Strategi Penting: Trump mencaci Paus Leo karena kritik tindakan AS di Iran
Trump Mencaci Paus Leo Karena Kritik Tindakan AS di Iran
Dari New York, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam Paus Leo XIV karena mengkritik kebijakan negara itu terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa tidak perlu ada seorang paus yang menentang langkah-langkah pemerintahannya. Sebelumnya, Paus Leo XIV menyatakan bahwa ancaman AS terhadap rakyat Iran tidak dapat diterima.
Menurut Trump, ia tidak menginginkan paus menganggap bahwa Iran memiliki senjata nuklir adalah hal yang baik. Pemimpin Amerika itu juga menyebut bahwa tidak adil jika paus mengkritik tindakan AS menyerang Venezuela, yang ia anggap bertanggung jawab atas masuknya narkoba ke dalam negeri dan membuka penjara untuk mengirimkan pelaku kejahatan ke AS.
Pemecah Kebijakan
“Saya tidak ingin seorang paus berpikir bahwa Iran memiliki senjata nuklir adalah hal yang baik. Saya tidak ingin paus menganggap Amerika mengerikan karena menyerang Venezuela, sebuah negara yang mengirimkan narkoba besar-besaran ke AS dan, yang lebih buruk lagi, mengosongkan penjara mereka, termasuk mengirimkan para pembunuh, pengedar narkoba, dan penjahat ke negara kami; serta saya tidak ingin ada seorang paus yang mengkritik presiden Amerika Serikat, karena saya melakukan persis apa yang menjadi tujuan saya dipilih (menjadi presiden) dengan kemenangan telak,” ujar Trump di TruthSocial.
Trump menambahkan bahwa Paus Leo XIV tidak akan berada di Vatikan jika dirinya tidak menjabat sebagai presiden. Ia meminta paus untuk berhenti “menjilat” kelompok kiri radikal dan fokus pada peran sebagai seorang paus yang hebat, bukan sebagai politikus.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa Paus Leo XIV memberikan homili pada awal April lalu, setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mendorong doa bagi para tentara AS. Paus mengkritik tindakan dominasi yang menurutnya bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus.
