Ayo Bantu Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Universitas Peking gelar forum kajian Indonesia-China

Published 18/10/2026 · Updated 18/10/2026 · By Wahyu Maulana - ayobantudonasi.com

Forum Indonesia di Universitas Peking Perkuat Ruang Dialog Akademik Indonesia-China

Ayobantudonasi.com – Universitas Peking di Beijing membuka ruang baru bagi pengembangan studi Indonesia melalui penyelengggaraan Forum Indonesia perdana pada 14–20 Oktober. Pertemuan akademik ini mempertemukan peneliti dan akademisi dari China, Indonesia, Australia, serta sejumlah negara lain untuk membahas perubahan Indonesia dalam tema “Transisi Indonesia: Pembangunan, Masyarakat dan Tatanan Regional”.

Forum tersebut dirancang sebagai wadah pertukaran gagasan mengenai dinamika pembangunan Indonesia, perubahan sosial, dan posisi negara ini dalam lingkungan regional. Kehadiran peserta lintas negara memberi kesempatan bagi para peneliti untuk membandingkan sudut pandang, membagikan hasil kajian, serta memperluas pemahaman mengenai hubungan Indonesia dan China.

Penyelenggaraannya melibatkan Institut Studi Negara dan Kawasan atau Institute of Country and Region Studies Universitas Peking bersama beberapa institut lain di kampus tersebut. Kegiatan ini memperoleh dukungan dari Grup Sinar Mas, Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Beijing, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.

Transformasi Indonesia dan kerja sama lintas negara

Dalam sesi forum terbuka pada Jumat, 16 Oktober, Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia Parulian George Andreas Silalahi menyampaikan bahwa pembahasan mengenai Indonesia memiliki nilai penting bagi kedua negara. Ia menekankan keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan kesejahteraan kawasan.

“Forum ini akan menjadi peluang yang baik untuk mengetahui proses transformasi Indonesia dan membahas bagaimana Indonesia dan China bersama-sama mengatasi tantangan yang dihadapinya. Pembangunan ekonomi, kemajuan sosial dan kemakmuran regional adalah hal-hal yang terhubung, sehingga diperlukan penelitian akademis yang mendalam dan kerja sama internasional yang erat untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Parulian.

Parulian juga menyampaikan penghargaan kepada Universitas Peking atas perannya dalam mendorong kegiatan penelitian dan pertukaran antarmasyarakat. Bagi dunia akademik, forum semacam ini dapat menjadi jembatan antara penelitian yang bersifat teoritis dengan isu-isu nyata yang muncul dalam proses pembangunan dan hubungan antarnegara.

Dalam pesan video, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia Zhou Kan menyoroti arti penting Indonesia, baik di kawasan maupun pada tingkat global. Ia memandang pengenalan yang lebih luas antara China dan Indonesia di berbagai bidang sebagai unsur yang dibutuhkan untuk memperdalam hubungan kedua bangsa.

Zhou berharap kegiatan tersebut melahirkan manfaat yang bernilai bagi Indonesia dan China, terutama dalam upaya memperkuat persahabatan serta saling pengertian pada masa depan. Pertukaran akademik menjadi salah satu jalur yang memungkinkan diskusi berlangsung lebih mendalam, melampaui hubungan formal antarlembaga.

Platform riset Indonesia yang berkelanjutan

Universitas Peking menyiapkan Forum Indonesia sebagai platform unggulan bagi penelitian mengenai Indonesia. Agenda ini direncanakan berlangsung setiap tahun dan diharapkan menghubungkan lembaga penelitian dari China, Indonesia, serta berbagai negara lain.

Rencana penyelenggaraan rutin memberi peluang bagi terbentuknya jejaring riset yang lebih luas. Kajian tentang Indonesia dapat mencakup pembangunan, kebijakan ekonomi, perubahan masyarakat, budaya, hingga peran Indonesia dalam kerja sama regional. Ruang diskusi berkelanjutan juga dapat membantu mempertemukan akademisi muda dengan peneliti yang telah lama menekuni bidang studi negara dan kawasan.

