Bisnis

Menhub: Bandara alternatif beroperasi 24 jam selama 8 bandara ditutup

A290C6CD-3609-4CC2-B715-24C5711361C3

Delapan Bandara Lumpuh, Pemerintah Buka Jalur Penerbangan Darurat di Lima Titik Strategis

Ayobantudonasi.com – Menhub – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali memaksa otoritas penerbangan menutup total delapan bandara di kawasan Jawa-Bali-Lampung pada Minggu malam. Abu vulkanik yang menyebar luas membuat kondisi operasional di sejumlah landasan pacu tidak lagi memenuhi standar keselamatan. Sebagai respons cepat, Kementerian Perhubungan mengaktifkan lima bandara alternatif dengan jam operasional penuh selama 24 jam, sehingga arus penumpang yang terdampak tetap memiliki opsi keberangkatan dan pendaratan.

Langkah ini bukan sekadar peralihan teknis. Ketika abu vulkanik menutup langit di atas koridor penerbangan utama, ribuan penumpang yang memiliki kepentingan mendesak—baik untuk pulang, berbisnis, maupun berobat—terancam terjebak tanpa akses transportasi udara. Pemerintah memilih membuka jalur cadangan agar mobilitas tersebut tidak terhenti total, sekaligus menjaga agar keselamatan penerbangan tidak dikompromikan.

Lima Bandara yang Diaktifkan 24 Jam

Bandara-bandara yang disiapkan sebagai titik pendaratan dan keberangkatan pengganti meliputi Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat; Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah; Bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timur; Bandara Yogyakarta International Airport (YIA); serta Bandara Adi Soemarmo di Solo. Kelimanya beroperasi tanpa jeda waktu selama masa penutupan bandara utama masih berlaku.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keputusan mengoperasikan bandara alternatif bersifat terbuka bagi seluruh maskapai. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan infrastruktur dan izin operasional agar maskapai dapat langsung memanfaatkan landasan-landasan tersebut tanpa hambatan birokrasi tambahan.

“Tadi saya sampaikan untuk memberikan alternatif kepada airlines apabila ingin menggunakan, karena kita sudah membuka bandara alternatif, Bandara Kertajati, Bandara Semarang, Juanda, YIA Jogja, kemudian Solo juga kita buka untuk operasi 24 jam.”

Pernyataan itu disampaikan Dudy di Jakarta pada Minggu, mengonfirmasi bahwa koordinasi lintas kementerian dan otoritas bandara telah rampung sebelum penumpang pertama tiba di titik keberangkatan baru.

Delapan Bandara yang Ditutup hingga Minggu 23.59 WIB

Penutupan sementara berlaku untuk delapan bandara yang berada dalam radius sebaran abu vulkanik GAK. Daftar lengkapnya mencakup Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Budiarto di Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Pemerintah menetapkan batas waktu penutupan hingga Minggu pukul 23.59 WIB. Setelah titik waktu tersebut, evaluasi kondisi atmosfer dan kualitas udara di sekitar landasan akan menentukan apakah operasional dapat kembali normal atau perlu diperpanjang. Abu vulkanik, meski tampak tipis, dapat merusak mesin jet dan mengurangi visibilitas pilot secara signifikan, sehingga standar keselamatan tidak dapat dinegosiasikan.

Dukungan Transportasi Darat Gratis bagi Penumpang Terdampak

Menyadari bahwa perpindahan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju bandara pengganti menuntut perjalanan darat yang tidak singkat, Kementerian Perhubungan bersama InJourney Airports menyiapkan moda transportasi tanpa biaya. Penumpang yang penerbangannya dialihkan ke Kertajati, Juanda, Solo, Semarang, atau Yogyakarta dapat menggunakan layanan kereta api maupun bus yang disediakan secara gratis.

Menteri Perhubungan menegaskan bahwa tidak ada pungutan biaya transportasi menuju bandara alternatif. Kebijakan ini merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan publik selama operasional penerbangan terganggu oleh sebaran abu vulkanik. Koordinasi pelaksanaan dilakukan langsung antara InJourney Airports dan masing-masing maskapai agar setiap penumpang memperoleh kepastian lokasi keberangkatan baru beserta moda transportasi pendukung.

Hak Pilih Tetap di Tangan Penumpang

Walaupun infrastruktur alternatif telah disiapkan, keputusan akhir untuk mengalihkan penerbangan tetap berada pada maskapai. Pemerintah memberikan keleluasaan penuh kepada setiap operator penerbangan untuk menentukan apakah bandara alternatif akan digunakan, mempertimbangkan jadwal, kesiapan armada, serta kapasitas layanan di titik tujuan baru.

Di sisi penumpang, pilihan tetap terbuka. Individu dapat memilih melanjutkan perjalanan melalui bandara pengganti atau membatalkan penerbangannya sepenuhnya. Informasi mengenai pemindahan jadwal dan lokasi keberangkatan baru akan disampaikan langsung oleh maskapai melalui mekanisme pelayanan yang telah ditetapkan.

“Tergantung kepada masyarakat apakah masih ingin melakukan perjalanan dengan memindah perjalanannya ke bandara-bandara alternatif tersebut atau mereka membatalkan perjalanannya.”

Dudy menambahkan bahwa pemerintah berharap kebijakan ini mampu menjaga mobilitas masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak menuju maupun dari Jakarta, tanpa mengorbankan aspek keselamatan penerbangan selama masa penutupan masih berlaku.

Koordinasi Berkelanjutan dan Implikasi Jangka Pendek

Penutupan bandara akibat abu vulkanik bukan peristiwa langka di Indonesia. Gunung Anak Krakatau, yang terletak di Selat Sunda, secara periodik mengeluarkan kolom abu yang dapat mencapai ketinggian puluhan kilometer dan terbawa angin ke arah daratan Jawa. Setiap episode erupsi menuntut respons cepat dari otoritas penerbangan, maskapai, dan pemerintah daerah agar dampak terhadap transportasi udara dapat diminimalkan.

Pemerintah memastikan bahwa koordinasi antarpemangku kepentingan—mulai dari otoritas bandara, maskapai, operator transportasi darat, hingga pemerintah daerah—terus dilakukan secara intensif. Tujuannya agar layanan penerbangan melalui bandara alternatif berlangsung lancar, penumpang tidak mengalami kebingungan berkepanjangan, dan gangguan terhadap rantai logistik serta mobilitas ekonomi dapat ditekan seminimal mungkin.

Bagi penumpang yang terdampak, langkah praktis yang perlu dilakukan adalah memantau pengumuman resmi maskapai masing-masing, menyiapkan dokumen perjalanan, dan menghubungi layanan pelanggan untuk konfirmasi lokasi keberangkatan baru. Dengan infrastruktur alternatif yang telah diaktifkan dan dukungan transportasi darat gratis, transisi dari bandara utama ke titik pengganti diharapkan dapat berlangsung tertib meskipun dalam kondisi darurat vulkanik.

Frequently Asked Questions

What is Menhub?

Menhub is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menhub matter?

Menhub matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.