Ayo Bantu Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menko Pangan minta pemda perbanyak pasar murah untuk stabilitas harga

Published 07/10/2026 · Updated 07/10/2026 · By Yusuf Wijaya - ayobantudonasi.com

Foto : Yusuf Wijaya - ayobantudonasi.com

Pasar Murah Didorong Jadi Instrumen Pengendali Harga Pangan di Daerah

Ayobantudonasi.com – Pemerintah daerah diminta memperluas pelaksanaan pasar murah sebagai langkah langsung untuk membantu masyarakat menghadapi perubahan harga bahan pangan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan dorongan tersebut saat meninjau kegiatan Pasar Murah di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Selasa (6/10).

Kegiatan semacam ini dipandang dapat menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok, terutama ketika harga komoditas tertentu bergerak naik di pasar. Bagi rumah tangga, perubahan harga dalam nominal kecil pun dapat terasa besar karena belanja pangan dilakukan secara rutin dan melibatkan banyak jenis kebutuhan.

“Tolong diperbanyak pasar murah, Pak. Ada anggaran tidak terduga dari gubernur, dari bupati, wali kota, itu buat rakyat penting sekali,” kata Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menilai dukungan pemerintah daerah melalui pasar murah tidak harus selalu berupa subsidi besar. Bantuan harga dalam jumlah terbatas tetap dapat memberi pengaruh nyata bagi daya beli warga sekaligus membantu daerah meredam tekanan inflasi.

Ia mencontohkan subsidi senilai Rp500 untuk suatu komoditas. Nilai tersebut dinilai tidak akan menjadi beban berat bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, tetapi dapat membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang lebih ringan. Pasar murah juga dapat berperan dalam menjaga ketersediaan barang ketika harga di pasar umum mengalami perbedaan.

Distribusi bantuan pangan mulai berjalan

Selain memperbanyak pasar murah, pemerintah juga terus menjalankan distribusi bantuan pangan. Zulhas menyebut Bulog telah mulai menyalurkan berbagai bantuan pangan dalam beberapa pekan terakhir. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar.

“Minggu-minggu ini Bulog sudah mulai mendistribusikan seluruh bantuan-bantuan pangan,” ujar dia.

Stabilitas pangan memiliki dampak yang luas bagi kehidupan sehari-hari. Ketika harga bahan pokok terkendali dan stok tersedia, masyarakat memiliki ruang yang lebih baik untuk mengatur pengeluaran rumah tangga. Di sisi lain, intervensi yang terukur dapat membantu pemerintah daerah menjaga laju inflasi tanpa mengabaikan kebutuhan produsen pangan.

Swasembada dinilai menyangkut kehormatan bangsa

Dalam kesempatan itu, Zulhas menegaskan posisi penting sektor pertanian dan pangan bagi kedaulatan Indonesia. Arah kebijakan nasional, sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia, adalah membawa sektor pangan menuju swasembada.

Ia menekankan bahwa swasembada tidak semata-mata berbicara tentang kemampuan memenuhi konsumsi dalam negeri. Target tersebut juga berkaitan dengan martabat bangsa serta keterlibatan seluruh unsur pemerintahan, dari kepala daerah hingga jajaran TNI dan Polri.

“Swasembada pangan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dalam negeri, melainkan menyangkut kehormatan bangsa dan seluruh unsur pemerintahan, mulai dari kepala daerah hingga jajaran TNI dan Polri,” kata Zulhas.

Ketergantungan pada impor pangan masih menjadi tantangan yang perlu dikurangi. Pada 2024, Indonesia masih mengimpor beras sebanyak 4,5 juta ton, gula 6 juta ton, gandum 13 juta ton, serta kedelai hingga jutaan ton. Angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan nasional yang selama ini masih dipenuhi dari luar negeri.

Zulhas menilai tingginya impor turut memberi manfaat ekonomi kepada petani di negara lain, sementara banyak petani dalam negeri masih berada pada kelompok kesejahteraan rendah, yakni desil 1 sampai desil 4. Kondisi ini memperkuat alasan perlunya kebijakan pangan yang tidak hanya menjaga konsumen, tetapi juga memperbaiki taraf hidup para produsen.

“Kalau dia tidak diberi bantuan beras dan bantuan tunai, dia tidak bisa menyekolahkan anaknya. Padahal, ada 160 juta petani dan nelayan kata Menteri Pertanian. Kalau ada gangguan terhadap Indonesia, mereka duluan yang maju. Masa kita tidak perhatikan,” ujar dia.

Kesejahteraan petani dan produktivitas menjadi perhatian

Sektor pertanian nasional disebut telah mencatat capaian yang baik pada 2025, dengan harapan hasilnya dapat terus membaik pada tahun ini. Data Organisasi Pangan dan Pertanian atau FAO serta Bank Dunia menunjukkan Nilai Tukar Petani meningkat dari 116 menjadi 129 persen.

Kenaikan Nilai Tukar Petani mencerminkan perbaikan kemampuan ekonomi petani. Zulhas menyampaikan bahwa petani padi dan jagung kini dinilai lebih sanggup membiayai pendidikan anak-anak serta memiliki daya beli yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Dengan kesejahteraan yang meningkat, petani diharapkan akan menjadi lebih kreatif dan produktif,” katanya menambahkan.

Peningkatan kesejahteraan tersebut perlu diikuti penguatan produktivitas di tingkat usaha tani. Karena itu, pemerintah menaruh perhatian pada modernisasi pertanian melalui penggunaan alat dan mesin pertanian, atau alsintan, serta penerapan metode pemupukan yang lebih modern.

Mekanisasi dapat membantu pekerjaan pertanian dilakukan lebih efisien, terutama pada tahapan yang membutuhkan waktu dan tenaga besar. Pemanfaatan teknologi juga diharapkan mendukung hasil produksi yang lebih kompetitif, selama penerapannya sesuai dengan kebutuhan petani dan kondisi lahan di masing-masing daerah.

Negara-negara produsen pangan lain telah menggunakan teknologi dan mekanisasi secara luas. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia untuk mempercepat peningkatan efisiensi tanpa meninggalkan petani kecil. Perbaikan akses terhadap alat, pengetahuan, dukungan pembiayaan, serta pasar yang stabil menjadi bagian penting dalam membangun pertanian yang lebih kuat.

Bagi pemerintah daerah, pasar murah dan penguatan produksi pertanian dapat berjalan beriringan. Pasar murah membantu warga saat harga meningkat, sementara pembangunan sektor pertanian yang produktif diharapkan memperkuat pasokan pangan dalam jangka panjang. Dengan koordinasi dari tingkat pusat hingga daerah, tujuan menjaga harga, menekan inflasi, dan meningkatkan kesejahteraan petani dapat saling mendukung.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Menko Pangan minta pemda perbanyak pasar?

Menko Pangan minta pemda perbanyak pasar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menko Pangan minta pemda perbanyak pasar matter?

Menko Pangan minta pemda perbanyak pasar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.