Wakil Direktur Institut Studi Negara dan Kawasan Universitas Peking, Prof. Zhai Kun, menekankan pentingnya kajian negara dan kawasan sebagai bidang ilmu yang relevan bagi pemahaman hubungan internasional.

“Studi terhadap negara-negara dan kawasan memiliki signifikansi yang sangat penting. Kami berharap semakin banyak akademisi muda dan perwakilan dari berbagai negara dapat berkumpul dan bertukar pandangan di sini,” ujar Prof. Zhai Kun.

Pernyataan tersebut mencerminkan tujuan forum untuk menjadikan studi Indonesia sebagai bidang yang terbuka terhadap beragam pendekatan. Pertemuan ilmiah tidak hanya memberi ruang bagi penyampaian hasil riset, tetapi juga bagi pengujian gagasan, pengenalan isu baru, dan pembentukan kerja sama antarpeneliti.

Ekonomi, teknologi, dan ketahanan kebijakan

Forum terbuka itu menghadirkan pembahasan mengenai sejumlah isu yang berkaitan langsung dengan masa depan kerja sama Indonesia-China. Lili Yan Ing dari International Economic Association memaparkan peluang kolaborasi kedua negara dalam kerangka Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau RCEP. Ia juga mengangkat bidang kecerdasan buatan dan robotika sebagai area yang memiliki potensi kerja sama.

Pembicaraan mengenai RCEP menempatkan hubungan ekonomi Indonesia-China dalam konteks regional yang lebih luas. Sementara itu, perhatian pada kecerdasan buatan dan robotika menunjukkan bahwa diskusi hubungan bilateral tidak semata-mata berfokus pada sektor tradisional, tetapi juga pada perkembangan teknologi yang kian memengaruhi ekonomi dan masyarakat.

Firman Witoelar dari Australian National University menjelaskan kebijakan makroekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai guncangan. Topik ini penting karena ketahanan ekonomi nasional sering kali ditentukan oleh kemampuan kebijakan publik merespons perubahan kondisi global, tekanan ekonomi, dan ketidakpastian yang dapat muncul dari berbagai arah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Beijing, Yulian Wihantoro, memperkenalkan hasil kerja sama keuangan yang telah berjalan, termasuk Local Currency Transaction atau LCT serta pembayaran berbasis kode QR. Pembahasan ini memberi gambaran tentang bentuk kerja sama yang menyentuh aspek praktis dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Pertukaran budaya dan keterlibatan generasi muda

Forum Indonesia tidak hanya diisi dengan sesi ilmiah. Berbagai kegiatan budaya turut melengkapi rangkaian acara, mulai dari pameran budaya Indonesia, pemutaran film Indonesia, pertunjukan seni, hingga dialog yang melibatkan pemuda dan pelaku usaha.

Kehadiran unsur budaya memperluas makna forum dari sekadar pertemuan akademik. Melalui film, seni, dan pameran, peserta dapat memperoleh gambaran lain mengenai Indonesia yang tidak selalu tercakup dalam diskusi ekonomi atau kebijakan. Dialog pemuda dan pelaku usaha juga membuka kesempatan untuk mempertemukan perspektif generasi baru dengan pengalaman dari dunia usaha.

Forum perdana di Universitas Peking ini menegaskan pentingnya pengetahuan yang dibangun melalui pertemuan langsung dan riset yang serius. Dengan agenda tahunan yang direncanakan, kegiatan tersebut berpotensi menjadi salah satu ruang penting untuk mendiskusikan perubahan Indonesia sekaligus memperluas pemahaman antara Indonesia, China, dan komunitas akademik internasional.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Universitas Peking gelar forum kajian Indonesia?

Universitas Peking gelar forum kajian Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Universitas Peking gelar forum kajian Indonesia matter?

Universitas Peking gelar forum kajian Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.