Kebijakan Baru: Kolombia akan naikkan tarif impor Ekuador menjadi 100 persen
Kolombia akan naikkan tarif impor Ekuador menjadi 100 persen
Kementerian Perdagangan Kolombia, Jumat (10/4), mengumumkan rencana peningkatan tarif impor Ekuador hingga 100 persen, setelah sebelumnya berada di tingkat 30 persen. Peningkatan ini dilakukan sebagai respons terhadap ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara.
“Kami telah mengerahkan semua upaya diplomatik dan tetap membuka saluran dialog dengan pemerintah Ekuador, mencari solusi yang menguntungkan kedua negara, pelaku bisnis, serta masyarakat di kedua sisi perbatasan. Namun, hingga kini belum ada respons yang positif,” ujar Menteri Perdagangan Diana Morales.
Morales menjelaskan bahwa kebijakan baru ini diluncurkan untuk menyesuaikan dengan kenaikan tarif Ekuador dari 50 persen menjadi 100 persen. Ia menuding langkah tersebut memperburuk persaingan dan merugikan produsen dalam negeri. Proses penerapan tarif yang lebih tinggi akan segera dimulai, meski pemerintah Kolombia telah melakukan negosiasi dengan pihak Ekuador.
Dalam beberapa bulan terakhir, Ekuador meningkatkan tarif impornya terhadap Kolombia sebagai bentuk tekanan atas defisit perdagangan dan kecurigaan bahwa Kolombia gagal mengatasi perdagangan narkoba di perbatasan. Kolombia membantah tuduhan tersebut, tetapi tetap mengambil langkah untuk menyesuaikan kebijakan tarifnya.
Sebagai upaya penyelesaian, pemerintah Kolombia berencana memberikan bantuan berupa jalur kredit dan akses pembiayaan bagi bisnis yang terkena dampak. Kedua negara juga berselisih terkait pernyataan Presiden Gustavo Petro yang menyebut mantan wakil presiden Ekuador Jorge Glas sebagai “tahanan politik” dan meminta ia dibebaskan.
