BRICS Bertemu di New Delhi di Tengah Tekanan Konflik Global
Ayobantudonasi.com – Para pemimpin BRICS memulai pertemuan tingkat tinggi di New Delhi, India, pada Sabtu (12/9), ketika perang antara Amerika Serikat dan Iran telah berlangsung selama tujuh bulan, sementara konflik Rusia-Ukraina memasuki tahun kelima. Pertemuan ini digelar dalam situasi internasional yang sarat ketidakpastian, terutama akibat tekanan terhadap pasar energi, jalur perdagangan, dan biaya hidup di berbagai negara.
KTT Pemimpin BRICS ke-18 menjadi forum penting bagi kelompok yang kini terdiri atas 11 negara. Selain lima anggota pendiri—Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan—BRICS telah diperluas dengan bergabungnya Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab.
Skala kelompok tersebut memberi arti besar bagi pembicaraan di New Delhi. BRICS mencakup sekitar 49,5 persen penduduk dunia, menyumbang 40 persen produk domestik bruto global, dan mencakup 26 persen perdagangan dunia. Dalam kondisi ekonomi internasional yang dipengaruhi konflik dan volatilitas energi, keputusan maupun pernyataan bersama dari kelompok ini berpotensi menjadi perhatian banyak negara.
Energi, perdagangan, dan inflasi menjadi perhatian
Perang AS-Iran telah memperlebar kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi dunia. Ketegangan geopolitik tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga dapat memengaruhi harga energi, biaya pengiriman barang, aktivitas perdagangan, hingga tingkat inflasi. Bagi negara berkembang maupun negara dengan ketergantungan tinggi pada energi impor, perubahan pada sektor ini dapat memengaruhi anggaran rumah tangga dan kegiatan industri.
Situasi tersebut menjadi latar yang kuat bagi agenda BRICS mengenai koordinasi global dan penguatan kerja sama multilateral. Negara-negara anggota memiliki kepentingan yang beragam, namun menghadapi persoalan serupa terkait stabilitas ekonomi, kelancaran perdagangan, pembangunan berkelanjutan, serta kebutuhan menjaga pertumbuhan di tengah risiko konflik yang meluas.
Sehari menjelang pembukaan KTT, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan harapan agar pertemuan tersebut menghasilkan diskusi yang konstruktif dan bernilai. China juga menyatakan kesiapan bekerja bersama anggota BRICS lain untuk mendorong dialog dan perundingan dalam menyelesaikan perbedaan, sekaligus menjaga perdamaian serta stabilitas di tingkat kawasan dan dunia.
Agenda hari pertama KTT
Pada hari pertama, para kepala negara dan pejabat senior mengikuti sesi tertutup yang dikhususkan bagi anggota BRICS. Sesi itu mengangkat tema tata kelola dunia yang lebih inklusif dan penguatan multilateralisme. Pembahasan tersebut mencerminkan dorongan untuk memperbesar peran kerja sama antarnegara dalam menangani persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja.
“Tata Kelola Global Inklusif dan Penguatan Multilateralisme”
Selain agenda utama, para delegasi mengunjungi pameran Bharat Innovates, mengikuti kegiatan penanaman pohon, dan menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Modi. Rangkaian kegiatan itu melengkapi pertemuan diplomatik yang berfokus pada isu ekonomi, politik, inovasi, dan keberlanjutan.
Tokoh yang hadir mencakup Presiden China Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Presiden Indonesia Prabowo Subianto turut menghadiri KTT bersama Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Brasil mengirim Menteri Luar Negeri Mauro Vieira sebagai wakilnya. Arab Saudi diwakili Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud. Kehadiran para pemimpin dan perwakilan senior memperlihatkan luasnya jangkauan BRICS setelah ekspansi keanggotaan kelompok tersebut.
Kerja sama yang melampaui anggota penuh
Selain anggota tetap, BRICS juga membangun jaringan kemitraan dengan sejumlah negara. Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam telah diterima sebagai negara mitra dalam kerangka kerja sama ini. Format tersebut memperluas ruang dialog BRICS dan memungkinkan lebih banyak negara terlibat dalam pembicaraan mengenai perdagangan, investasi, inovasi, serta pembangunan.
Bagi Indonesia, keterlibatan dalam forum seperti BRICS membuka ruang diplomasi di tengah perubahan keseimbangan ekonomi dunia. Forum multilateral dapat menjadi tempat untuk menyuarakan kepentingan negara berkembang, termasuk kebutuhan akan pertumbuhan yang lebih merata, akses teknologi, perdagangan yang stabil, dan ketahanan ekonomi menghadapi gejolak internasional.
Hari kedua KTT dijadwalkan menghadirkan sesi terbuka dengan fokus pada ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan. Tema itu menempatkan pertumbuhan inklusif sebagai salah satu arah pembicaraan utama para pemimpin BRICS.
“Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan: Membentuk Masa Depan untuk Pertumbuhan Global yang Inklusif.”
Para pemimpin BRICS diperkirakan mengeluarkan pernyataan bersama setelah rangkaian pertemuan selesai. Dokumen tersebut akan menjadi penanda sikap kelompok terhadap isu-isu yang dibahas di New Delhi, termasuk pentingnya dialog, stabilitas, dan kerja sama dalam menghadapi tekanan global yang terus berkembang.
KTT sebelumnya berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, pada 2025. Pertemuan di India kali ini berlangsung saat konflik bersenjata dan ketidakpastian ekonomi kembali menjadi faktor dominan dalam percaturan internasional, sehingga perhatian tertuju pada sejauh mana BRICS dapat menemukan titik temu di antara kepentingan anggotanya yang beragam.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BRICS berkumpul di India saat isu global?
BRICS berkumpul di India saat isu global is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BRICS berkumpul di India saat isu global matter?
BRICS berkumpul di India saat isu global matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

