Bisnis

Kementerian PKP dan Tiongkok perkuat kerja sama teknologi perumahan

WhatsApp-Image-2026-09-10-at-10.21.10-2

Indonesia dan Tiongkok Siapkan Kerja Sama Teknologi untuk Perumahan Terjangkau

Ayobantudonasi.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membuka langkah lanjutan kerja sama dengan Tiongkok untuk memperkuat penggunaan teknologi di sektor perumahan. Kolaborasi ini diarahkan pada penyediaan tempat tinggal yang aman, layak huni, dan dapat dijangkau masyarakat, terutama melalui pengembangan rumah susun di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.

Menteri PKP Maruarar Sirait bertemu Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Wang Lutong, guna membahas peluang kerja sama antara Kementerian PKP dan Kementerian Perumahan RRT. Pertemuan itu meneruskan komunikasi kedua pihak yang telah berlangsung sekitar dua bulan sebelumnya.

Dalam pembicaraan tersebut, teknologi pembangunan hunian vertikal menjadi salah satu agenda utama. Penerapannya tidak akan diputuskan secara terburu-buru, karena perlu diselaraskan lebih dahulu dengan karakter lahan serta ketentuan yang berlaku di Indonesia.

“Ini kita tindak lanjuti pertemuan sekitar dua bulan lalu. Kita membicarakan kerja sama di bidang perumahan dengan prinsip saling percaya, saling menguntungkan dan memberikan dampak positif bagi kedua negara,” ujar Maruarar atau disapa Ara.

Penyesuaian teknologi dengan kondisi Indonesia

Ara menekankan bahwa pihak Tiongkok akan mempelajari kondisi lokasi dan regulasi nasional sebelum kedua negara menentukan solusi teknologi yang paling relevan. Langkah tersebut penting agar metode pembangunan yang dipilih dapat digunakan secara aman, efisien, dan sesuai kebutuhan proyek perumahan di dalam negeri.

“Sesudah pihak Tiongkok mempelajari lahan dan regulasi, baru kita tentukan teknologi apa yang cocok,” katanya.

Penilaian terhadap lahan, aturan pembangunan, serta skema pelaksanaan menjadi bagian penting dalam kerja sama ini. Dalam pembangunan perumahan, teknologi tidak hanya berkaitan dengan kecepatan konstruksi, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan keselamatan bangunan, kelayakan hunian, dan keterjangkauan biaya bagi calon penghuni.

Fokus pada rumah susun di kawasan padat mencerminkan kebutuhan akan pemanfaatan ruang yang lebih efektif. Hunian vertikal dapat menjadi salah satu pilihan pembangunan ketika ketersediaan lahan terbatas, asalkan perencanaan, kualitas bangunan, akses layanan dasar, dan tata kelolanya diperhatikan secara menyeluruh.

Produk lokal dan tenaga kerja Indonesia didorong terlibat

Kementerian PKP juga ingin kerja sama ini memberi manfaat yang lebih luas bagi perekonomian nasional. Karena itu, pelibatan usaha mikro, kecil, dan menengah serta penggunaan produk dalam negeri menjadi perhatian dalam pembahasan dengan pihak Tiongkok.

“Kalau ada produk-produk dari Indonesia yang sesuai dengan kualifikasi, akan didahulukan produk Indonesia. Begitu juga dengan tenaga kerja,” ujar Ara.

Ara menyampaikan harapan agar hubungan Indonesia dan Tiongkok yang selama ini telah terbangun dapat diterjemahkan ke dalam proyek nyata di bidang perumahan. Pertukaran pengalaman, kemampuan teknis, dan teknologi diharapkan dapat membantu memperluas pilihan pembangunan hunian yang aman dan terjangkau.

Keterlibatan pelaku usaha lokal dan pekerja Indonesia juga menjadi aspek penting agar pengembangan perumahan tidak hanya menghadirkan bangunan baru. Jika produk yang memenuhi persyaratan dapat diprioritaskan dari dalam negeri, manfaat kegiatan pembangunan berpotensi menjangkau rantai pasok dan tenaga kerja nasional.

Tim bersama akan menyiapkan pembahasan dan survei lokasi

Untuk mempercepat tindak lanjut, Indonesia dan Tiongkok sepakat membentuk tim bersama. Tim ini akan mengkaji sejumlah unsur penting, termasuk regulasi, kesiapan lahan, pilihan teknologi, hingga model pelaksanaan pembangunan.

Dari Kementerian PKP, tim melibatkan Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Resiko Roberia, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho. Setelah pembahasan awal, tim akan melakukan survei pada lokasi-lokasi lahan yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.

Hasil kerja tim tersebut dijadwalkan disampaikan kepada Menteri PKP dan Duta Besar RRT pada akhir September 2026. Tahapan ini akan menjadi dasar untuk menilai bentuk kerja sama yang dapat dilaksanakan serta teknologi yang sesuai dengan kondisi pembangunan perumahan di Indonesia.

Wang Lutong menyatakan komitmen RRT untuk terus mempererat kemitraan dengan Indonesia pada sektor perumahan. Pertukaran pengalaman dan teknologi dalam pengelolaan maupun pembangunan hunian menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang akan didorong.

Dengan kajian bersama sebelum pelaksanaan proyek, kerja sama ini diharapkan menghasilkan pendekatan yang tidak sekadar mengadopsi teknologi dari luar. Teknologi yang digunakan perlu menyesuaikan kebutuhan masyarakat, kondisi kawasan, aturan nasional, serta peluang keterlibatan industri dan tenaga kerja Indonesia dalam penyediaan hunian.

Frequently Asked Questions

What is Kementerian PKP dan Tiongkok perkuat kerja?

Kementerian PKP dan Tiongkok perkuat kerja is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kementerian PKP dan Tiongkok perkuat kerja matter?

Kementerian PKP dan Tiongkok perkuat kerja matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.