Bapanas ajak Pemda jaga stabilitas pasokan dan harga pangan
Bapanas Dorong Koordinasi Daerah untuk Jaga Ketahanan Pangan
Ayobantudonasi.com – Jakarta memfokuskan perhatian pada penguatan sinergi antarpihak dalam menjaga kestabilan ketersediaan dan nilai komoditas pokok. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan intensitas pemantauan terhadap dinamika harga, volume stok, jalur distribusi, serta situasi para produsen di setiap wilayah. Langkah ini bertujuan memastikan keseimbangan harga sepanjang rantai pasokan sekaligus mengendalikan laju inflasi sektor pangan.
Hermawan, yang menjabat sebagai Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers di Jakarta pada hari Senin. Ia menegaskan bahwa penguatan koordinasi menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut. Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadi momen penting bagi penyampaian arahan ini.
Penguatan koordinasi menjadi faktor penting untuk memastikan keseimbangan harga di seluruh rantai pasok sekaligus menjaga inflasi pangan tetap terkendali.
Menurut Hermawan, pemerintah daerah berperan sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi gejolak harga maupun pasokan pangan secara dini. Pemantauan yang dilakukan secara rutin dan akurat akan mempercepat pengambilan langkah stabilisasi sehingga dampak terhadap masyarakat maupun produsen dapat diminimalkan. Pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan ketika harga terlalu tinggi di tingkat konsumen, tetapi pemerintah juga harus hadir ketika harga di tingkat produsen jatuh terlalu rendah.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah perlu memastikan kelancaran distribusi logistik, memperkuat pengawasan bersama Satgas Pangan terhadap potensi penimbunan maupun praktik perdagangan yang tidak sehat, serta menyampaikan data harga dan pasokan secara cepat sebagai dasar penentuan kebijakan. “Segera lakukan intervensi apabila harga berada di bawah HPP atau HAP di tingkat produsen maupun di atas HET atau HAP di tingkat konsumen,” tegasnya.
Visi Seimbang untuk Seluruh Pelaku Rantai Pasok
Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stabilitas pangan harus diwujudkan dengan menjaga keseimbangan kepentingan seluruh pelaku dalam rantai pasok. Menurutnya, petani dan peternak harus memperoleh harga yang menguntungkan agar tetap berproduksi, sementara masyarakat juga harus mendapatkan pangan yang aman, cukup, dan terjangkau.
Yang nomor satu adalah stabilisasi pasokan dan harga. Jadi sekarang ini beras kita aman, jagung aman, gula konsumsi aman, bawang aman, telur, daging, ini semua aman. Sekarang (tinggal) bagaimana menjaga stabilisasi harga.
Amran menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga kestabilan harga setelah ketersediaan berbagai komoditas utama telah terjamin. Beras, jagung, gula konsumsi, bawang, telur, dan daging semuanya dinyatakan aman dari sisi pasokan. Tantangan selanjutnya adalah memastikan harga tidak melonjak maupun anjlok secara signifikan.
Ekspansi Gerakan Pangan Murah dan Program Pendukung
Sebagai bentuk konkret pengendalian harga, Bapanas bersama pemerintah daerah, BUMN pangan, dan berbagai pemangku kepentingan terus memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Hingga pertengahan Juli 2026, GPM telah menjangkau seluruh 38 provinsi dan 447 kabupaten/kota. Pemerintah kembali menargetkan penyelenggaraan 390 kegiatan GPM yang diprioritaskan di wilayah dengan tekanan harga pangan tertinggi.
Pemerintah juga terus mengoptimalkan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Hingga saat ini, sebanyak 159.916 kilogram komoditas pangan telah dimobilisasi antardaerah, termasuk distribusi 5.040 kilogram telur dari Blitar ke Bekasi untuk membantu memperbaiki harga di tingkat peternak sekaligus menjaga pasokan di wilayah tujuan.
Upaya stabilisasi juga diperkuat melalui penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Realisasi penyaluran telah mencapai 493 ribu ton atau 59,57 persen dari target 828 ribu ton. Penyaluran diprioritaskan ke daerah dengan harga beras tinggi, wilayah kepulauan, kawasan perbatasan, serta daerah yang menghadapi kendala distribusi.
Sementara itu, pelaksanaan SPHP Jagung terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini realisasi penyaluran telah mencapai 84.172 ton atau 39,48 persen dari pagu 213.200 ton. Program tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya pakan peternak ayam petelur sehingga stabilitas harga telur dan daging ayam ras tetap terjaga.
Selain menjaga stabilitas harga melalui berbagai instrumen tersebut, pemerintah juga mengoptimalkan pemanfaatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) melalui penyaluran bantuan pangan beras kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan yang dialokasikan untuk periode Juli hingga September 2026 itu menjadi bagian dari stimulus ekonomi pemerintah guna memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
