meminta semua pihak mempercepat pengembangan ekonomi digital di kawasan. Ia menyerukan pendalaman kerja sama dalam penerapan berbasis skenario pada berbagai sektor, termasuk kecerdasan buatan atau AI.

Penekanan pada penerapan berbasis skenario menunjukkan perhatian terhadap penggunaan teknologi dalam kegiatan nyata di berbagai bidang. Kerja sama digital dapat mencakup pengembangan lingkungan ekonomi yang semakin terhubung, sementara AI menjadi salah satu area yang disebut sebagai bagian dari agenda bidang baru tersebut.

Ding juga mendorong penghapusan hambatan perdagangan bagi barang dan jasa lingkungan. Langkah ini berkaitan dengan upaya memperluas kerja sama pada sektor yang memiliki dimensi keberlanjutan, sekaligus membuka ruang pertukaran produk dan layanan yang terkait dengan kebutuhan lingkungan.

Infrastruktur dan konektivitas lintas batas

Konektivitas menjadi unsur lain yang mendapat perhatian dalam pidato tersebut. Ding meminta agar hubungan antarwilayah dibuat lebih mudah dan lebih efisien melalui percepatan pembangunan infrastruktur.

Infrastruktur yang disebut meliputi jalur kereta api, jalan raya, pelabuhan, dan bandara. Ia juga menggarisbawahi kebutuhan untuk mengatasi hambatan dalam logistik lintas perbatasan. Perbaikan konektivitas fisik dan kelancaran proses logistik diposisikan sebagai pendukung utama bagi perdagangan, investasi, serta pergerakan kegiatan ekonomi di kawasan.

Dalam kesempatan itu, Ding turut mendorong pembangunan berkualitas tinggi Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru. Koridor tersebut menjadi bagian dari visi konektivitas yang menghubungkan jalur transportasi dan perdagangan, serta mendukung hubungan ekonomi yang lebih erat antara China dan negara-negara ASEAN.

Partisipasi para pemimpin kawasan

Upacara pembukaan di Nanning juga dihadiri sejumlah pejabat kawasan yang menyampaikan pidato. Mereka adalah Wakil Presiden Myanmar U Nyo Saw, Wakil Perdana Menteri Tetap Vietnam Pham Gia Tuc, Wakil Perdana Menteri Laos Saleumxay Kommasith, serta Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn.

Sebelum acara tersebut, Ding mengadakan pertemuan terpisah dengan para pemimpin Myanmar, Vietnam, dan Laos. Pertemuan berlangsung pada Rabu sore, 16 September.

Rangkaian agenda di Nanning memperlihatkan bahwa kerja sama China-ASEAN terus mencakup sejumlah jalur sekaligus: perdagangan, investasi, teknologi digital, layanan lingkungan, infrastruktur, dan logistik. Bagi kawasan, pelaksanaan CAFTA 3.0 nantinya diharapkan memberi dorongan berkelanjutan bagi pembangunan ekonomi melalui hubungan yang lebih terbuka, terhubung, dan teratur.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Wakil PM China serukan pembangunan CAFTA?

Wakil PM China serukan pembangunan CAFTA is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wakil PM China serukan pembangunan CAFTA matter?

Wakil PM China serukan pembangunan CAFTA matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.