Kunjungan Penting: Kesal Suara Bising, Limbad Gigit Knalpot Brong Saat Razia Polisi di Cianjur
Kesal Suara Bising, Limbad Gigit Knalpot Brong Saat Razia Polisi di Cianjur
Pada razia knalpot dan kelengkapan sepeda motor di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pesulap terkenal Master Limbad menunjukkan reaksi uniknya dengan menggigit knalpot brong. Aksi ini dilatarbelakangi rasa tidak nyaman terhadap suara bising yang dihasilkan oleh alat tersebut.
Limbad Hadir di Lokasi Razia
Pesulap legendaris ini, yang terkenal dengan berbagai tindakan ekstremnya, berada di wilayah Cianjur saat kegiatan tersebut berlangsung. Mendengar adanya razia knalpot brong, Master Limbad datang ke lokasi di Jalan Siliwangi, dekat Bale Rancage, pada hari Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
“Kami menemui Master Limbad yang sedang berada di Cianjur. Pesulap tersebut sengaja datang ke lokasi razia setelah mengetahui bahwa kegiatan ini dilakukan secara rutin di wilayah tersebut. Ia bahkan sempat menggigit knalpot brong karena tidak puas dengan suara bising yang diakibatkan oleh alat tersebut,” ujar Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi, Sabtu (4/4/2026).
Razia Berlangsung Rutin Sejak Ramadan
Menurut AKBP Alexander, operasi ini telah berlangsung secara rutin sejak awal masa Ramadan hingga Lebaran 2026. Setiap hari, puluhan sepeda motor yang menggunakan knalpot brong, tidak lengkap plat nomor, serta melanggar aturan lainnya terjaring dalam razia.
Hanya pada malam ini saja, puluhan motor terjaring. Jika dihitung dari awal operasi dimulai, sudah ratusan kendaraan yang diamankan,” tambahnya.
Proses Pengambilan Motor Setelah Razia
Kendaraan yang tertangkap langsung dibawa ke Mapolres Cianjur. “Motor yang terjaring dapat diambil pada hari berikutnya, asalkan pemilik membawa knalpot standar, menunjukkan dokumen kendaraan, dan memasang semua kelengkapan secara lengkap,” jelas dia.
AKBP Alexander menambahkan razia tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada masyarakat Cianjur. “Knalpot brong ini menimbulkan kebisingan, makanya kami tindak agar semua nyaman tidak terganggu dengan suara alat tersebut. Sama halnya dengan yang dilakukan Master Limbad, yang kesal dengan kebisingan tersebut. Semuanya kami lakukan demi kenyamanan masyarakat Cianjur,” pungkasnya.
