AS: Bomber siluman B-2 serang peluncur rudal Iran dengan bom 1 ton

AS: Bomber siluman B-2 serang peluncur rudal Iran dengan bom 1 ton

Pernyataan Komandan CENTCOM

Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, mengungkapkan bahwa bomber stealth B-2 milik Amerika Serikat melemparkan ratusan bom penembus berbobot hampir satu ton untuk menyerang peluncur rudal Iran yang tersembunyi di bawah tanah. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Pentagon pada Kamis (5/3).

Konteks Konflik Timur Tengah

Ketegangan di wilayah Timur Tengah semakin memuncak setelah serangan udara oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan mengakibatkan kematian lebih dari 900 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan setidaknya 165 siswa. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone serta rudal ke lokasi strategis yang terkait dengan kehadiran AS di wilayah Teluk.

Dampak Serangan Militer

Dalam 72 jam terakhir, pasukan pengebom AS telah menyerang hampir 200 target di berbagai lokasi Iran, termasuk area sekitar ibu kota Teheran. Cooper juga menekankan bahwa operasi militer terhadap kekuatan angkatan laut Iran terus ditingkatkan. “Baru-baru ini, Presiden [Donald Trump] pernah menyebutkan bahwa kami telah menenggelamkan 24 kapal. Pernyataan itu benar. Namun, jumlahnya kini telah melebihi 30 kapal,” tambahnya.

Penurunan Serangan Iran

Koordinator militer AS menyebutkan bahwa serangan rudal balistik Iran telah menurun hampir 90 persen, sementara serangan drone mengalami penurunan sebesar 83 persen sejak operasi dimulai. Serangan drone terbaru di Kuwait pada akhir pekan lalu berhasil membunuh enam personel militer AS di sebuah pusat operasi taktis.

“Belum lama ini, Anda mungkin pernah mendengar Presiden [Donald Trump] mengatakan kami telah menenggelamkan 24 kapal. Saat itu memang benar. Kini jumlahnya telah melampaui 30 kapal,”

— Laksamana Brad Cooper, dalam konferensi pers di Pentagon.