DPR: Mekanisasi pertanian percepat transformasi sektor pangan
Mekanisasi Dipandang Kunci Mempercepat Modernisasi Pertanian Nasional
Ayobantudonasi.com – DPR - Penggunaan alat dan mesin pertanian dinilai semakin penting untuk menjaga produktivitas pangan Indonesia di tengah perubahan struktur tenaga kerja di pedesaan. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak menilai penguatan mekanisasi yang dilakukan pemerintah dapat membantu petani bekerja lebih efisien, menghadapi keterbatasan tenaga kerja, serta mendorong transformasi sektor pangan nasional.
Pandangan itu disampaikan Hanan dalam Forum Diskusi Pertanian bertema Dua Tahun Transformasi Pertanian Era Presiden Prabowo di Jakarta, Rabu. Ia menempatkan teknologi pertanian sebagai bagian penting dari upaya membangun sistem produksi pangan yang lebih modern dan kompetitif.
Usia Petani dan Keterbatasan Tenaga Kerja
Salah satu persoalan yang disorot ialah rata-rata usia petani yang terus meningkat. Kondisi tersebut membuat pekerjaan yang sepenuhnya mengandalkan tenaga manual semakin sulit dilakukan, terutama untuk pengolahan lahan, penanaman, hingga panen.
“Sekarang ini tidak kita sadari, coba lihat di angka statistik, kalau tidak salah umur petani ini sudah 48 tahun ke atas ya rata-ratanya, jangan-jangan sudah mendekati 50 tahun sekarang sehingga tenaga untuk di lahan pertanian itu sudah sangat terbatas,” ujarnya.
Dalam situasi seperti ini, mekanisasi dapat menjadi penopang penting bagi keberlanjutan kegiatan budidaya. Kehadiran mesin tidak semata-mata ditujukan untuk menggantikan pekerjaan manusia, melainkan membantu petani menyelesaikan tahapan produksi dengan waktu dan tenaga yang lebih terukur.
Penggunaan alsintan juga relevan bagi lahan pertanian dengan skala kecil. Banyak petani mengelola sawah yang luasnya hanya seperempat hektare, setengah hektare, atau sekitar dua hektare. Pada skala tersebut, pembelian mesin secara mandiri bukan selalu menjadi pilihan yang mudah dijangkau.
Peran Pemerintah dalam Penyediaan Alsintan
Hanan menilai bantuan alat mesin pertanian dari pemerintah menjawab kebutuhan yang sulit dipenuhi sendiri oleh petani. Dukungan itu dapat mencakup proses sejak pengolahan lahan sampai penanganan hasil produksi setelah panen.
“Perlu mesin-mesin, pemerintah hadir. Karena tidak terpikir oleh petani setelah dia panen dia tuh mau beli mesin, itu nggak kepikir , apalagi yang luas (sawahnya) 0,5 hektare, seperempat hektare, 2 hektare, nggak kepikir dia mau beli. (Tapi) pemerintah hadir dengan mesin-mesinnya,” ucapnya.
Bagi petani, ketersediaan peralatan dapat membantu mengurangi hambatan operasional pada masa-masa penting. Pengolahan tanah yang lebih cepat, pelaksanaan panen yang lebih efisien, serta proses penanganan hasil yang lebih baik berpotensi menjaga ritme produksi di lapangan.
Hanan menekankan bahwa peningkatan hasil pertanian tidak cukup ditempuh melalui pembukaan atau perluasan lahan saja. Inovasi teknologi dan pembaruan sistem produksi perlu berjalan bersamaan agar lahan yang tersedia dapat dikelola secara lebih produktif.
Apresiasi untuk Perhatian pada Modernisasi
Ia memberikan apresiasi terhadap perhatian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terhadap mekanisasi pertanian. Hanan menyebut perhatian tersebut telah terlihat sejak 2014 dan menilai langkah itu memiliki arti besar bagi pembaruan sektor pertanian di Indonesia.
“Pak Amran Sulaiman ini luar biasa. Dari tahun 2014 kalau tidak salah, beliau memberikan perhatian terhadap mekanisasi pertanian di republik ini, sangat luar biasa,” kata Hanan.
Ia juga menyebut Andi Amran Sulaiman layak dipandang sebagai figur yang mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan alsintan. Bagi Hanan, pembaruan tersebut menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing pangan nasional dalam jangka panjang.
“Wajar kalau kita sebut bahwa ini (Mentan Amran) bapak modernisasi pertanian, itu Pak Amran Sulaiman, ini luar biasa,” tuturnya.
Mekanisasi, dalam pandangan Hanan, dapat mempercepat pekerjaan di lahan sekaligus memberi peluang untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi secara bertahap. Dampaknya akan lebih kuat apabila penggunaan teknologi didukung kebijakan pertanian yang memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi petani.
“Ini saya bukan memuji-muji, saya ada di lapangan. Kebijakannya paralel, bukan hanya urusan teknis teknologi, tetapi kebijakan-kebijakan sosial ekonomi diperhatikan,” tegasnya.
Menarik Generasi Baru ke Sektor Pangan
Modernisasi pertanian juga memiliki arti penting untuk masa depan regenerasi petani. Sektor pangan perlu berkembang menjadi bidang yang lebih efisien, adaptif, dan menarik bagi generasi muda. Teknologi dapat membantu membentuk gambaran bahwa bertani bukan hanya pekerjaan fisik yang berat, tetapi juga kegiatan produksi yang membutuhkan keterampilan, pengelolaan, dan inovasi.
Hanan berharap penguatan teknologi pertanian terus dilanjutkan. Dengan dukungan alsintan dan kebijakan pembangunan pertanian yang saling melengkapi, sektor pangan diharapkan mampu meningkatkan produksi nasional sekaligus menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is DPR?DPR is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does DPR matter?DPR matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.