Ayo Bantu Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pelni siapkan kapal pengganti layani penumpang terdampak KM Lawit

Published 31/10/2026 · Updated 31/10/2026 · By Ayu Lestari - ayobantudonasi.com

Pelni Siapkan Kapal Alternatif bagi Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit

Ayobantudonasi.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menyiapkan layanan kapal pengganti untuk menjaga perjalanan penumpang setelah KM Lawit mengalami insiden di Pelabuhan IPPI, Ende, Nusa Tenggara Timur. Langkah ini ditempuh agar mobilitas penumpang pada sejumlah rute di kawasan timur Indonesia tetap dapat berlangsung, termasuk bagi mereka yang jadwal keberangkatannya harus dibatalkan.

KM Lawit membentur dermaga ketika melakukan olah gerak kapal pada Kamis, 29 Oktober 2026. Saat peristiwa itu terjadi, terdapat 1.146 penumpang di atas kapal. Sebanyak 317 orang kemudian turun di Pelabuhan Ende, sementara keberangkatan 379 calon penumpang dari pelabuhan tersebut tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal semula.

Pelni memastikan penumpang yang terdampak pembatalan memperoleh pengembalian biaya tiket secara penuh. Kebijakan refund 100 persen ini diberikan untuk 379 penumpang yang seharusnya naik dari Ende, sejalan dengan upaya perusahaan memberikan kepastian layanan di tengah penyesuaian operasional kapal.

KM Egon Dialihkan untuk Membantu Layanan

Untuk melanjutkan pelayanan perjalanan, Pelni mengajukan perubahan rute KM Egon kepada Kementerian Perhubungan. Kapal tersebut kemudian menjalani deviasi dengan singgah di Ende, Lewoleba, dan Kupang sebelum kembali menuju Waingapu.

Penyesuaian lintasan KM Egon dilakukan untuk membantu mobilisasi penumpang eks KM Lawit. Dengan adanya singgahan tambahan tersebut, penumpang di titik-titik terdampak memiliki pilihan transportasi laut selama KM Lawit masih dalam penanganan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan akibat insiden ini. Kami berupaya menyiapkan alternatif transportasi agar perjalanan penumpang lanjutan tetap dapat dilayani,” kata Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda.

KM Egon dijadwalkan kembali menjalankan trayek regulernya pada Senin, 2 November 2026, setelah tugas bantuan selesai. Pelni juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan setempat dalam proses persetujuan izin pelayaran kapal tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Kementerian Perhubungan RI dan KSOP setempat kepada Pelni terkait persetujuan izin KM Egon dalam rangka melayani mobilisasi penumpang Ex KM Lawit,” ujar Ditto.

Informasi Jadwal dan Perjalanan Lanjutan

Pelni meminta penumpang yang terkena dampak perubahan layanan untuk terus mengikuti pengumuman resmi perusahaan. Informasi mengenai jadwal kapal alternatif, pengaturan perjalanan berikutnya, serta kesiapan KM Lawit akan disampaikan secara berkala setelah proses koordinasi dan verifikasi di lapangan dilakukan.

Bagi penumpang, perubahan rute kapal pengganti menjadi hal penting untuk diperhatikan karena waktu keberangkatan, pelabuhan singgah, dan pengaturan perjalanan dapat berbeda dari jadwal awal. Pelni menegaskan bahwa arahan resmi perusahaan perlu menjadi rujukan utama dalam menentukan langkah perjalanan selanjutnya.

Selain memastikan alternatif transportasi, perusahaan terus memantau proses perbaikan KM Lawit. Koordinasi dengan pihak terkait dilakukan agar penanganan kapal dan pelayanan penumpang dapat berjalan dengan baik. Keselamatan seluruh pihak di kapal maupun di pelabuhan tetap ditempatkan sebagai prioritas utama.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan bagi penumpang terdampak,” tambah Ditto.

Trayek KM Lawit

KM Lawit merupakan kapal penumpang Pelni yang melayani rute Kumai–Surabaya–Benoa–Bima–Waingapu–Ende–Lewoleba–Kupang–Rote pulang-pergi. Rute ini menghubungkan sejumlah pelabuhan penting dan menjadi salah satu jalur perjalanan laut bagi masyarakat di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Nusa Tenggara Timur.

Gangguan operasional pada satu kapal dapat memengaruhi rencana perjalanan penumpang di beberapa titik singgah. Karena itu, penyediaan kapal pengganti melalui deviasi KM Egon ditujukan untuk mengurangi dampak pembatalan dan mempertahankan keterhubungan antarpelabuhan pada rute yang berkaitan.

Pelni menyatakan akan terus memberikan pembaruan mengenai ketersediaan kapal pengganti dan perkembangan kesiapan KM Lawit untuk kembali melayani masyarakat. Perusahaan juga menekankan komitmennya untuk menangani insiden secara optimal sambil menjaga keselamatan penumpang serta kru kapal.

“Kami akan terus menyampaikan perkembangan informasi secara berkala agar masyarakat memperoleh informasi tentang ketersediaan kapal alternatif dan kesiapan KM Lawit untuk melayani masyarakat kembali,” imbuh Ditto.

Dengan pengembalian tiket penuh bagi penumpang yang batal berangkat dan pengalihan layanan melalui KM Egon, Pelni berupaya menjaga keberlanjutan perjalanan di tengah proses penanganan KM Lawit. Penumpang diimbau memeriksa informasi resmi sebelum menuju pelabuhan agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan dengan jadwal terbaru.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pelni siapkan kapal pengganti layani penumpang?

Pelni siapkan kapal pengganti layani penumpang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pelni siapkan kapal pengganti layani penumpang matter?

Pelni siapkan kapal pengganti layani penumpang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.