Ayo Bantu Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Produksi pertanian Sidrap meningkat berkat program EA PLN

Published 20/10/2026 · Updated 20/10/2026 · By Ayu Lestari - ayobantudonasi.com

Listrik untuk Irigasi Dorong Hasil Panen Petani Sidrap

Ayobantudonasi.com – Pemanfaatan listrik untuk menggerakkan pompa air memberi dampak nyata bagi pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang atau Sidrap, Sulawesi Selatan. Program electrifying agriculture (EA) yang dijalankan PT PLN membantu petani menjaga ketersediaan air sawah, terutama ketika musim kemarau membuat sumber pengairan utama tidak lagi mencukupi.

Penerapan program ini terlihat di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae. Di wilayah tersebut, produktivitas padi pada panen Agustus 2026 mencapai sekitar 10,4 ton per hektare. Capaian itu jauh lebih tinggi dibanding musim tanam sebelumnya yang masih berada pada rentang tujuh ton per hektare.

"Panen Agustus 2026, produktivitas tercatat sekitar 10,4 ton per hektare, ini meningkat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang berada di kisaran tujuh ton per hektare," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Sidrap Ibrahim.

Pengairan menjadi kunci

Sekitar 395 hektare lahan pertanian di Desa Takkalasi dikelola oleh 13 kelompok tani. Sebelum tersedia dukungan sumber air tambahan dan listrik untuk sawah, para petani mengandalkan Bendung Takkalasi. Ketergantungan pada bendung tersebut menjadi tantangan ketika kemarau berlangsung lebih panjang karena pasokan air dapat menyusut atau bahkan mengering.

Sejak 2025, tersedia 39 titik sumur bor untuk memperkuat pasokan air di kawasan pertanian itu. Air dari sumur-sumur tersebut kemudian dimanfaatkan dengan dukungan program listrik masuk sawah. Kehadiran listrik memungkinkan pompa air dioperasikan untuk mengalirkan air ke lahan yang membutuhkan pengairan.

Skema ini memberi pilihan yang lebih luas kepada petani dalam mengelola kebutuhan air. Pengairan tidak hanya bergantung pada aliran dari bendung, sehingga kegiatan budidaya dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang menekan ketersediaan air.

"Upaya ini malah berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah itu," tambah Ibrahim.

Peningkatan hasil pertanian di Takkalasi tidak berdiri sendiri pada penggunaan listrik. Pemerintah daerah juga menggabungkan sejumlah langkah lain, seperti optimalisasi lahan, bantuan benih, penyediaan sumber air, serta pemanfaatan listrik bagi sistem pengairan. Kombinasi dukungan tersebut penting karena produktivitas sawah dipengaruhi banyak unsur, mulai dari air hingga kesiapan lahan dan bahan tanam.

Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar

Pompa air merupakan peralatan penting ketika sawah memerlukan pasokan air tambahan. Dengan jaringan listrik, petani memperoleh alternatif untuk menjalankan pompa tanpa sepenuhnya mengandalkan bahan bakar minyak. Pilihan energi yang lebih beragam memberi ruang bagi petani untuk menyesuaikan operasional pengairan dengan kebutuhan di lapangan.

Bagi kawasan yang menghadapi risiko kekurangan air saat kemarau, ketersediaan pompa dan sumber air dapat membantu menjaga keberlanjutan proses budidaya. Air yang tersedia pada waktu yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman, khususnya pada lahan padi yang membutuhkan pengaturan pengairan secara konsisten.

Namun, pemanfaatan listrik di pertanian memerlukan dukungan yang saling terhubung. Infrastruktur ketenagalistrikan harus memadai, sumber air perlu tersedia, dan kelompok tani perlu dapat menggunakan peralatan sesuai kebutuhan lahannya. Karena itu, pengembangan electrifying agriculture membutuhkan kerja bersama antara PLN, pemerintah daerah, petani, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan terkait.

Pemanfaatan listrik untuk usaha agrikultur

General Manager PLN UID Sulselrabar Didik Wicaksono menegaskan bahwa program pemanfaatan listrik di sektor pertanian tidak semata-mata berkaitan dengan penambahan pelanggan atau daya tersambung. Arah utamanya adalah menciptakan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha melalui kegiatan produksi yang lebih efisien.

"PLN juga mendorong pemanfaatan listrik untuk berbagai kebutuhan usaha agrikultur, mulai dari pompa irigasi dan sistem pengairan hingga pencahayaan, ventilasi, serta peralatan pendukung peternakan," urainya.

Pemakaian listrik dalam kegiatan agrikultur mencakup lebih dari sekadar pompa irigasi. Pada usaha tani dan peternakan, energi listrik juga dapat digunakan untuk pencahayaan, ventilasi, serta perangkat pendukung lainnya. Penerapan teknologi tersebut diharapkan membuat aktivitas produksi lebih praktis dan modern, sambil tetap disesuaikan dengan karakter usaha di masing-masing wilayah.

Di Sidrap, hasil yang terlihat di Desa Takkalasi menunjukkan pentingnya pengairan yang lebih andal bagi petani. Produktivitas 10,4 ton per hektare pada panen Agustus 2026 menjadi gambaran bahwa dukungan air, listrik, benih, dan pengelolaan lahan dapat berjalan saling melengkapi.

Ke depan, keberlanjutan manfaat program akan sangat dipengaruhi oleh pemeliharaan sumur bor, kesiapan jaringan listrik, pengoperasian pompa yang tepat, serta koordinasi antarpihak. Dengan pengelolaan yang konsisten, pemanfaatan listrik dapat menjadi salah satu bagian dari penguatan produksi pertanian, khususnya ketika petani harus menghadapi keterbatasan air pada musim kemarau.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Produksi pertanian Sidrap meningkat berkat program?

Produksi pertanian Sidrap meningkat berkat program is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Produksi pertanian Sidrap meningkat berkat program matter?

Produksi pertanian Sidrap meningkat berkat program matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.