Okupansi hotel di NTB selama MotoGP sudah penuh
Hotel di NTB Hampir Penuh Jelang MotoGP Mandalika 2026
Ayobantudonasi.com – Menjelang pelaksanaan MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika, ketersediaan kamar hotel di berbagai wilayah Nusa Tenggara Barat semakin terbatas. Kawasan Mandalika telah mencatat tingkat hunian hingga 100 persen, sementara Mataram dan Senggigi juga menunjukkan permintaan akomodasi yang sangat tinggi.
Lonjakan pemesanan ini berlangsung seiring mulai berdatangannya penonton dari sejumlah daerah ke Pulau Lombok pada Jumat. Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya kebutuhan penginapan selama agenda balap internasional digelar di Mandalika, Lombok Tengah.
Mandalika Mencapai Okupansi Penuh
Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, menyampaikan bahwa hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika telah terisi penuh. Meski demikian, masih terdapat sejumlah homestay yang belum mendapatkan tamu.
“Kalau untuk yang di Mandalika sudah 100 persen. Meski pun ada homestay yang belum terisi namun pada umumnya semua sudah penuh di sekitar Mandalika,” ujar Wolini di Mandalika, Jumat.
Kondisi ini membuat calon pengunjung yang belum mengamankan kamar perlu mempertimbangkan pilihan akomodasi di wilayah lain. Jarak dan akses menuju sirkuit menjadi salah satu hal penting untuk diperhitungkan, terutama bagi penonton yang ingin tiba lebih awal pada hari balapan.
Permintaan kamar tidak hanya berpusat di sekitar kawasan sirkuit. Hotel di Kota Mataram serta Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, juga mengalami tingkat keterisian sekitar 80 hingga 90 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa dampak kunjungan MotoGP turut dirasakan oleh daerah penyangga di luar Mandalika.
Hotel Berbintang Banyak Dicari
Di Mataram, akomodasi berbintang menjadi kategori yang paling banyak diminati. Sementara itu, hotel kecil dan penginapan nonbintang masih memiliki peluang ketersediaan kamar, meskipun pilihannya semakin terbatas menjelang puncak kegiatan MotoGP.
“Kalau Mataram hampir sama. Khusus yang bintang-bintang penuh. Kecuali yang non bintang atau hotel kecil mungkin tidak semuanya,” kata Wolini.
Bagi wisatawan, situasi ini menegaskan pentingnya memastikan detail pemesanan sebelum melakukan perjalanan. Selain jenis kamar dan lokasi penginapan, pengunjung perlu memperhatikan jadwal kedatangan, transportasi menuju Mandalika, serta ketentuan pembatalan yang berlaku pada setiap akomodasi.
Dominasi pemesanan datang dari wisatawan domestik, kemudian diikuti oleh wisatawan mancanegara. Komposisi tersebut mencerminkan kuatnya minat perjalanan dari dalam negeri terhadap rangkaian MotoGP di Mandalika. Kehadiran penonton dari berbagai wilayah juga memberi aktivitas tambahan bagi sektor perhotelan dan restoran di NTB.
Pencabutan Pergub Membuka Pilihan Tarif
Wolini menilai pencabutan Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Tarif Usaha Jasa Akomodasi turut memengaruhi peningkatan okupansi pada MotoGP tahun ini. Aturan tersebut sebelumnya mengatur kenaikan tarif akomodasi berdasarkan zona tertentu.
Setelah peraturan gubernur itu dicabut, penentuan harga kembali mengikuti mekanisme pasar. Namun, kebebasan tersebut tetap diharapkan berjalan dalam batas kewajaran agar wisatawan memiliki pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.
“Dulu Pergub kan mengatur zona-zona boleh naik sekian persen di zona ini. Tapi setelah Pergub dicabut mekanisme pasar menjadi bebas tapi tidak bebas se-bebasnya harus masih dalam koridor yang wajar, tapi ini ada pilihan bagi konsumen untuk bisa memilih,” tegasnya.
Dalam situasi permintaan tinggi, wisatawan dianjurkan membandingkan pilihan penginapan secara cermat. Perbedaan lokasi, fasilitas, dan kelas hotel dapat memengaruhi tarif kamar. Pengunjung juga dapat mempertimbangkan penginapan di luar pusat keramaian apabila kamar di Mandalika, Mataram, atau Senggigi sudah tidak tersedia.
Belum Ada Keluhan Harga
PHRI NTB berharap pelaksanaan MotoGP dapat berlangsung tanpa keluhan konsumen mengenai biaya kamar hotel maupun penginapan. Hingga saat ini, belum ada laporan keberatan terkait harga yang diterima organisasi tersebut.
“Sejauh ini belum ada laporan keluhan terkait harga yang kita terima ya,” katanya.
Tingginya okupansi menjelang MotoGP Mandalika 2026 menjadi gambaran besarnya pergerakan wisatawan menuju NTB selama ajang berlangsung. Bagi calon penonton yang belum mendapatkan kamar, pilihan akomodasi nonbintang, homestay, atau penginapan di wilayah sekitar dapat menjadi alternatif, dengan tetap memperhatikan ketersediaan dan rencana perjalanan menuju sirkuit.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Okupansi hotel di NTB selama MotoGP?Okupansi hotel di NTB selama MotoGP is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Okupansi hotel di NTB selama MotoGP matter?Okupansi hotel di NTB selama MotoGP matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.