Ayo Bantu Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menko Pangan melepas ekspor terasi UMKM Asahan 40 ton ke Thailand

Published 27/10/2026 · Updated 27/10/2026 · By Fitri Nugroho - ayobantudonasi.com

Foto : Fitri Nugroho - ayobantudonasi.com

Ekspor Terasi Asahan ke Thailand Perluas Pasar Produk Pesisir

Ayobantudonasi.com – Produk terasi udang rebon dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, mulai menembus pasar Thailand melalui pengiriman perdana sebanyak 40 ton. Nilai ekspor komoditas olahan laut tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp230 juta.

Pelepasan ekspor dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara Suryadi di depan Kantor Bupati Asahan. Pengiriman ini menjadi langkah baru bagi UMKM setempat untuk memperkenalkan produk berbasis hasil tangkapan nelayan ke pasar luar negeri.

“Hari ini kita melepas ekspor perdana produk UMKM asal Kabupaten Asahan berupa terasi udang rebon 40 ton ke Thailand dengan nilai sekitar Rp230 juta,” kata Zulkifli Hasan.

Potensi perikanan mendukung industri olahan

Asahan memiliki garis pantai kurang lebih 56 kilometer yang menghadap Selat Malaka. Wilayah pesisir tersebut menjadi salah satu penopang produksi perikanan tangkap di Sumatera Utara, sekaligus menyediakan bahan baku bagi usaha pengolahan hasil laut.

Hingga September 2026, produksi perikanan tangkap di Asahan tercatat mencapai 50.658 ton. Ketersediaan hasil laut itu memberi ruang bagi masyarakat pesisir untuk mengembangkan produk bernilai tambah, termasuk terasi yang dibuat dari udang rebon.

Pengolahan hasil tangkapan menjadi terasi tidak hanya memperpanjang nilai ekonomi bahan baku, tetapi juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas dibanding penjualan hasil laut segar. Bagi UMKM, akses ke pasar ekspor dapat menjadi dorongan untuk menjaga mutu produksi, kesinambungan pasokan, serta pengemasan yang sesuai kebutuhan pembeli.

Zulkifli Hasan menilai pelepasan ekspor ini memperlihatkan peluang semakin terbukanya pasar produk olahan lokal. Terasi rebon dipandang sebagai salah satu komoditas yang terus dikembangkan agar hasil perikanan masyarakat pesisir memiliki jangkauan pemasaran lebih besar.

Nilai ekspor menunjukkan tren pertumbuhan

Perdagangan terasi dari Asahan telah mencatatkan perkembangan dalam beberapa waktu terakhir. Pada 2025, volume ekspor komoditas tersebut mencapai 1.897 ton dengan nilai lebih dari Rp21 miliar.

Sampai September 2026, jumlah ekspor meningkat menjadi 2.758 ton. Nilainya juga bertambah menjadi sekitar Rp34 miliar. Perkembangan itu menggambarkan bahwa produk olahan hasil laut dari Asahan memiliki peluang yang terus tumbuh di pasar internasional.

Kenaikan volume dan nilai tersebut penting bagi daerah yang menggantungkan sebagian aktivitas ekonominya pada sektor kelautan dan perikanan. Saat produk lokal dapat dipasarkan lintas negara, manfaat ekonominya berpotensi menjalar dari pelaku pengolahan kepada nelayan yang memasok bahan baku serta pihak lain yang terlibat dalam rantai distribusi.

Ekspor 40 ton ke Thailand menjadi bagian dari upaya memperluas tujuan pemasaran terasi Asahan. Pemerintah berharap pengiriman awal tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, melainkan dapat berlanjut secara rutin.

“Pemerintah berharap pengiriman ekspor terasi perdana ke Thailand ini dapat dilakukan secara rutin, dan tentu semakin membuka akses pasar produk olahan hasil laut Asahan,” ujar Zulkifli Hasan.

Dukungan diperlukan untuk pengembangan UMKM

Keberlanjutan ekspor membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait. Pendampingan bagi UMKM menjadi relevan agar usaha lokal dapat terus berkembang seiring terbukanya permintaan dari pasar yang lebih luas.

Dukungan tersebut mencakup penguatan akses pasar dan keberlangsungan usaha, khususnya bagi produsen yang mengolah bahan baku dari nelayan setempat. Dengan kapasitas produksi yang baik, pelaku usaha dapat memanfaatkan potensi perikanan Asahan secara lebih optimal tanpa mengabaikan kebutuhan pasar.

“Dengan begini setelah melepas ekspor terasi, akses pasar semakin terbuka. Kita minta Bank Indonesia, pak Bupati, tolong didukung semua agar UMKM kita bisa berkembang,” kata Zulkifli Hasan.

Bagi masyarakat pesisir, pengiriman terasi ke Thailand membawa makna lebih dari sekadar transaksi dagang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa produk pangan tradisional yang diolah dari sumber daya lokal dapat memperoleh tempat di pasar mancanegara apabila kualitas dan pasokannya terus dijaga.

Ekspor perdana tersebut juga menegaskan posisi Asahan sebagai daerah yang memiliki potensi kuat dalam pengembangan industri olahan perikanan. Dengan produksi tangkap yang besar dan keterlibatan UMKM dalam pengolahan, komoditas seperti terasi udang rebon dapat menjadi salah satu pintu untuk memperluas nilai ekonomi hasil laut daerah.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Menko Pangan melepas ekspor terasi UMKM?

Menko Pangan melepas ekspor terasi UMKM is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menko Pangan melepas ekspor terasi UMKM matter?

Menko Pangan melepas ekspor terasi UMKM matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.